Lampiran E.72-85

Buku: "Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW"

Sebelumnya

Daftar isi

Terbawah

Berikutnya

  

72)

>

Manusia yang pasti telah mendapat pengajaran dan tuntunan-Nya

  ~

Mengenai adanya pengajaran dan tuntunan-Nya dari para nabi-Nya, disebutkan:

"(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar supaya tidak alasan bagi manusia, (untuk) membantah Allah. setelah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana." <QS.4:165>

"Sesungguhnya, Kami telah mengutus (Muhammad), dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggung-jawaban), tentang penghuni-penghuni neraka." <QS.2:119>

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu, sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya, petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". Dan sesungguhnya, jika kamu mengikuti kemauan mereka, setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." <QS.2:120>

"Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu, Rasul di antara kamu, yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab dan Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu, apa yang belum kamu ketahui." <QS.2:151>

"Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi khabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu, melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran, tentang hal yang mereka perselisihkan itu, dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya, kepada jalan yang lurus." <QS.2:213>

"Itu adalah ayat-ayat Allah. Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya, kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus." <QS.2:252>

"Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan …." <QS.2:253>

"Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman, ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul, dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya, sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata." <QS.3:164>

"Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi." <QS.4:79>

"Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu, untuk menjadi pemelihara mereka." <QS.4:80>

"Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul, yang sungguh Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan, tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung." <QS.4:164>

"(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar supaya tidak alasan bagi manusia, membantah Allah. setelah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana." <QS.4:165>

"Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu, melainkan untuk memberi khabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekuatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." <QS.6:48>

"Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Ilah bagimu selain-Nya". Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)." <QS.7:59>

(lihat catatan 76: "Beberapa pengajaran dan tuntunan-Nya")

  ~

Mengenai adanya pengajaran dan tuntunan-Nya dari para malaikat-Nya, disebutkan:

"Katakanlah: "Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkan (Al-Qur'an) ke dalam hatimu, dengan seijin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya, dan menjadi petunjuk, serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman"." <QS.2:97>

"Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya, Allah adalah musuh orang-orang yang kafir." <QS.2:98>

"Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an itu dari Rabb-mu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk, serta khabar gembira, bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)"." <QS.16:102>

"Dan sesungguhnya, Al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam," <QS.26:192>

"dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril)," <QS.26:193>

"ke dalam hatimu (Muhammad), agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan," <QS.26:194>

"dengan bahasa Arab yang jelas." <QS.26:195>

"(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya, kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat)," <QS.40:15>

"Demi bintang, ketika terbenam," <QS.53:1>

"kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru," <QS.53:2>

"dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an), menurut kemauan hawa nafsunya." <QS.53:3>

"Ucapannya (Muhammad) itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepada umatnya)," <QS.53:4>

"yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat (hujjahnya)," <QS.53:5>

"yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli." <QS.53:6>

"sedang dia berada di ufuk yang tinggi." <QS.53:7>

"Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi," <QS.53:8>

"maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak), dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi)." <QS.53:9>

"Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad), apa yang telah Allah wahyukan." <QS.53:10>

"Hatinya tidak mendustakan, apa yang telah dilihatnya." <QS.53:11>

"sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman (Allah, yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)," <QS.81:19>

"yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah, yang mempunyai 'Arsy," <QS.81:20>

"yang ditaati di sana (di alam malaikat), lagi dipercaya." <QS.81:21>

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an), pada malam kemuliaan." <QS.97:1>

"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?." <QS.97:2>

"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." <QS.97:3>

"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril, dengan ijin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan(-Nya di dunia)." <QS.97:4>

"Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." <QS.97:5>

(lihat catatan 31: "Para malaikat dan tugas-tugasnya", mengenai tugas para malaikat dalam menyampaikan wahyu-Nya)

(lihat catatan 2: "Keutamaan orang-orang yang berilmu-pengetahuan (para alim-ulama)")

(lihat catatan 17: "Akal makhluk-makhluk-Nya")

(lihat catatan 69: "Akal yang disertai berbagai pengajaran dan tuntunan-Nya", me-ngenai kemampuan akal manusia)

(lihat catatan 81: "Proses perolehan kenabian", mengenai pemberian hikmah-Nya kepada para nabi-Nya)

 

73)

>

Sunatullah dalam kedatangan para nabi dan rasul-Nya

  ~

Mengenai para utusan-Nya yang manusia biasa, disebutkan:

"Dan mereka berkata: "Mengapa Rasul ini memakan makanan, dan berjalan di pasar-pasar (sebagaimana manusia biasa lainnya). Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat, agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia," <QS.25:7>

"Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan ijin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal." <QS.14:11>

  ~

Mengenai kedatangan nabi dari kalangan kaumnya sendiri, disebutkan:

"Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, (yang berkata): "Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Ilah selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)"." <QS.23:32>

"dan sesungguhnya, telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan (rasul-rasul) di kalangan mereka." <QS.37:72>

"Dan mereka heran, karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul), dari kalangan mereka (sendiri, namun bukan dari kalangan terkemuka mereka). dan orang-orang kafir berkata: "ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta"." <QS.38:4>

"(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri (namun bukan dari kalangan terkemuka mereka), maka berkatalah orang-orang kafir: "Ini adalah suatu yang amat ajaib"." <QS.50:2>

"Dan kalau Al-Qur'an itu Kami turunkan kepada salah seorang, dari golongan bukan Arab," <QS.26:198>

"lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir Arab); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya." <QS.26:199>

 

74)

>

Kedatangan para nabi dan rasul-Nya untuk mengatasi persoalan kaumnya

  ~

Mengenai kehidupan secara umum dan kehidupan di jaman dahulu secara khusus, yang menyimpang atau melalaikan kehidupan akhirat, disebutkan:

(lihat catatan 25: "Kehidupan dunia dan kehidupan akhirat")

  ~

Mengenai anjuran untuk memperhatikan atau memikirkan berbagai kejadian di alam semesta ini, disebutkan:

"Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya, kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Rabb-nya." <QS.30:8>

"Sesungguhnya, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)." <QS.3:137>

"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar nikmat Allah dengan kekafiran, dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan," <QS.14:28>

"Katakanlah: "Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat (yang diterima oleh) orang-orang yang berdosa"." <QS.27:69>

"Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi, dan perhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)"." <QS.30:42>

"Kemudian Kami utus Musa setelah rasul-rasul itu membawa ayat-ayat Kami, kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan." <QS.7:103>

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi, adalah (ber)kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka, yang tidak ada keraguan padanya. Maka orang-orang zalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran." <QS.17:99>

"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat." <QS.71:15>

"Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?." <QS.86:5>

"Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung, yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah; sesungguhnya pada yang demikian itu, benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang beriman." <QS.16:79>

"Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu, tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering, lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal." <QS.39:21>

 

75)

>

Diutus-Nya para nabi-Nya kepada kaumnya yang zalim

  ~

Mengenai diutus-Nya para nabi-Nya kepada kaumnya yang penuh dengan kezaliman, disebutkan:

"Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada suatu negeri, melainkan Kami (telah) timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan, supaya mereka tunduk dan merendahkan diri." <QS.7:94>

"Dan tidak adalah Rabb-mu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul, yang membacakan ayat-ayat-Kami kepada mereka. Dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota. Kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman." <QS.28:59>

"Kami tidak mengutus sebelum kamu (Muhammad), melainkan orang laki-laki, yang kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka, (yang mendustakan rasul), dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik, bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya." <QS.12:109>

"Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka), dan telah menyakini, bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksaan-Kami, dari orang-orang yang berdosa." <QS.12:110>

 

76)

>

Beberapa pengajaran dan tuntunan-Nya

  ~

Mengenai fitrah dan kewajiban Allah untuk memberi petunjuk, disebutkan:

"Sesungguhnya kewajiban Kami-lah memberi petunjuk," <QS.92:12>

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (sebagai perwujudan dari) fitrah Allah (sifat-sifat Allah). (Allah) Yang telah menciptakan manusia, menurut fitrah itu (pula). Tidak ada perubahan pada fitrah Allah, (yang berupa) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" <QS.30:30>

  ~

Mengenai fitrah penciptaan manusia bahwa selalu ada pertentangan antara yang hak dan batil, disebutkan:

"Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak, dan sesungguhnya, apa saja yang mereka seru selain daripada Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya, Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar." <QS.31:30>

"Yang demikian adalah karena sesungguhnya, orang-orang kafir mengikuti yang batil, dan sesungguhnya, orang-orang yang beriman mengikuti yang hak dari Rabb-mereka. Demikianlah Allah membuat untuk manusia, perbandingan-perbandingan bagi mereka." <QS.47:3>

"Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan antara yang hak dengan yang batil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui." <QS.3:71>

"Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap." <QS.17:81>

"agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik), walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya." <QS.8:8>

"Katakanlah: "Kebenaran telah datang, dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi"." <QS.34:49>

"Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta-merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu, disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tak layak bagi-Nya)." <QS.21:18>

"Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata kepada mereka: "Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak-benarannya". Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan." <QS.10:81>

"sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil," <QS.86:13>

"Dan hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan." <QS.45:27>

  ~

Mengenai keniscayaan adanya nabi untuk suatu kaum, yang di dalamnya sedang penuh dengan kekafiran, kemusyrikan, kezaliman, kerusakan moral, dsb, disebutkan:

"Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah. Telah datang kepada mereka Rasul-Rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." <QS.9:70>

"Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu, (yaitu) orang-orang yang mempunyai keutamaan, yang melarang dari (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa." <QS.11:116>

"Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu, dan bagi mereka azab yang pedih." <QS.16:63>

"Tetapi mengapa mereka (orang-kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-adakannya". Sebenarnya Al-Qur'an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Rabb-mu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum, yang belum datang kepada mereka, orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk." <QS.32:3>

"Penjaga Jahanam berkata: "Dan apakah belum datang kepadamu rasul-rasulmu, dengan membawa keterangan-keterangan". Mereka menjawab: "Benar, telah datang". Penjaga-penjaga Jahanam berkata: "Berdo'alah kamu". Dan do'a orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka." <QS.40:50>

"Dan adapun orang-orang yang kafir (kepada mereka dikatakan): "Maka apakah belum ada ayat-ayat-Ku yang dibacakan kepadamu (oleh rasul-rasulmu), lalu kamu menyombongkan diri, dan kamu jadi kaum yang berbuat dosa"." <QS.45:31>

 

77)

>

Beberapa perbuatan buruk yang melampaui batas

  ~

Mengenai contoh kejahiliyahan, penyimpangan, kegilaan, dan kezaliman, dsb, disebutkan:

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman (Mekah), sedang manusia sekitarnya rampok-merampok (jaman jahiliyah). Maka mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil, dan ingkar kepada nikmat Allah?." <QS.29:67>

"Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh, disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui." <QS.27:52>

"Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan, padahal hati mereka menyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan." <QS.27:14>

"Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih (baik) daripada (hukum) Allah, bagi orang-orang yang yakin?." <QS.5:50>

"Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka." <QS.7:162>

"Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah," <QS.4:160>

 

78)

>

Keadaan awal kalangan kaumnya para nabi-Nya

  ~

Mengenai berbagai keadaan kalangan kaum terdahulu yang penuh dengan penyimpangan, disebutkan:

"Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut, bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya, dia termasuk orang-orang yang melampaui batas." <QS.10:83>

"(keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya." <QS.3:11>

"Dan sesungguhnya, Kami telah membinasakan, umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal Rasul-Rasul mereka telah datang kepada mereka, dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan, kepada orang-orang yang berbuat dosa." <QS.10:13>

"Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi, setelah mereka, supaya kamu memperhatikan bagaimana kamu berbuat." <QS.10:14>

"Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu, apa (amanat) yang (membuat) aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabb-ku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Rabb-ku Maha Pemelihara segala sesuatu." <QS.11:57>

"Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Huud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat." <QS.11:58>

"Dan itulah (kisah) kaum 'Aad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb-mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang, lagi menentang (kebenaran)." <QS.11:59>

"Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Aad itu kafir kepada Rabb-mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Aad (yaitu) kaum Huud itu." <QS.11:60>

"Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim, yang telah Kami binasakan, dan Kami hadirkan setelah mereka itu, kaum yang lain (sebagai penggantinya)." <QS.21:11>

"Dan mereka bersumpah dengan nama Allah, dengan sekuat-kuat sumpah: "sesungguhnya, jika datang kepada mereka, seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk, dari salah-satu umat-umat (yang lain)". Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran)," <QS.35:42>

"karena kesombongan (mereka) di muka bumi, dan karena (rencana) mereka yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa, selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan, melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan, bagi sunnah Allah itu." <QS.35:43>

"Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan, orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka. Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah, baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Kuasa." <QS.35:44>

  ~

Mengenai silih bergantinya kedatangan tiap kaum di tiap jaman, sebagai bahan pelajaran bagi umat manusia, disebutkan:

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya, kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." <QS.5:54>

"(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan: "Sesungguhnya, Allah telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seseorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami korban yang dimakan api". Katakanlah: "Sesungguhnya, telah datang kepada kamu beberapa orang rasul sebelumku, membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka, jika kamu orang-orang yang benar"." <QS.3:183>

"Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun, telah didustakan (pula), mereka membawa mu'jizat-mu'jizat yang nyata, Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna." <QS.3:184>

"Dan Rabb-mu Maha Kaya, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu, dengan siapa yang dikehendaki-Nya, setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu, dari keturunan orang-orang-lain." <QS.6:133>

"Apakah kamu (tidak percaya) dan heran, bahwa datang kepadamu peringatan dari Rabb-mu, yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu, untuk memberi peringatan kepadamu. Dan ingatlah oleh kamu sekalian, di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa), setelah lenyapnya kaum Nuh, dan Rabb telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu, (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah, supaya kamu mendapat keberuntungan." <QS.7:69>

"Dan ingatlah olehmu di waktu Allah menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa). setelah kaum 'Aad. dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar, dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah, dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan." <QS.7:74>

"Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan menyiksa dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." <QS.9:39>

"Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru," <QS.14:19>

"dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah." <QS.14:20>

"Mereka (para nabi) itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan (Bani) Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka tersungkur dengan bersujud dan menangis." <QS.19:58>

"Maka datanglah setelah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat, dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan," <QS.19:59>

"kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka itu akan masuk surga, dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun," <QS.19:60>

  ~

Mengenai hampir semua nabi lahir dan dewasa dalam kalangan kaumnya, yang sedang dalam keadaan yang penuh dengan penyimpangan. misalnya:

~ Muhammad, hidup dalam lingkungan kaumnya yang sangat jahiliyah, sebagian kaumnya masih menyembah berhala, anak-anak perempuan dibunuh hidup-hidup untuk dipersembahkan kepada berhala itu, pertengkaran dan pertikaian antar suku; Sementara dalam kaumnya telah hidup pula agama Yahudi dan Nasrani, seperti paman dari Khadijah, istri pertama Muhammad, yang memeluk agama Kristen, atau penduduk Madinah yang awalnya memeluk agama Yahudi.
~ Ibrahim, hidup dalam lingkungan kaumnya yang masih menyembah berhala.
~ Musa, hidup dalam lingkungan kaumnya yang menyembah rajanya Fir'aun, dan gemar mempraktekkan ilmu sihir.
~ Isa, hidup dalam lingkungan kaumnya yang sangat menjunjung tinggi kenikmatan duniawi, ataupun bersifat materialistis.
~ Luth, hidup dalam lingkungan kaumnya yang menganut kehidupan homonisme atau lesbianisme.

 

79)

>

Pondasi awal kenabian

  ~

Mengenai budi-pekerti para nabi, disebutkan:

"Dan sesungguhnya, kamu (Muhammad) benar-benar berbudi-pekerti yang agung." <QS.68:4>

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu, suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (pertemuan dengan) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut (nama) Allah." <QS.33:21>

"Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim, dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika …," <QS.60:4>

"Aku (Huud) menyampaikan amanat-amanat Rabb-ku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu"." <QS.7:68>

"Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." <QS.41:35>

 

80)

>

Para nabi dan keturunannya

  ~

Mengenai sejumlah keluarga nabi dan keturunannya, disebutkan:

"Sesungguhnya, Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)," <QS.3:33>

" (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (keturunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." <QS.3:34>

"Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan Al-Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan padanya balasan di dunia, dan sesungguhnya, dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang shaleh." <QS.29:27>

"Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan pada keturunan keduanya kenabian dan Al-Kitab, maka di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka yang fasik." <QS.57:26>

  ~

Mengenai sejumlah hubungan kekerabatan para nabi, misalnya:

~ Ismail, Ishak dan Yakub, keturunan langsung dari Ibrahim (ayah).
~ Muhammad, keturunan tak-langsung dari Ismail.
~ Isa, keturunan tak-langsung dari Imran (kakek).
~ Sulaiman, keturunan langsung dari Daud (ayah).
~ Yusuf, keturunan langsung dari Yakub (ayah).
~ Yahya dan Imran, keturunan langsung dari Zakaria (ayah).
~ Harun, saudara langsung dari Musa (kakak).

 

81)

>

Proses perolehan kenabian

  ~

Mengenai keniscayaan adanya pondasi awal, sebelum tercapainya kenabian, disebutkan:

"Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun, dan tidak (mengutus pula) seorang nabi, melainkan apabila ia (rasul atau nabi itu) mempunyai sesuatu keinginan (yang kuat untuk mengetahui kebenaran-Nya); syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, (namun) Allah menghilangkan apa yang dimaksud oleh syaitan itu, (untuk melindunginya), dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana," <QS.22:52>

  ~

Mengenai akal dan pikiran malaikat Jibril, yang bertugas menyampaikan wahyu-Nya, disebutkan:

(lihat catatan 17: "Akal makhluk-makhluk-Nya")

  ~

Mengenai akal dan pikiran para nabi, disebutkan:

"Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." <QS.28:14>

  ~

Mengenai akal dan pikiran manusia, untuk memahami tanda-tanda kekuasaan-Nya, disebutkan:

"Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal," <QS.3:190>

"Dan perumpamaan-perumpamaan (dalam Al-Qur'an) ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya, kecuali orang yang berilmu." <QS.29:43>

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu setelah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya." <QS.30:24>

"dan pada pergantian malam dan siang, dan hujan yang diturunkan Allah dari langit, lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi setelah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah), bagi kaum yang berakal." <QS.45:5>

"Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatang ternakmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah, bagi orang-orang yang berakal." <QS.20:54>

"Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrikin), berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal umat-umat itu?. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal." <QS.20:128>

"Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu, tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering, lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal." <QS.39:21>

"Musa berkata: "Rabb yang menguasai timur dan barat, dan apa yang ada di antara keduanya, (Itulah Rabb-mu) jika kamu mempergunakan akal"." <QS.26:28>

  ~

Mengenai akal dan pikiran manusia, untuk memahami keadaan lingkungan, disebutkan:

"yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk, dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal." <QS.39:18>

"Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu itu, benar sama dengan orang yang buta?. Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran," <QS.13:19>

"(Al-Qur'an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Ilah Yang Maha Esa, dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran." <QS.14:52>

"Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan ijin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya." <QS.10:100>

"Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikan buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal." <QS.5:58>

"(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung), ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam, dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat, dan mengharapkan rahmat Rabb-nya?. Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui, dengan orang-orang yang tidak mengetahui". Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." <QS.39:9>

"Dia-lah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat itulah pokok-pokok isi Al-Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Rabb-kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (darinya) melainkan orang-orang yang berakal." <QS.3:7>

"Ini (Al-Qur'an) adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya, dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran." <QS.38:29>

"Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya, dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula, sebagai rahmat dari Kami, dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran." <QS.38:43>

  ~

Mengenai pemberian hikmah-Nya kepada para nabi-Nya, disebutkan:

"Ya Rabb-kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur'an) dan hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." <QS.2:129>

"Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab dan Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui." <QS.2:151>

"Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal." <QS.2:269>

"Dan Allah akan mengajarkan kepadanya (Isa) Al-Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil." <QS.3:48>

"Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya Sesungguhnya, Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar." <QS.4:54>

"Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu." <QS.4:113>

"Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab, hikmah (pemahaman agama) dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya (yang tiga macam itu), maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak mengingkarinya." <QS.6:89>

"Dan tatkala dia (Yusuf) cukup dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." <QS.12:22>

"Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Rabb kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan ilah yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka, dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah)." <QS.17:39>

"Hai Yahya, ambillah Al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah, selagi ia masih kanak-kanak," <QS.19:12>

"dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik," <QS.21:74>

"maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman, tentang hukum (yang lebih tepat): dan kepada masing-masing mereka (Daud dan Sulaiman), telah Kami berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih (kepada-Nya) bersama Daud. Dan Kami-lah yang melakukannya." <QS.21:79>

"Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." <QS.28:14>

"Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu, dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui." <QS.33:34>

"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf, seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka, Kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya, mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata," <QS.62:2>

"Dan tatkala Isa datang membawa keterangan, dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmah, dan untuk menjelaskan kepadamu, sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertaqwakah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku." <QS.43:63>

  ~

Mengenai tuntunan atau pengajaran-Nya melalui para nabi-Nya, disebutkan:

"…, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu yaitu Al-Kitab dan Al-Hikmah. Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertaqwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." <QS.2:231>

"Sesungguhnya, Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya, Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya, Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." <QS.4:58>

  ~

Mengenai tuntunan atau pengajaran-Nya kepada manusia, disebutkan:

"Sesungguhnya Allah menyuruh (manusia) berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi (sedekah) kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu (manusia), agar kamu dapat mengambil pelajaran." <QS.16:90>

  ~

Mengenai ketaatan kepada Allah dan para nabi-Nya, disebutkan:

"Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu, untuk menjadi pemelihara mereka." <QS.4:80>

"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya, orang itu telah sesat sejauh-jauhnya." <QS.4:136>

  ~

Mengenai cara wahyu-Nya turun, disebutkan:

"Dan sesungguhnya, Al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam," <QS.26:192>

"dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril)," <QS.26:193>

"ke dalam hatimu (Muhammad), agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan" <QS.26:194>

"Katakanlah: "Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkan (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seijin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman"." <QS.2:97>

  ~

Mengenai pemahaman para nabi-Nya tentang hal-hal gaib, disebutkan:

(lihat catatan 54: "Zat Allah dan ruh yang gaib", mengenai pengetahuan para nabi-Nya atas hal-hal yang gaib)

  ~

Mengenai contoh hal-hal gaib, disebutkan:

(lihat catatan 54: "Zat Allah dan ruh yang gaib", mengenai pengetahuan para nabi-Nya atas hal-hal yang gaib)

 

82)

>

Al-Qur'an yang penuh hikmah

  ~

Mengenai dibukakan-Nya segala hakekat dan hikmah dalam turunnya Al-Qur'an, disebutkan:

"Demi Kitab (Al-Qur'an) yang menjelaskan," <QS.44:2>

"sesungguhnya, Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya, Kami-lah yang memberi peringatan." <QS.44:3>

"Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah," <QS.44:4>

" (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul," <QS.44:5>

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an), pada malam kemuliaan." <QS.97:1>

"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?." <QS.97:2>

"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." <QS.97:3>

"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril, dengan ijin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan(-Nya di dunia, terutama untuk menyampaikan segala hikmah dan hakekat kepada Muhammad)." <QS.97:4>

"Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." <QS.97:5>

  ~

Mengenai Al-Qur'an yang penuh hikmah dan hakekat, disebutkan:

"Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah," <QS.36:2>

"Dan sesungguhnya, Al-Qur'an itu dalam induk Al-Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya), dan amat banyak mengandung hikmah." <QS.43:4>

"Demikianlah (kisah 'Isa), Kami membacakannya kepada kamu (Muhammad) sebagian dari bukti-bukti (kerasulan 'Isa) dan (membacakan) Al-Qur'an yang penuh hikmah." <QS.3:58>

 

83)

>

Pengangkatan para nabi dan rasul-Nya

  ~

Mengenai pengangkatan para nabi, disebutkan:

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain"." <QS.5:20>

"Mereka (para nabi) itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Bani Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka tersungkur dengan bersujud dan menangis." <QS.19:58>

"Hai Rasul, sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." <QS.5:67>

"Maka ketika Ibrahim telah menjauhkan diri dari mereka, dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya (anak-anak bernama) Ishak dan Yakub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi." <QS.19:49>

  ~

Mengenai proklamir kenabian para nabi, disebutkan:

"Sesungguhnya aku (Nuh) adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu," <QS.26:107>

"Sesungguhnya aku (Hud) adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu," <QS.26:125>

"Sesungguhnya aku (Shaleh) adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu," <QS.26:143>

"Sesungguhnya aku (Luth) adalah seorang rasul kepercayaan yang (di utus) kepadamu," <QS.26:162>

"Sesungguhnya aku (Syu'aib) adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu," <QS.26:178>

"Dan Musa berkata: "Hai Fir'aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Rabb semesta alam," <QS.7:104>

"Dan katakanlah: "Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan yang menjelaskan"." <QS.15:89>

"Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: "Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka, dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata"." <QS.61:6>

 

84)

>

Kisah para nabi dan rasul-Nya sebagai contoh suri teladan

  ~

Mengenai banyaknya nabi-nabi, disebutkan:

"Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul, yang sungguh Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan, tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung." <QS.4:164>

"Berapa banyaknya nabi-nabi, yang telah Kami utus, kepada umat-umat yang terdahulu?." <QS.43:6>

"Allah memilih utusan-utusan(-Nya) dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya, Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." <QS.22:75>

"Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki, yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah (kisah-kisah mereka) olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui." <QS.21:7>

"Dan sesungguhnya, telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu (Muhammad), di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu, dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu'jizat, melainkan dengan seijin Allah; maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil." <QS.40:78>

  ~

Mengenai kisah nabi-nabi, disebutkan:

"Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik), di kalangan orang-orang yang datang kemudian," <QS.37:108>

"Dan Kami abadikan untuk keduanya (Musa dan Harun, pujian yang baik), di kalangan orang-orang yang datang kemudian," <QS.37:119>

"Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik), di kalangan orang-orang yang datang kemudian," <QS.37:129>

"Dan semua kisah dari rasul-rasul yang telah Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman." <QS.11:120>

"Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad), sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya, telah Kami berikan kepadamu, dari sisi Kami, (sebagai) suatu peringatan (dan pelajaran)." <QS.20:99>

"Dan sesungguhnya, telah datang kepada mereka beberapa kisah yang ada di dalamnya terdapat pelajaran pencegahan (dari kekafiran)," <QS.54:4>

 

85)

>

Proses diturunkan-Nya wahyu-Nya

  ~

Mengenai wahyu nabi yang hanya berupa pengulangan dari wahyu-Nya, atau wahyu-Nya tidak langsung turun, pas pada saat diucapkan, namun dari hasil pengetahuan dan pemahaman sebelumnya atas berbagai kebenaran-Nya, disebutkan:

Ucapan (wahyu) para nabi-Nya adalah wahyu dari Allah

"Ucapannya (Muhammad) itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepada umatnya)," <QS.53:4>

"Dan demikianlah, Kami wahyukan kepadamu (hai umat Muhammad) wahyu (Al-Qur'an), dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur'an), dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia (cahaya kebenaran-Nya), siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya, kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus." <QS.42:52>

"Dan bacakanlah apa yang (telah) diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabb-mu (Al-Qur'an). Tidak ada (seorangpun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain daripada-Nya." <QS.18:27>

"Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki (para nabi), yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui," <QS.16:43>

"Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul, dan aku tidak mengetahui, apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti, apa yang diwahyukan kepadaku, dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang memberi penjelasan"." <QS.46:9>

Wahyu-Nya sebagai pengetahuan dan pemahaman para nabi-Nya

"Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca (ayat-ayat) Al-Qur'an, sebelum disempurnakan diwahyukannya kepadamu (sebagai pengetahuan, pemahaman dan keyakinan yang utuh atas kebenaran kebenaran ayat-ayat-Nya itu), dan katakanlah: "Ya Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan"." <QS.20:114>

"Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (menyampaikan ayat-ayat) Al-Qur'an, karena hendak cepat-cepat (menyampaikan)nya." <QS.75:16>

"Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah, mengumpulkan (semua hujjah)nya (yang terkait di dadamu) dan membacanya (memberikan hikmahnya atau mewahyukannya)." <QS.75:17>

"Apabila Kami telah selesai membacakannya (mewahyukannya), maka ikutilah (sampaikanlah) bacaannya itu (wahyu-Nya itu)." <QS.75:18>

"Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah (memberi) penjelasannya (sebagai pengetahuan, pemahaman dan keyakinan yang utuh atas kebenaran ayat-ayat-Nya itu)." <QS.75:19>

  ~

Mengenai penyampaian wahyu oleh Allah melalui para malaikat, disebutkan:

(lihat catatan 31: "Para malaikat dan tugas-tugasnya", mengenai tugas para malaikat dalam menyampaikan wahyu-Nya)

  ~

Mengenai perolehan dan penyampaian wahyu-Nya oleh para nabi-Nya, disebutkan:

Perolehan wahyu-Nya oleh para nabi-Nya

"Demikianlah, Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, mewahyukan kepada kamu, dan kepada orang-orang yang sebelum kamu." <QS.42:3>

"Sesungguhnya, Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud." <QS.4:163>

"Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat, bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Rabb-mu, itulah yang benar, dan menunjuki (manusia) kepada jalan Rabb Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji." <QS.34:6>

Penyampaian wahyu-Nya oleh para nabi-Nya

"Bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya, ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus." <QS.3:101>

"Demikianlah, Kami telah mengutus kamu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya, supaya kamu membacakan kepada mereka (Al-Qur'an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir terhadap Rabb Yang Maha Pemurah. Katakanlah: "Dialah Rabb-ku tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat"." <QS.13:30>

"Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): "Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang-benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah". Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur." <QS.14:5>

  ~

Mengenai bahasa yang digunakan dalam penyampaian wahyu-Nya, disebutkan:

"Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya." <QS.12:2>

"Sesungguhnya Kami mudahkan Al-Qur'an itu, dengan bahasamu, supaya mereka mendapat pelajaran." <QS.44:58>

"Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Rabb Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana." <QS.14:4>

"Dan sesungguhnya, Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al-Qur'an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya (ialah) bahasa 'Ajam, sedang Al-Qur'an adalah dalam bahasa Arab yang terang." <QS.16:103>

"Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur'an itu suatu bacaan dalam bahasa, selain bahasa Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya". Apakah (patut Al-Qur'an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab?. Katakanlah: "Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar, bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman, pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh"." <QS.41:44>

  

Sebelumnya

Daftar isi

Teratas

Berikutnya

 

Buat komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s