Bab IV.A Atom-atom

Buku: "Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW"

Sebelumnya

Daftar isi

Terbawah

Berikutnya

  

"Katakanlah: 'Serulah mereka,
yang kamu anggap (sebagai ilah) selain Allah.
Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun
di langit dan di bumi.
Dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun,
dalam (penciptaan) langit dan bumi.
Dan sekali-kali tidak ada di antara mereka,
yang menjadi pembantu bagi-Nya'."
(QS. SABA':34:22).

"Dan orang-orang yang kafir berkata:
'Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami'.
Katakanlah: 'Pasti datang,
demi Rabb-ku yang mengetahui yang gaib,
sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu.
Tidak ada tersembunyi dari-Nya seberat zarrahpun,
yang ada di langit dan yang ada di bumi,
dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar,
melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh),"
(QS. SABA':34:3).

 

IV.A.

Atom-atom

Atom, elemen paling dasar penciptaan segala benda mati

Atom adalah elemen paling dasar pembentukan seluruh 'benda nyata' ('makhluk hidup nyata' ataupun 'benda mati nyata'), di seluruh alam semesta ini. Atom ukurannya amat sangat kecil (tidak bisa dilihat dengan mata telanjang), amat bervariasi ukurannya (tergantung pada jenis atomnya), dan kira-kira berbentuk seperti bola sempurna ataupun bola agak lonjong. Dan tentunya Atom belum dikenal di jaman Nabi.

Atom juga terdiri dari berbagai elemen yang lebih kecil lagi, yang banyak menentukan sifat-sifat dari tiap atomnya, yang terutama adalah Neutron (inti-pusat netral), Proton (ion positif), Elektron (ion negatif) dan Foton (pembawa energi). Tiap Elektron seperti tiap planet kecil yang pergerakan orbitnya mengitari inti-pusat atom (gabungan Neutron dan Proton), yang ukuran dan massanya paling besar.
Tetapi masing-masing elemen atom itu tidak bersifat mandiri (cenderungmenyatu kembali ke dalam sesuatu atom, jika keadaannya telah stabil). Elemen-elemen atom yang bisa sering berpindah tempat, yaitu: Foton (sebagai energi cahaya) dan Elektron (sebagai aliran ion listrik pada semua bahan konduktor). 13)

Perlu diingat bahwa atom, neutron, proton, elektron dan foton di atas bukanlah 'benda atau materi yang terkecil'. Tetapi atom adalah materi terkecil yang menyusun segala jenis materi lainnya yang lebih kompleks, yang telah dikenal oleh manusia. Sedang 'materi penyusun terkecil yang sebenarnya', justru belum dikenal oleh manusia.
Baca pula uraian pada topik di bawah, tentang 'benda atau materi yang terkecil'.

Jenis-jenis lain atom di alam semesta

Di samping atom-atom yang telah dikenal (seperti pada Tabel 1 di bawah), ada banyak pula atom yang belum terjamah dan dikenal oleh manusia (seperti atom-atom penyusun inti-pusat planet, bintang, pusat galaksi, dsb). Karena secara teknis dan teknologi yang dimiliki manusia saat sekarang ini, atom-atom tersebut memang belum bisa dijangkau dan dipelajari.

Di antara atom-atom yang dikenal itu, ada pula sejumlah atom buatan manusia, dari hasil memodifikasi atom-atom yang ada di alam bebas, untuk berbagai keperluan khusus, seperti: pembuatan bom atom (nuklir), penelitian, kedokteran, dsb. Berbagai atom buatan manusia ini pada umumnya berupa zat-zat radioaktif, dan terletak pada bagian-bagian bawah dari Tabel 1 tersebut. 12)

Beberapa sifat atom, secara ringkas

Komposisi dan jumlah Proton dan Elektron pada sesuatu atom, sangat menentukan polarisasi atau tingkat oksidasi dari atomnya (daya ikat / valensi). Atom akan berpolarisasi positif, jika jumlah Protonnya lebih banyak daripada jumlah Elektronnya, atau jika sebaliknya akan berpolarisasi negatif. Tetapi pada keadaan 'normal ataupun stabilnya', atom-atom itu akan berpolarisasi netral (Proton dan Elektronnya justru berjumlah sama).
Angka valensi atom itu kira-kira menunjukkan sejumlah atom yang berpolarisasi berlawanan lainnya (positif ataupun negatif), yang bisa diikatnya pada keadaan tertentu (terutama keadaan suhu tertentu lingkungannya), untuk bisa berreaksi menjadi molekul atau senyawa.

Selain itu, setiap atom juga memiliki berbagai sifat yang khas, seperti: massa jenis, titik didih, titik leleh, dsb. Dan jika sesuatu atom berada dalam jumlah yang cukup banyak, maka sifatnya yang paling mudah tampak, adalah wujudnya pada suhu ruangan (suhu lingkungan atau suhu kestabilannya), yaitu: padat, cair dan gas.

Tabel 1: Susunan berkala unsur-unsur kimia (atom-atom)

Proses-proses di alam semesta dan unsur yang terjadi

Berdasarkan pada data yang diterbitkan oleh NASA (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional − AS) ditunjukkan proses-proses di alam semesta ini (kosmik), dan unsur-unsur yang terjadi pada setiap proses itu. Proses-proses itu antara-lain:

~ Dentuman besar (big bang)
~ Cahaya-cahaya kosmik (cosmic rays)
~ Bintang-bintang berukuran kecil (small stars)
~ Bintang-bintang berukuran besar (large stars)
~ Supernova atau ledakan bintang (supernovae)
~ Non-alamiah atau buatan manusia (non-natural)

 

Secara ringkas proses-proses itu telah ditampilkan pada Tabel 2 berikut.

Tabel 2: Proses di alam semesta dan unsur yang terjadi

(dirangkum dari NASA − Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional − AS)

 

Keterangan tabel

Tabel di atas menggambarkan berbagai proses dan kejadian di alam semesta (kosmik), yang membentuk elemen-elemen kimia. Masing-masing proses ("big bang", reaksi fusi pada bintang-bintang berukuran kecil dan besar, supernova, dan fragmentasi cahaya-cahaya kosmik), telah membentuk elemen-elemen pada tubuh manusia dan pada segala hal di sekitar.

Tabel itu digambarkan dengan mencermati benda-benda pada tubuh manusia dan pada segala hal di sekitar, dan diidentifikasi elemen-elemen utama yang menyusun benda-benda itu. Elemen-elemen ini lalu dihubungkan dengan proses-proses kosmik yang membentuknya (catatan: pola-arsir atas tiap elemen-elemen itu terkait dengan pola-arsir atas tiap proses-proses kosmiknya).

Ada beberapa elemen yang berasal lebih dari satu proses. Proses keduanya disertakan, jika berperanan lebih dari 30%, atas jumlah suatu elemen di alam semesta.

Proses-proses di alam semesta (kosmik) dan elemen-elemen yang terbentuk:

a.

Dentuman besar (big bang)

Proses "Big bang" ini dianggap oleh para ilmuwan barat, sebagai proses paling awal dari penciptaan alam semesta ini. Walau dalam uraian di atas, teori-teori tentang proses "big bang" ini justru kurang sesuai benar dengan pemahaman pada buku ini (proses "big light").

Pada proses "Big bang" terbentuk semua materi dan energi di alam semesta. Sebagian besar atom Hidrogen (H) dan atom Helium (He) di alam semesta, terbentuk setelah proses "Big bang". Elemen-elemen yang lebih berat lagi terbentuk belakangan.

Unsur-elemen yang terbentuk:

H, He.

b.

Cahaya-cahaya kosmik (cosmic rays)

Pelepasan materi yang amat kecil, yang menjadi inti-pusat-nukleus dari tiap elemen, dari sesuatu proses kosmik ke segala arah (tersebar pada ruang-ruang kosong antar galaksi dan bintang, atau ruang antariksa).

Inti-pusat-nukleus dari elemen-elemen, terbentuk pada "big bang", bintang-bintang dan supernova, lalu terjatuh dari luar angkasa dan mencapai ke bumi, dalam bentuk cahaya-cahaya kosmik.

Atom Lithium (Li) pada baterei jam misalnya, sebagiannya berasal dari cahaya-cahaya kosmik.

Unsur-elemen yang terbentuk:

Li, Be, B.

c.

Bintang-bintang berukuran kecil (small stars)

Proses fusi nuklir dalam inti-pusat bintang-bintang berukuran kecil (seperti Matahari), memicu atom Hidrogen (H) berubah menjadi atom Helium (He), dan lalu memicu atom Helium (He) berubah menjadi atom Karbon (C) dan atom Nitrogen (N).

Atom Karbon (C) adalah unsur dasar penyusun tubuh makhluk hidup, dan atom Nitrogen (N) adalah bagian dari semua jenis protein, yang amat diperlukan oleh makhluk hidup.

Unsur-elemen yang terbentuk:

Li, C, N, Nb, Mo, Tc, Ru, Pd, Cd, In, Sn, Ba, La, Hf, Ta, W, Hg, Tl, Pb, Bi, Ce, Pr, Nd, Sm, Yb.

d.

Bintang-bintang berukuran besar (large stars)

Proses fusi nuklir dalam inti-pusat bintang-bintang berukuran besar, membentuk elemen-elemen yang relatif berat dan ringan.

Pada bintang-bintang berukuran besar terbentuk misalnya: atom Kalsium (Ca) pada tulang manusia; atom Oksigen (O) yang dihirup manusia; atom Silikon (Si) dalam tanah; dan atom Belerang (S) pada rambut manusia.

Unsur-elemen yang terbentuk:

O, Ne, Na, Mg, Al, Si, P, S, Cl, Ar, K, Ca, Sc, Co, Cu, Zn, Ga, Ge, As, Se, Br, Kr, Rb, Sr, Y, Zr.

e.

Supernova atau ledakan bintang (supernovae)

Proses pada saat-saat akhir usia suatu bintang, melalui suatu ledakan.

Daya ledakan supernova membentuk dan menyebarkan amat banyak elemen-elemen, misalnya: atom Emas (Au) bagi perhiasan, atom Titanium (Ti) bagi rangka kacamata yang amat ringan, dan juga atom Besi (Fe) dalam darah.

Unsur-elemen yang terbentuk:

B, F, Si, S, Cl, Ar, K, Ca, Sc, Ti, V, Cr, Mn, Fe, Co, Ni, Cu, Zn, Ga, Ga, Ge, As, Se, Br, Kr, Rb, Sr, Y, Zr, Nb, Mo, Ru, Rh, Pd, Ag, Cd, In, Sn, Sb, Te, I, Xe, Cs, Hf, Ta, W, Re, Os, Ir, Pt, Au, Hg, Tl, Bi, Po, At, Rn, Fr, Ra, Ac, Pr, Nd, Sm, Eu, Gd, Tb, Dy, Ho, Er, Tm, Yb, Lu, Th, Pa, U, Np, Pu.

f.

Non-alamiah atau buatan manusia (non-natural)

Proses-proses hasil usaha manusia, untuk bisa membuat elemen-elemen yang tidak ada di alam bebas, bagi berbagai keperluan.

Unsur-elemen yang terbentuk:

Tc, Rf, Db, Sg, Bh, Hs, Mt, Pm, Am, Cm, Bk, Cf, Es, Fm, Md, No, Lr.

 

Namun perlu diketahui pula, bahwa pada Tabel 1 atau Tabel 2 di atas tentunya belum tercantum segala unsur-atom yang belum bisa dijangkau ataupun belum dikenal oleh manusia (misalnya unsur-atom yang amat sangat berat yang menyusun inti-pusat segala benda langit).

Juga tiap proses pembentukan unsur-atom di atas bukan terjadi begitu saja 'dengan sendirinya', namun justru diciptakan-Nya (melalui aturan-Nya atau sunatullah).

Barangkali benar, bahwa berbagai jenis atom itu bisa terbentuk padasetiap proses pada Tabel 2 di atas. Namun jika dicermati dengan lebih teliti keterangan tabelnya, maka tampak ada sesuatu kelemahan (sekaligus kelemahan dari teori "big bang" itu sendiri), karena belum ada penjelasan tentang bagaimana seluruh jenis atom di Bumi ini bisa terbentuk, ataupun bisa mencapai Bumi. Padahal hanya beberapa jenis atom yang amat ringan saja, yang bisa melintasi ruang antariksa (pada cahaya-cahaya kosmik di atas).

Ada pula hal yang amat ironis ditunjukkan pada Tabel 2, yang sekaligus pula bisa menunjukkan, bahwa pemahaman manusia tentang awal penciptaan alam semesta, memang belumlah memadai dan tuntas (teori "big bang" masih amat meragukan), karena secara terurut makin besar skala prosesnya, dari proses pada cahaya kosmik, bintang kecil, bintang besar sampai pada supernova, atom-atom yang bisa terbentuk justru makin berat dan makin banyak jenisnya. Sedangkan pada proses "big bang", yang semestinya prosesnya paling besar dan luas skalanya dibanding proses-proses lainnya, justru dianggap hanya membentuk atom-atom yang paling ringan dan sedikit jenisnya (hanya atom-atom gas Hidrogen-H dan gas Helium-He).

Hal ironis ini tentunya terjadi, jika proses "big bang" itu hanya dianggap proses yang relatif 'sesaat' saja, ataupun tidak termasuk pula proses-proses sampai saat 'sebelum' terbentuknya segala benda-benda langit. Pada proses "big bang" yang 'diperpanjang' ini tentunya pasti bisa terbentuk pula segala jenis atom, dari atom yang 'paling ringan' (seperti atom-atom gas Hidrogen-H dan gas Helium-He), sampai atom yang 'paling berat' (seperti atom-atom penyusun inti-pusat bagi segala benda langit).

Dari Tabel 2 itupun secara tidak langsung jelas dibantah, atas sebagian pendapat para penganut teori "big bang" yang menyatakan, bahwa proses "big bang" diawali dari sesuatu benda yang amat sangat besar, padat dan panas, yang meliputi seluruh materi di alam semesta. Akan tetapi sebenarnya justru lebih tepat jika diawali dari amat sangat besar jumlah atom-atom gas Hidrogen-H dan gas Helium-He.

Hal inipun bahkan makin mendukung kebenaran kandungan isi Al-Qur'an, yang menyatakan seperti "langit dan bumi pada awalnya masih bersatu padu, lalu dipisahkan-Nya (masing-masing dibentuk-Nya)" (QS.21:30), serta "langit pada awalnya masih berupa asap atau kabut, lalu langit dan bumi dipanggil-Nya untuk datang (masing-masing dihadirkan-Nya atau dibentuk-Nya)" (QS.41:11). Sehingga langit dan Bumi justru pada awalnya bersatu padu, dalam bentuk "asap atau kabut alam semesta".

Proses pembentukan benda mati

Menurut keadaan tertentu dan angka valensinya, atom-atom itu akan bisa saling mengikat (berreaksi) membentuk suatu molekul atau senyawa (misalnya: karbon-monooksida − CO, uap air − H2O, karbon-dioksida − CO2, metanol − CH4, asam sulfat − H2SO4, natrium-klorida − NaCl, asam klorida − HCl, dsb)

Lalu pada keadaan tertentu pula, tiap molekul itupun akan bisa berreaksi dengan sejumlah molekul-senyawa lainnya (sejenis ataupun tidak), untuk membentuk suatu 'butir' benda mati (misalnya: debu, butir air, butir kristal, serbuk logam, butir pasir, dsb), sebagai benda terkecil yang bisa terlihat langsung dengan mata telanjang.
Pada akhirnya, sejumlah sangat besar butir-butir tersebut (yang sejenis ataupun tidak), akan bisa saling berreaksi, untuk membentuk suatu benda mati 'utuh' (misalnya: air, tanah, logam, batu, kursi, baju, tv, rumah, dsb). Dan rangkaian proses-proses reaksi ini juga berlaku secara umum, dalam pembentukan segala benda mati.

Atom, bukan benda nyata terkecil yang sebenarnya

Seperti telah diuraikan di atas, bahwa benda mati nyata yang terkecil yang sebenarnya bukanlah atom. Bahkan bukan pula elektron, proton, foton atau neutron, yang merupakan elemen-elemen kecil di dalam suatu sistem atom.
Pemahaman di sini, bahwa benda terkecil sebenarnya adalah sesuatu bentuk 'langit' lain, yang mustahil bisa diketahui atau dicapai oleh manusia. Kenyataannya pula, selain berbagai elemen atom yang telah diketahui di atas, masih amat banyak lagi elemen lainnya yang lebih kecil. Hal ini juga masih dibatasi oleh kemampuan daya tangkap penglihatan dari mikroskop elektron, sebagai alat yang relatif paling teliti saat ini untuk bisa meneliti benda-benda yang amat kecil.

Tetapi di sini, Atom tetap bisa dianggap sebagai benda terkecil pula, karena sementara ini hanyalah Atom, benda terkecil yang telah diketahui memiliki sifat yang mandiri. Sedang elektron, proton, foton dan neutron misalnya, selalu tergantung dan berada di dalam lingkup pengaruh Atom, jika berada pada keadaan stabilnya masing-masing.
Hal yang lebih penting, Atom adalah sesuatu 'kesatuan' sistem bendaterkecil yang telah 'diketahui' manusia, sebagai 'penyusun' dari segala benda nyata. Walau secara teoretis, tidak mustahil ada 'sistem benda' ataupun 'benda' yang lebih kecil lagi, sebagai 'penyusun' dari elektron, proton, foton, neutron dan elemen-elemen sub-atom lainnya yang telah diketahui manusia. Lihat pula Gambar 5 berikut.

Di samping itu pula, karena berbagai hal tentang Atom relatif sangatmendalam dan lengkap telah dipelajari manusia. Sebagian dari hasil pengetahuan manusia ini adalah seperti pada uraian dan berbagai data yang ditampilkan pada Tabel 1 di atas. Walaupun pada uraian di atas pula, bahwa ada berbagai atom-atom yang belum dikenal ataupun belum dijangkau oleh manusia.

Dengan berbagai pengetahuannya, manusia modern telah bisa menjelaskanhampir seluruh hal lahiriah di alam semesta (tiap zat dan kejadiannya, yang tidak terkait dengan ruh), khususnya di dalam hal-hal yang terkait langsung dan berpengaruh dalam kehidupan manusia. Serta benda-benda nyata yang terlihat di sekitar, semuanya telah bisa diketahui tersusun dari atom-atom pada Tabel 1 tersebut. Sedang pada makhluk hidup nyata juga tersusun dari satu atau lebih ruh (ruh induk dan ruh-ruh anak bagi sel-selnya), yang justru tidak terlihat (gaib).

'Ruh induk' pada tiap makhluk hidup nyata, adalah sesuatu ruh yang mengendalikan tubuh makhluk secara keseluruhannya. Sedang 'ruh-ruh anak' adalah ruh-ruh yang bisa bertindak mengendalikan tiap komponen yang lebih sederhana, sebagai unsur-unsur penyusun tubuh makhluk (seperti milyaran ruh-ruh sel, berbagai ruh-ruh jaringan dan organ pada tubuh tiap manusia).
Baca pula topik "Ruh-ruh".

Gambar 5: Skema umum sistem benda nyata terkecil

Kekeliruan teori tentang zat 'anti-materi'

Keberadaan tentang zat 'anti-materi' telah dikemukakan sejak awal abad ke-20 oleh para ilmuwan barat. Pada dasarnya keberadaan zat 'anti-materi' ini berawal dari sesuatu konsep yang timbul dari hasil sesuatu model matematis di dalam mensimulasikan berbagai keadaan zat materi mikroskopis di alam semesta, khususnya berdasar simulasi dari teori relativitas dan teori kuantum, yang telah dikenal luas dalam ilmu fisika modern.

Dalam kenyataannya, zat 'anti-materi' itu sama sekali belum pernah ditemukan di 'alam bebas'. Selain karena zat 'anti-materi' itu memang tidak terlihat oleh mata telanjang. Juga karena sampai saat ini zat yang dianggap zat 'anti-materi' pada dasarnya hanya terdapat di laboratorium pusat penelitian nuklir, serta dalam jumlah yang relatif amat sedikit dan disimpan secara amat khusus agar tidak lenyap atau hilang. Hal yang lebih penting lagi, bahwa zat 'anti-materi' itu justru merupakan hasil buatan manusia, dan sekali lagi, tidak bisa ditemukan di 'alam bebas'. Lebih tepatnya lagi, zat 'anti-materi' hanya suatu zat 'materi' yang bersifat transisional dan amat sesaat.
Dalam berbagai laboratorium nuklir itu telah ditemukan (lebih tepat 'dibuat') sesuatu zat yang disebut 'Positron', yang memiliki sifat dan ukuran yang amat serupa dengan Elektron, tetapi justru bermuatan listrik berlawanan. Sehingga Elektronpun dianggap memiliki pasangan anti-elektron (Positron, singkatan dari elektron positif), dan Proton juga memiliki pasangan anti-protonnya. Lebih lanjutnya lahirlah teori, bahwa ada zat anti-Hidrogen, zat anti-Oksigen, dsb. Namun hal yang penting dari pengujian laboratorium nuklir itu adalah, jika zat 'materi' dan 'anti-materi' telah dicampurkan, maka akan bisa terjadi pelepasan energi yang relatif amat sangat besar.

Sehingga zat 'anti-materi' itu juga pada dasarnya amat serupa dengan hasil dari proses-proses pembuatan-pengkayaan bahan-bahan radioaktif, untuk bisa membuat 'bom-bom nuklir'. Maka sikap yang paling realistis bagi umat, dalam menyikapi teori tentang keberadaan zat 'anti-materi', adalah dengan menganggapnya sebagai suatu upaya dari negara-negara barat untuk menyembunyikan kegiatannya, yang sedang mengembangkan suatu jenis bom, yang berkali-kali lipat lebih hebat daripada bom nuklir yang terkuat saat ini.
Umat Islam tidaklah perlu terlalu bangga dengan lahirnya teori ini sebagai suatu bukti baru, 'bahwa Allah memang telah menciptakan segala sesuatunya saling berpasang-pasangan' (atau dianggap, jika ada materi, pasti ada anti-materinya). Selain karena bukti seperti ini telah amat sangat banyak jumlahnya, zat 'anti-materi' itu justru belum jelas bentuk kemanfaatannya (bahkan amat jelas diketahui, zat itu bisa pula dipakai untuk membuat bom). Juga teori-teori di sekitar keberadaan zat 'anti-materi' justru mengandung banyak kelemahan, misalnya:

Berbagai kelemahan pada teori-teori tentang
zat 'anti-materi'

a.

Teori dasarnya, bahwa massa dan energi adalah sebanding atau ekuivalen (dari teori relativitas Einstein: E = mc2). Juga massa bisa diubah wujudnya menjadi energi, ataupun sebaliknya.

Maka lahirlah asumsi, bahwa energi yang amat sangat besar yang timbul dari hasil dentuman atau ledakan besar ('big bang'), pada awal penciptaan alam semesta ini, telah berubah wujud menjadi sejumlah tak-terhitung zat 'materi' dan zat 'anti-materi', yang keduanya berjumlah sama banyak.

Padahal kenyataannya sampai saat inipun zat 'anti-materi' (anti-Hidrogen, anti-Oksigen, dsb) justru sama sekali belum terbukti keberadaannya di alam bebas. Padahal tiap zat materi (atom dan partikel-partikel sub-atom) yang sama-sama tidak terlihat oleh mata telanjang, justru telah jelas keberadaannya.

Maka sangat dipertanyakan, kemana hilangnya seluruh zat 'anti-materi' (yang disebutkan dalam teori zat 'anti-materi' atau dalam asumsi di atas), yang semestinya setara dengan jumlah gabungan dari seluruh benda langit (atau materi) yang ada di alam semesta.

b.

Bahwa energi tidaklah hanya terjadi karena adanya zat-zat 'anti-materi'. Energi bisa terjadi secara alamiah dari reaksi antar atom (materi), seperti energi panas sinar radiasi yang secara alamiah terjadi dan dipancarkan oleh bintang-bintang.

Sebaliknya dari energi di alam bebas justru tidak pernah terbukti terjadinya zat 'anti-materi' (selain di laboratorium nuklir di atas).

Maka energi bisa terjadi tanpa harus bertemunya zat 'materi' dan zat 'anti-materi'. Serta amat keliru teori sebaliknya, seperti pada asumsi di atas, bahwa energi yang amat sangat besar dari 'big bang', telah berubah wujud menjadi tak-terhitung jumlah zat-zat 'materi' dan 'anti-materi'.

Bahkan jika asumsi itu benar, maka mestinya dari hasil sejumlah besar ledakan nuklir setiap saatnya di Matahari, telah terbentuk pula banyak zat-zat 'anti-materi' di sistem tata surya ini. Walau ada teori lain yang menerangkan hal ini, yang menyatakan bahwa energi dari Matahari 'kurang cukup panas', untuk bisa terjadinya zat 'anti-materi'.

c.

Kalau zat 'anti-materi' itu ada, mestinya Bumi tidak bisa seaman seperti selama milyaran tahun usianya, sampai saat ini. Tentunya keadaan akhir jaman mestinya juga telah terjadi sejak dahulu.

Karena segala materi di Bumi ini mestinya akan bisa hancur, jika bertemu dengan misalnya saja, hanya sekilo zat 'anti-materi' itu. Begitu pula, mestinya ada kehancuran pada segala benda langit lainnya.

d.

Bahwa faktanya pula di alam semesta, sama sekali belumlah ada sesuatu proses yang bisa mengembalikan secara murni atau ideal atas seluruh keadaan awalnya, sebelum berlakunya proses-proses lainnya. Serta tidak ada sesuatu proses yang bersifat 'reversible murni' (atau 'dapat balik murni').

Misalnya dari teori relativitas di atas. Jika proses awalnya telah mengubah 1 kg massa menjadi energi, maka justru tidak pernah ada suatu proses lainnya yang bisa mengubah energi itu (ataupun dengan jumlah sama), kembali menjadi 1 kg massa. Tidak pernah ada proses yang bersifat reversible murni.

Padahal teori tentang zat 'anti-materi' itu hanya berasal dari hasil simulasi model matematis dari sesuatu proses yang justru bersifat reversible ini (massa menjadi energi, dan energi kembali menjadi massa, secara murni), yang memang tidak pernah terjadi di alam semesta ini. Bahkan tidak ada sesuatu singularitas pada materi.

Lebih tepatnya yang terjadi adalah, dari energi itu bisa terbentuk 'materi' (bukan gabungan zat materi dan zat anti-materi). Lebih jelasnya, materi bukanlah tercipta dari energi, tetapi energi hanya bisa mengubah, dari sesuatu jenis materi ke materi jenis lainnya.

Sebaliknya, tiap ada perubahan struktur atau jenis materi, justru bisa terjadi penyerapan ataupun pelepasan energi.

Hal ini sesuai dengan hukum kekekalan massa, yang justru telah diabaikan begitu saja oleh teori zat 'anti-materi' tersebut.

Secara sederhana pada pemahaman di sini, bahwa seluruh alam semesta pada awalnya hanya terdiri dari atom-atom gas Hidrogen (suatu jenis atom yang paling sederhana strukturnya). Kemudian energi yang amat sangat besar dari sejumlah ledakan di seluruh alam semesta ini (serupa dengan 'big bang'), telah mengubah sebagian besar dari atom-atom gas Hidrogen menjadi segala jenis atom-atom lainnya yang lebih kompleks.

e.

Bahwa sangat keliru gambaran kehancuran zat materi pada teori zat 'anti-materi', akibat dari dipertemukannya zat 'materi' dan zat 'anti-materi'.

Kehancuran itu bukan berwujud 'pemusnahan' suatu zat materi, tetapi lebih tepatnya hanya 'kematian' dari zat materi itu, karena aktifitas elektron dan proton misalnya, telah menjadi terganggu ataupun terhenti. Sedangkan elektron dan proton itu sendiri tetap ada (atau materi-materinya justru tidak musnah).

Dan akibat dari 'kematian' zat materi itu, maka energi geraknya tiba-tiba berubah menjadi energi panas. Energi yang bisa berupa suatu ledakan amat dahsyat ini sama sekali tidak 'memusnahkan' materinya, tetapi justru hanya semata-mata memecahnya menjadi sejumlah materi yang lebih kecil ukurannya.

Sangat keliru pula, jika dikaitkan antara keberadaan zat-zat 'anti-materi', dengan proses diciptakan-Nya alam semesta (sekaligus pula proses dihancurkan-Nya alam semesta di akhir jaman).

f.

Bahwa zat-zat 'anti-materi' justru hanya zat-zat 'materi' dengan sifat-sifat tertentu.

Bahkan zat 'anti-materi' justru tidak terkait sama sekali dengan keberadaan atau proses penciptaan materi oleh Allah, sehingga pemakaian istilah 'anti' juga tidak tepat.

Istilah 'anti' itu juga tidak terkait sama-sekali dengan "berbagai ciptaan-Nya yang dibuat-Nya berpasang-pasangan", yang justru biasanya terjadi secara serasi, harmonis, normal dan alamiah.

Bahkan zat 'anti-materi' hanya sesuatu zat yang telah dibuat oleh manusia sendiri, untuk berbagai tujuan dan kepentingan tertentu melalui berbagai usaha tertentu untuk bisa mengubah suatu jenis 'materi' menjadi jenis 'materi' lainnya yang bersifat transisional dan amat sesaat, yang telah dipaksakan disebut sebagai zat 'anti-materi'.

Dan jika zat 'anti-materi' itu dilepas ke 'alam bebas', justru pasti berubah kembali menjadi zat 'materi', relatif seperti biasanya.

g.

Pasangan yang sebenarnya bagi zat 'materi' (nyata, benda mati), adalah zat 'ruh' (gaib, makhluk hidup), dan sebaliknya bukan zat 'anti-materi', yang justru hanya zat 'materi' dengan sifat tertentu.

h.

Dari biaya pembuatan zat-zat 'anti-materi' itu yang amat mahal, tetapi terus-menerus diproduksi oleh negara-negara barat, maka amat mudah diduga, bahwa hal inipun bertujuan untuk membuat suatu bom. Dan jika hanya untuk suatu tujuan penelitian ilmiah (mempelajari kejadian di alam semesta), semestinya tidak perlu terus-menerus dibuat, atau jumlahnya tidak perlu makin banyak.

 

Akhirnya, sekali lagi perlu diingat dan disikapi dengan makin realitis oleh umat, bahwa lahirnya teori tentang zat-zat 'anti-materi' itu paling aman dicurigai lebih dulu sebagai alat propaganda negara-negara barat, untuk bisa menyembunyikan suatu program pembuatan senjata pemusnah massal baru, yang sangatlah dahsyat. Dengan dalih mereka seperti, "untuk mengadakan suatu penelitian ilmiah, agar bisa memahami berbagai kejadian di alam semesta ini".
Pasangan yang sebenarnya bagi zat 'materi' (nyata dan mati), adalah zat 'ruh' (gaib dan hidup), bukan zat 'anti-materi'. Sedang zat-zat 'anti-materi' justru hanya zat-zat 'materi' yang memiliki sifat-sifat tertentu, yang transisional dan relatif amat sesaat (dibuat oleh manusia ataupun terjadi secara alamiah pada bintang-bintang).

"Katakanlah: 'ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui barang yang gaib dan yang nyata, …'." – (QS.39:46) dan (QS.9:94, QS.9:105, QS.32:6, QS.59:22, QS.62:8, QS.64:18).

 

"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah, sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang." – (QS.67:3).

 

"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat akan kebesaran-Nya." – (QS.51:49).

"Maha Suci Rabb, Yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi, dan dari diri mereka, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui." – (QS.36:36).

"Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan, dan …." – (QS.43:12).

"dan bahwasanya Dia-lah Yang menciptakan berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan." – (QS.53:45) dan (QS.78:8, QS.35:11).

"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan, dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), …." – (QS.42:11).

"(Rabb Yang) menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupi malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi kaum yang memikirkan." dan "Dan di bumi ini ada bagian-bagian yang berdampingan, …." – (QS.13:3-4).

  

Sebelumnya

Daftar isi

Teratas

Berikutnya

 

5 Balasan ke Bab IV.A Atom-atom

  1. Wong Agung berkata:

    Bagus,..!!
    Kajian ilmu pengetahuan yang sangat bagus tentang rahasia alam
    Allah swt telah menurunkan wahyunya melalui MuHammad Saw :

    “Katakanlah: ‘Serulah mereka,
    yang kamu anggap (sebagai ilah) selain Allah.
    Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun
    di langit dan di bumi.
    Dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun,
    dalam (penciptaan) langit dan bumi.
    Dan sekali-kali tidak ada di antara mereka,
    yang menjadi pembantu bagi-Nya’.”
    (QS. SABA’:34:22

    menurut pendapat saya semua yang ada atau tercipta di alam semesta ini tidak lepas dari perpaduan dari berbagai unsur mulai ; sel, molekul; atom; sub atom dan partikel-partikel; vibrasi energi quantum, sementara ilmu pengetahuan sekarang ini masih sebatas energi quantum padahal jika ilmu pengetahuan nanti bisa menelusuri lebih lanjut pasti akan menemukan tiga tigkat dibawahnya energy quantum (ternyata segala yang ada atau yang tercipta di alam semesta ini semua terdiri dari perpaduan unsur seperti bendaterdiri dari banyak sel, satu sel terdiri banyak molekul; satu molekul terdiri banyak atom; satu atom terdiri banyak sub atom dan partikel-partikel; satu partikel terdiri dari banyak vibrasi energi quantum, satu energy quantum bla,.. bla,.. bla…. sampai tinggal (“SATU/ESA”) tidak ada lagi perpaduan unsur “INTI” Lihatlah dan amati semua yang terdiri dari perpaduan unsur pasti akan lenyap/hancur/musnah. YANG KEKAL DAN TIDAK AKAN MUSNAH ADALAH INTI DIBAWAH ATOM, ENERGY QUNTUM DAN DIBAWAHNYA SAMPAI HANYA SATU YANG TANPA UNSUR (ESA) INTI SATU YANG TANPA PERPADUAN UNSUR INILAH (ESA) BERADA DISETIAP YANG ADA DI ALAM SEMESTA INI DAN OTOMATIS YANG MELIPUTI SEGENAP ALAM SEMESTA.

    [Wong Agung]

  2. Wong Agung berkata:

    Segala yang ada di alam semesta ini jika di uraikan dan di cari intinya tidak ada kecuali “Esa” yang tunggal tanpa perpaduan

    semua yang terdiri dari perpaduan unsur akan lenyap (tidak kekal)
    Inti tunggal (“Esa”) ysng tanpa perpaduan unsur inilah yang kekal atau tetap dan tidak bisa hancur

    Dimana engkau menghadapkan mukamu,.. disitu engkau akan menghadap pada yang (“Esa”) atau tunggal yang tanpa perpaduan unsur

    Perpaduan unsur menjadi manusia
    Perpaduan unsur menjadi hewan
    Perpaduan unsur menjadi tumbuh-2an
    Perpaduan unsur menjadi air (H2O)
    Perpaduan unsur menjadi angin
    Perpaduan unsur menjadi bla,.. bla,.. bla,.. Alam Semesta ini intinya (“Esa”) yang berada di dalamnya otomatis meliputinya.
    Semoga ilmu pengetahuan segera menguak perpaduan unsur dari Quantum itu apa saja sehingga tingga NOL/KOSONG tanpa unsur itulah “ESA/INTI/TUNGGAL”.

    [Wong Agung]

  3. Insan berkata:

    alhamdulillah.. kita selalu berkehendak kepada allah, agar termasuk kedalam jama’ah hamba-hamba Nya yang di muliakan, amin.

Buat komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s