Lampiran E.108-113

Buku: "Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW"

Sebelumnya

Daftar isi

Terbawah

Berikutnya

  

108)

>

Berbagai persoalan muncul dari perbuatan yang melampaui batas

  ~

Mengenai berbagai perbuatan yang melampaui batas, yang mendapat azab neraka, disebutkan:

"Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai," <QS.78:21>

"lagi menjadi tempat kembali, bagi orang-orang yang melampaui batas," <QS.78:22>

"Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu, melainkan setiap orang yang melampaui batas, lagi berdosa," <QS.83:12>

"Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua (malaikat) ke dalam neraka, semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala," <QS.50:24>

"yang sangat enggan melakukan kebaikan, melanggar (melampaui) batas, lagi ragu-ragu (dengan kebenaran-Ku)," <QS.50:25>

"Telah pasti, bahwa apa yang kamu seru, supaya aku (beriman) kepadanya, tidak dapat memperkenankan (menanggapi) seruan apapun, baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya, kita semua akan kembali kepada Allah, dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka." <QS.40:43>

"Sesungguhnya dosa itu, (dibebankan) atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia, dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih." <QS.42:42>

"Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari inipun kamu dilupakan"." <QS.20:126>

"Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas, dan tidak percaya terhadap ayat-ayat Rabb-nya. Dan sesungguhnya, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal." <QS.20:127>

"…. Lalu ditimpakan kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi), karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah, dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Demikian itu (terjadi), karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas." <QS.2:61> atau <QS.3:112>

  ~

Mengenai berbagai perbuatan yang melampaui batas oleh manusia atau suatu kaum, disebutkan:

"Pergilah kepada Fir'aun, sesungguhnya ia telah melampaui batas"." <QS.20:24>

"Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas." <QS.5:78>

"…. Dan sesungguhnya, telah datang kepada mereka (kaum Bani Israil) rasul-rasul Kami dengan (keterangan-keterangan) yang jelas, kemudian banyak di antara mereka. setelah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi." <QS.5:32>

"Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka (para rasul-rasul sebelum Muhammad). Maka Kami selamatkan mereka, dan orang-orang yang Kami kehendaki, dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas." <QS.21:9>

"Kemudian setelah Nuh, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman, karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas." <QS.10:74>

  ~

Mengenai berbagai perbuatan yang melampaui batas dalam hal kebaikan, sehingga tidak disukai oleh Allah, disebutkan:

"Maka tetaplah kamu (Muhammad) pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." <QS.11:112>

"Berdo'alah kepada Rabb-mu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." <QS.7:55>

"…. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Rabb-kamu, dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas, setelah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih." <QS.2:178>

"Makanlah di antara rejeki yang baik, yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya, binasalah ia." <QS.20:81>

"Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Rabb, mereka kembali, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan." <QS.6:108>

"Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku, yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dalam mencari rahmat Allah), janganlah kamu terputus-asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang." <QS.39:53>

"Dan kembalilah kamu kepada Rabb-mu, dan berserah dirilah (tawakal) kepada-Nya, sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." <QS.39:54>

  ~

Mengenai berbagai perbuatan yang melampaui batas dalam hal kehidupan duniawi, disebutkan:

"Adapun orang yang melampaui batas," <QS.79:37>

"dan lebih mengutamakan kehidupan dunia," <QS.79:38>

"maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)." <QS.79:39>

"Dan jikalau Allah melapangkan rejeki kepada hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya, Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya, lagi Maha Melihat." <QS.42:27>

"Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami: "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita, malaikat, atau (mengapa) kita (tidak) melihat Rabb kita". Sesungguhnya mereka menganggap besar diri mereka, dan mereka benar-benar sangat melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman." <QS.25:21>

"Ketahuilah!. Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas," <QS.96:6>

"karena dia melihat dirinya serba cukup." <QS.96:7>

  ~

Mengenai berbagai perbuatan yang melampaui batas dalam berbagai hal, disebutkan:

"Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus"." <QS.5:77> atau <QS.4:171>

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang, yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." <QS.2:190>

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik, yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." <QS.5:87>

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya, dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya, Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang." <QS.16:115>

"Katakanlah: "…, karena sesungguhnya semua itu kotor, atau binatang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya, dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Rabb-mu Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang"." <QS.6:145>

"Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang-orang Mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas." <QS.9:10>

"Supaya kamu jangan melampaui batas, tentang neraca itu." <QS.55:8>

"Dan tegakkanlah timbangan dengan adil, dan janganlah kamu mengurangi neraca itu." <QS.55:9>

"Barangsiapa mencari yang di balik itu (berzina), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas." <QS.70:31>

"Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas." <QS.7:81>

"Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdo'a kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdo'a kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan." <QS.10:12>

  ~

Mengenai berbagai perbuatan yang melampaui batas, tidak menyebabkan Allah berhenti untuk tetap menurunkan berbagai tuntunan-Nya, disebutkan:

"Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan Al-Qur'an kepadamu, karena kamu adalah kaum yang melampaui batas?." <QS.43:5>

  ~

Mengenai kehidupan akhirat yang baik, maka kehidupan dunia juga akan tercapai, disebutkan:

(lihat catatan 25: "Kehidupan dunia dan kehidupan akhirat", mengenai pentingnya membangun atau memakmurkan kehidupan akhirat)

  ~

Mengenai kedudukan di kehidupan akhirat dan di kehidupan dunia, disebutkan:

(lihat catatan 25: "Kehidupan dunia dan kehidupan akhirat", mengenai kehinaan dan kerugian di dunia dan akhirat, atau mengenai kehidupan dunia dan akhirat bagi orang-orang beriman)

  ~

Mengenai kehidupan akhirat setelah Hari Kiamat (Surga dan Neraka, merupakan penyempurnaan dari kehidupan akhirat yang dibangun oleh setiap manusia selama di dunia, disebutkan:

(lihat catatan 25: "Kehidupan dunia dan kehidupan akhirat", mengenai kehidupan akhirat yang kekal)

 

109)

>

Nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir

  ~

Mengenai Nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir, disebutkan:

"Muhammad itu sekali-kali bukanlah (hanya sekedar), bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." <QS.33:40>

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." <QS.21:107>

  ~

Mengenai Nabi Muhammad saw sebagai rasul untuk seluruh umat manusia, disebutkan:

"Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira, dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." <QS.34:28>

"Apa saja nikmat yang kamu (Muhammad) peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi." <QS.4:79>

"(Dan ingatlah) akan hari (ketika) kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi (rasul) atas (perbuatan) mereka, dari (kalangan) mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat, bagi orang-orang yang berserah diri." <QS.16:89>

"Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya aku (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu"." <QS.22:49>

 

110)

>

Kitab-Nya sebagai kitab tuntunan yang lengkap

  ~

Mengenai lengkapnya isi semua Al-Kitab-Nya, termasuk Al-Qur'an, untuk tuntunan tiap umatnya, disebutkan:

"Al-Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam," <QS.81:27>

"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." <QS.12:111>

"…. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat, bagi orang-orang yang berserah diri." <QS.16:89>

"Kemudian Kami telah memberikan Al-Kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Rabb-mereka." <QS.6:154>

"Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): "Berpegang padanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik." <QS.7:145>

"Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah, ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabb-mu tidak menganiaya seorang juapun"." <QS.18:49>

 

111)

>

Dasar-dasar ajaran agama Islam

  ~

Mengenai dasar ajaran agama Islam, Al-Qur'an dan Sunnah Nabi (Hadits), disebutkan:

"Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): 'Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya', dan mereka mengatakan: 'Kami dengar dan kami taat'. (Mereka berdo'a): 'Ampunilah kami ya Rabb-kami dan kepada Engkaulah tempat (kami) kembali'." <QS.2:285>

"Mereka (para nabi-Nya) itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: 'Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur'an)'. Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat." <QS.6:90>

"Dan demikianlah, Kami menurunkan Al-Qur'an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya, sebagian ancaman, agar mereka bertaqwa, atau (agar) Al-Qur'an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka." <QS.20:113>

"Dan apakah tidak cukup bagi mereka, bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu (Muhammad) Al-Kitab (Al-Qur'an), sedang dia dibacakan kepada mereka. Sesungguhnya di dalam (Al-Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar, dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman." <QS.29:51>

"Katakanlah: 'Taatilah Allah dan Rasul-Nya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang kafir'." <QS.3:32>

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(-Nya), dan ulil-amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." <QS.4:59>

"Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka." <QS.4:80>

"Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul (sunnahnya)", niscaya kamu (Muhammad) lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu." <QS.4:61>

 

112)

>

Majelis ulama untuk menangani persoalan umat

  ~

Mengenai keutamaan para alim-ulama (orang berilmu agama & pengetahuan), dan anjuran kepada mereka untuk membentuk majelis, untuk menangani persoalan umat, disebutkan:

"Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." <QS.58:11>

  ~

Mengenai keutamaan orang-orang yang berilmu-pengetahuan, disebutkan:

(lihat catatan 2: "Keutamaan orang-orang yang berilmu-pengetahuan (para alim-ulama)", mengenai keutamaan orang-orang yang berilmu-pengetahuan)

 

113)

>

Al-Qur'an diturunkan-Nya bukan dalam bentuk teks, tetapi hikmah dan hakekat kebenaran-Nya

  ~

Mengenai Al-Qur'an diturunkan-Nya dalam bentuk hikmah dan hakekat kebenaran-Nya (bukan berupa teks), disebutkan:

Al-Qur'an tidak diturunkan-Nya dalam bentuk teks tulisan

"Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu mereka bisa memegangnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang yang kafir itu berkata: 'Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata'." <QS.6:7>

Al-Qur'an disampaikan malaikat Jibril ke dalam hati Nabi, sebagai pemahaman hikmah dan hakekat atas berbagai kebenaran-Nya

"Sebenarnya, Al-Qur'an itu adalah ayat-ayat-Kami yang nyata, di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat-Kami, kecuali orang-orang yang zalim." <QS.29:49>

"Sesungguhnya, orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat-Nya, tanpa alasan yang sampai kepada mereka, tidak ada dalam dada mereka, melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran, yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha mendengar, lagi Maha melihat." <QS.40:56>

"Katakanlah: 'Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkan (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seijin-Nya. (Kitab yang) membenarkan apa (kitab-kitab-Nya) yang sebelumnya, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman'." <QS.2:97>

"Berkatalah orang-orang kafir: 'Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) sekali turun saja?'. Demikianlah, supaya Kami perkuat hatimu dengannya (Al-Qur'an), dan Kami membacakannya (mewahyukannya) secara tartil (teratur dan benar)." <QS.25:32>

"dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril)," <QS.26:193>

"ke dalam hatimu (Muhammad), agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan," <QS.26:194>

"dengan bahasa Arab yang jelas." <QS.26:195>

"Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur'an, karena hendak cepat-cepat (menyampaikan)nya." <QS.75:16>

"Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah, mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai dan lancar) membacanya." <QS.75:17>

"Apabila Kami telah selesai membacakannya (mewahyukannya), maka ikutilah bacaannya itu." <QS.75:18>

"Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya." <QS.75:19>

  ~

Mengenai Al-Qur'an yang penuh hikmah, disebutkan:

(lihat catatan 82: "Al-Qur'an yang penuh hikmah")

  ~

Mengenai Proses diturunkan-Nya wahyu-Nya, disebutkan:

(lihat catatan 85: "Proses diturunkan-Nya wahyu-Nya")

  ~

Mengenai pemberian hikmah dan hidayah-Nya kepada para nabi-Nya, disebutkan:

(lihat catatan 81: "Proses perolehan kenabian", mengenai pemberian hikmah-Nya kepada para nabi-Nya)

  ~

Mengenai pemberian hikmah dan hidayah-Nya kepada manusia, disebutkan:

(lihat catatan 2: "Keutamaan orang-orang yang berilmu-pengetahuan (para alim-ulama)")

(lihat catatan 17: "Akal makhluk-makhluk-Nya")

(lihat catatan 69: "Akal yang disertai berbagai pengajaran dan tuntunan-Nya", mengenai kemampuan akal manusia)

  

Sebelumnya

Daftar isi

Teratas

Berikutnya

 

Buat komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s