Bab VI.B Sifat pembeda (ciri khas)

Buku: "Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW"

Sebelumnya

Daftar isi

Terbawah

Berikutnya

  

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu,
menurut ukuran (yang tertentu)."
(QS. AL-QAMAR:54:49).

"(Allah), Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi.
Dan Dia tidak mempunyai anak.
Dan tidak sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan.
Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu.
Dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya, dengan serapi-rapinya."
(QS. AL-FURQAAN:25:2).

 

VI.B.

Sifat Pembeda Ciptaan-Nya (ciri khas)

Gambaran umum sifat pembeda ciptaan-Nya

'Sifat pembeda' adalah sifat yang langsung melekat (atau tidak berkaitan dengan proses atau perbuatan), pada tiap zat ciptaan-Nya di seluruh alam semesta, dari sel sampai dinosaurus, dari atom sampai galaksi, dari tumbuhan lumut sampai pohon beringin, dari iblis sampai malaikat, dsb, yang telah ditetapkan-Nya 'sebelum' penciptaan alam semesta ini, dan telah tercatat pada kitab mulia (Lauh Mahfuzh) di sisi 'Arsy-Nya, yang amat agung dan mulia.

Karena segala ketetapan-Nya justru diciptakan-Nya 'sebelum' penciptaan alam semesta itu sendiri, maka segala hal yang ditetapkan-Nya hanya berupa sifat-sifat dari zat elemen paling dasar penyusun keseluruhan alam semesta ini, yaitu zat Ruh (gaib dan hidup) dan zat materi 'terkecil' (nyata dan mati). Dengan didukung pula oleh energi, maka segala zat ciptaan-Nya di seluruh alam semesta bisa terbentuk (melalui sunatullah), hanya dari dua elemen paling dasar tersebut. Dan segala proses penciptaan atau proses terjadinya segala zat ciptaan-Nya yang ada saat ini, justru hanya mengikuti sifat-sifat dari dua elemen paling dasar itu setelah mengalami tak-terhitung jumlah proses selama sekitar milyaran tahun sampai saat ini. Zat materi 'terkecil' itu sering disebut pada buku ini sebagai 'Atom', walau hal inipun kurang tepat dan hanya untuk penyebutan praktisnya saja. 68)

Baca pula topik "Atom-atom", tentang benda terkecil yang sebenarnya. Dan topik "Ruh-ruh", tentang sifat-sifat zat ruh.

Juga dengan kata lain, sifat pembeda itu adalah hal-hal yang menunjukkan perbedaan khas di antara zat-zat ciptaan-Nya pada saat "diam" (statis, tidak berbuat sesuatu, atau keadaannya tidak berubah-ubah). Sifat pembeda inilah yang umumnya membuat zat-zat ciptaan-Nya dikelompokkan menjadi berbagai jenis (seperti: manusia, hewan dan tumbuhan; makhluk nyata dan gaib; makhluk hidup dan benda mati; dsb), karena memang langsung mudah terlihat atau diketahui.

Sejak saat awal ditetapkan-Nya, sifat pembeda justru juga bisa berubah, atas perubahan keadaan tertentu lingkungan sekitarnya (pada keadaan yang berbeda, sifat pembeda berbeda pula). Tetapi tiap proses perubahan sifat pembeda ini pastilah mengikuti sunatullah (telah pasti dan jelas rumus-rumus proses perubahannya).

Tetapi perlu diketahui pula, bahwa sifat-sifat pembeda dari dua elemen paling dasar (zat ruh dan terutama zat materi 'terkecil') justru tetap tidak berubah. Sifat-sifat pembeda yang mengalami perubahan di atas, justru hanya terjadi pada materi yang strukturnya lebih kompleks, dari hasil proses interaksi antar zat-zat materi 'terkecil'-nya (melalui proses penggabungan ataupun proses pemisahan materi).

Baca pula topik "Jenis-jenis ciptaan-Nya".

Contoh sifat pembeda ciptaan-Nya dan perubahannya

Contoh sifat dan karakteristik khas tiap zat ciptaan-Nya, antara lain: bentuk (padat, cair atau gas); ukuran atau dimensi ruang; massa jenis; kadar-kerapatan; pH (keasaman); warna; kelembaban; makhluk hidup atau benda mati (dengan ataupun tanpa ruh); makhluk nyata atau makhluk gaib (ruh dengan ataupun tanpa tubuh wadah); manusia, hewan atau tumbuhan; pria atau wanita; bayi atau lansia; dsb.

Beberapa contoh sederhana lainnya tentang sifat zat ciptaan−Nya dan perubahannya, misalnya:

Syaitan dan iblis yang jelas berupa makhluk gaib, mustahil akan pernah berwujud makhluk yang mengerikan, ataupun berwujud makhluk nyata lainnya, sebab hal ini justru bertentangan dengan sunatullah, begitu pula segala jenis makhluk gaib lainnya. Segala makhluk gaib pasti tetap gaib wujud zatnya.

Kalau ada disebut penampakan ini misalnya, justru hanya berupa manusia biasa yang sedang kerasukan, atau pembicaraan dan perbuatannya memang sedang dipengaruhi oleh syaitan dan iblis. Dan manusia yang mengaku pernah melihatnya pasti telah berkhayal, bermimpi ataupun berhalusinasi.

Ada pula berupa sesuatu perumpamaan (misalnya tentang iblis yang berwujud makhluk yang mengerikan di atas), untuk sekedar menjadi peringatan bagi anak-anak, agar amat waspada terhadap pengaruh godaan iblis, syaitan ataupun jin.

Baca pula topik "Makhluk hidup gaib", tentang syaitan yang berwujud manusia.

Sesuatu benda padat akan mulai meleleh atau mencair, jika telah dipanaskan melewati sesuatu suhu tertentu (titik leleh atau lebur). Selanjutnya, jika benda itu terus dipanaskan lagi, melewati suhu tertentu lainnya (titik uap), maka cairan itu akan mulai menguap.

Tetapi jika keadaan tekanan udara di sekeliling benda itu berbeda dari harga semula, maka titik leleh dan titik uapnya akan berbeda pula. Dan tiap benda mati, memiliki sifat (titik leleh dan titik uap misalnya) yang berbeda-beda pada tiap keadaannya.

Sesuatu ruh 'tertentu' hanya bisa 'masuk' (ditiupkan-Nya) untuk bisa memberi kehidupan kepada benih tubuh (benda mati), untuk menjadi suatu sel hidup, hanya jika bertemu dengan sesuatu jenis benih tubuh 'tertentu' saja, serta dalam keadaan 'tertentu' pula (misalnya: belum terisi ruh, cukup energi, dsb).

Kekurangan energi itu misalnya sebagai penyebab adanya kemandulan (selnya menjadi mati, ataupun bahkan belum sempat terbentuk sel).

Dan berbagai contoh lain tentang berbagai sifat-sifat zat ciptaan-Nya, sebagiannya telah terungkap pada topik-topik lainnya pada buku ini.

Penutup tentang sifat pembeda ciptaan-Nya

Sekali lagi penting diketahui, bahwa sifat-sifat pembeda pada segala zat ciptaan-Nya yang dibahas di sini, pada dasarnya hanya tiap sifat yang 'mutlak' dan 'kekal', yang telah ditetapkan atau diberikan-Nya langsung, pada awal penciptaan seluruh alam semesta ini.

Sehingga sifat-sifat pembeda yang diberikan-Nya inipun, pada dasarnya sifat-sifat pada tiap unsur elementer penyusun seluruh alam semesta ini, yaitu 'Atom' dan 'Ruh'. Selanjutnya, sifat-sifat pembeda pada tiap zat ciptaan-Nya, justru berupa hasil gabungan dari sifat-sifat pada 'Atom' dan 'Ruh' tersebut. Dan tentunya terutama dari sifat-sifat pada Atom, karena hanyalah Atom yang menyusun segala benda atau materi nyata-lahiriah-fisik, yang mudah dilihat oleh manusia (sedang Ruh bersifat gaib). Namun di lain pihaknya, tiap zat Ruh justru amat menentukan segala sifat pada tiap makhluk hidup yang terkait.

Proses penggabungan dari berbagai sifat pembeda itupun bisa berlangsung secara alamiah, serta bisa pula dari hasil usaha makhluk-Nya. Dengan melalui cara apapun segala proses perubahan ataupun penggabungan sifat-sifat pembeda itu, justru pasti mengikuti aturan-Nya (atau sunatullah), karena segala usaha makhluk-Nya justru pada dasarnya hanya memilih dan memanfaatkan sunatullah.

Sifat-sifat pembeda pada segala zat ciptaan-Nya, yang berasal dari hasil usaha makhluk-Nya pada dasarnya pasti bersifat 'relatif' dan 'temporer', sehingga justru relatif tidak dibahas ataupun disebut-sebut pada uraian-uraian di atas.

"Tidakkah kamu melihat, bahwasanya Allah menurunkan air hujan dari langit lalu. Kami hasilkan dari air hujan itu, buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah, yang beraneka macam warnanya, dan ada yang hitam pekat." "Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak, ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya, Allah Maha Perkasa, lagi Maha Pengampun." – (QS.35:27-28).

"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan, dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), …" – (QS.42:11).

  

Sebelumnya

Daftar isi

Teratas

Berikutnya

 

Buat komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s