Bab III Ciptaan-ciptaan-Nya

Buku: "Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW"

Sebelumnya

Daftar isi

Terbawah

Berikutnya

  

"Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi (hai manusia),
keperluan-keperluan hidup,
dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk,
yang kamu sekali-kali bukan pemberi rejeki kepadanya."
"Dan tidak ada sesuatupun, melainkan pada sisi Kami-lah khasanahnya.
Dan Kami tidak menurunkannya, melainkan dengan ukuran tertentu."
(QS. AL-HIJR:15:20-21).

"Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat),
dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah.
Agar kau mendapat petunjuk."
(QS. AL-BAQARAH:2:53).

 

III.

CIPTAAN-CIPTAAN ALLAH DI ALAM SEMESTA

Gambaran umum ciptaan-ciptaan-Nya di alam semesta

Secara garis besar, hal-hal yang diketahui amat terkait dengan Fitrah Allah, dalam penciptaan seluruh alam semesta dan seisinya ini (terutama yang telah bisa diketahui pada buku ini), yaitu:

Segala jenis zat ciptaan-Nya (nyata dan gaib, makhluk hidup dan benda mati).
Terkait sifat-Nya: Maha pencipta, Maha kaya, Maha memiliki, Maha mengadakan, Maha membentuk rupa, Maha memberi rejeki, Maha luas, dsb.

Sifat-sifat zat ciptaan-Nya (esensi-statis-pembeda dan perbuatan-dinamis-proses, lahiriah dan batiniah, internal dan eksternal, dsb), yang memang langsung diberikan-Nya atau hasil segala perbuatan-Nya (bersifat mutlak dan kekal). Dan bukan sifat-sifat zat ciptaan-Nya, dari hasil segala perbuatan zat makhluk-Nya (bersifat relatif dan fana).
Terkait sifat-Nya: Maha kuasa, Maha perkasa, Maha menguasai, Maha kuat, Maha kokoh, Maha menentukan, Maha memelihara, Maha menjaga, dsb.

Segala bentuk pengajaran dan tuntunan-Nya bagi umat manusia.
Terkait sifat-Nya: Maha penyayang, Maha memberi keselamatan, Maha pengampun, Maha memuliakan, Maha adil dan bijaksana, Maha benar, Maha terpuji, Maha luhur, Maha mulia, Maha suci, Maha memberi kabar, Maha menjelaskan, Maha penerang, Maha memberi hidayah, Maha menerima taubat, Maha memberi balasan, Maha melindungi, dsb.

 

Tentunya kedua hal terakhir di atas, yaitu: sifat-sifat esensi dan perbuatan pada segala zat ciptaan-Nya, serta segala bentuk pengajaran dan tuntunan-Nya, adalah segala ciptaan-Nya yang berupa 'non-zat'. Di luar hal-hal di atas, tidak mustahil ada berbagai jenis ciptaan-Nya lainnya yang belum diketahui (terutama yang berupa 'non-zat').
Tentunya pula, penyebutan atas sifat-sifat terpuji Allah (Fitrah Allah), yang terkait dengan penciptaan alam semesta di atas, bersifat amat relatif dan hanya pendekatan saja. Karena pemahaman atas sifat-sifat-Nya merupakan pemahaman yang relatif paling tinggi dan rumit, yang bisa dicapai oleh umat manusia (terutama para nabi-Nya).

Sedangkan aturan-Nya atau sunatullah, yang merupakan segala perwujudan kehendak, perbuatan atau tindakan-Nya di alam semesta, justru 'terkandung' dalam sifat-sifat dinamis pada segala zat ciptaan-Nya, yang bersifat 'mutlak dan kekal' (hanya hasil dari perbuatan-Nya dan bukan hasil dari segala perbuatan zat makhluk-Nya). Namun tiap perbuatan-Nya justru pasti sesuai dengan segala keadaan pada tiap zat ciptaan-Nya (lahiriah dan batiniah, internal dan eksternal, dinamis dan statis), dari hasil perbuatan segala zat makhluk-Nya ataupun dari hasil interaksi antar zat-zat ciptaan-Nya.
Contohnya: tiap manusia pasti merasa bersalah setelah berbuat dosa dan senang setelah berbuat baik; bola volley pasti jatuh ke bawah (gravitasi); tiap manusia pasti berkeringat setelah bekerja keras; dsb.

Segala jenis zat ciptaan-Nya telah diketahui hanyalah tersusun dari dua elemen paling dasar, yaitu: 'Atom' (nyata, benda mati) dan 'Ruh' (gaib, makhluk hidup). Dengan kombinasi dua elemen itu, maka segala zat ciptaan-Nya bisa dikelompokkan menjadi: 'Makhluk hidup nyata' (atom dan ruh), 'Makhluk hidup gaib' (ruh saja) dan 'Benda mati nyata' (atom saja). Sedang kelompok 'Benda mati gaib' (tanpa atom dan tanpa ruh), dengan sendirinya juga bukan 'zat' ( 'non zat').
Lihat pula Gambar 3 berikut.

Gambar 3: Diagram umum segala jenis ciptaan-Nya

'Sifat pembeda' pada tiap zat ciptaan-Nya, adalah segala hal yang bisa menunjukkan ciri khas ataupun karakteristik internal yang melekat, dan bisa membedakannya dari jenis zat ciptaan-Nya lainnya, yaitu ketika zat itu dalam keadaan 'statis' (tidak bergerak, diam atau tidak berubah keadaannya). Dalam hal ini tentunya, manusialah yang bertindak sebagai penilai atau pengamat, atas sifat-sifat zat ini.
Sedang 'sifat proses' pada tiap zat ciptaan-Nya, adalah segala hal yang bisa menunjukkan ciri khas prosesnya, dalam 'berinteraksi' dengan zat-zat ciptaan-Nya lainnya (yang sejenis ataupun berlainan), maupun segala proses internal pada tiap zat ciptaan-Nya itu sendiri. Sifat proses ini juga bisa diamati oleh tiap manusia (dengan alat-alat indera lahiriah dan batiniahnya), pada saat sesuatu zat dalam keadaan 'dinamis' (bergerak, berbuat sesuatu, atau berubah-ubah keadaannya).

Dan bagian yang amat penting dari Fitrah Allah, Yang Maha Penyayang dalam penciptaan alam semesta ini, adalah pengajaran dan tuntunan-Nya bagi tiap umat manusia, agar tidak seorang manusiapun yang berjalan di muka Bumi ini (sebagai khalifah-Nya), tanpa disertai pula dengan sesuatu pengajaran dan tuntunan-Nya (atau tanpa disertai sesuatu 'cahaya penerang' dalam perjalanannya).
Maupun agar tidak seorang manusiapun yang berjalan di muka Bumi ini, hanya bermodalkan 'akal' dan 'nafsu'-nya semata (masing-masing sebagai sarana ilmu-pengetahuan-kecerdasan untuk memilih, dan sarana daya-semangat-keinginan untuk berkembang). Dan apalagi tidak semua manusia sangat pandai dalam memanfaatkan akalnya, dan juga mengendalikan nafsunya.

Penutup tentang ciptaan-ciptaan-Nya di alam semesta

Sifat-sifat 'statis dan dinamis' pada tiap zat ciptaan-Nya, serta segala ketetapan atau ketentuan-Nya (terutama sunatullah atau aturan-Nya), pada dasarnya bisa dimasukkan pula ke dalam kelompok 'benda mati gaib' (segala ciptaan-Nya yang berupa 'non-zat').
Namun karena kelompok 'benda mati gaib' itupun relatif amat banyak dan luas cakupan topiknya, maka di dalam pembahasan pada buku ini, kelompok 'benda mati gaib' ini lebih difokuskan pada segala 'sarana batiniah' yang terdapat pada zat ruh makhluk-Nya. Sehingga sifat segala zat ciptaan-Nya (statis dan dinamis, internal dan eksternal, mutlak dan relatif, kekal dan fana, dsb), sengaja dibahas terpisah pada topik lainnya (topik "Sifat-sifat ciptaan-Nya"), dan bukan pada topik "Benda mati gaib".

Dengan sendirinya aturan-Nya (sunatullah, Sunnah Allah atau sifat proses-dinamis-perbuatan pada zat Allah di alam semesta), juga dibahas pada topik "Sifat-sifat ciptaan-Nya", karena tiap perbuatan Allah di alam semesta, memang hanya bisa tampak terwujud melalui segala zat ciptaan-Nya dan segala kejadiannya.

Ringkasnya, pada segala zat ciptaan-Nya terdapat segala sifat proses yang bersifat 'mutlak' dan 'relatif'. Dan sifat-sifat proses yang 'mutlak' dan 'kekal' pada zat-zat ciptaan-Nya justru merupakan hasil dari perbuatan Allah. Sedang sifat-sifat proses yang 'relatif' dan 'fana' pada zat-zat ciptaan-Nya merupakan hasil dari perbuatan zat makhluk-Nya (tiap benda mati tidak memiliki sifat-sifat prosesnya sendiri).

Hal inilah maksud kandungan isi Al-Qur'an, bahwa segala zat ciptaan-Nya (benda mati ataupun makhluk hidup), pasti tunduk, patuh dan taat kepada 'aturan-Nya' (sunatullah), karena sunatullah memang berlaku 'mutlak' (pasti terjadi) dan 'kekal' (pasti konsisten) terhadap segala zat ciptaan-Nya, serta 'aturan-Nya' (sunatullah) memang justru bersifat 'memaksa'.
Juga segala 'benda mati' pasti tunduk, patuh dan taat kepada segala 'perintah-Nya', karena 'benda mati' memang tidak memiliki kebebasan di dalam berkehendak dan berbuat, seperti halnya manusia (dengan akal dan nafsunya). Maka manusia bisa bebas untuk tunduk, patuh dan taat kepada segala 'perintah-Nya' ataupun tidak. Dan segala 'perintah atau anjuran-Nya' (melalui segala pengajaran dan tuntunan-Nya), memang bersifat 'tidak memaksa'. Walau pasti ada pula segala konsekuensi atau balasan-Nya bagi tiap manusia yang mau mengikuti 'perintah-Nya' ataupun yang tidak.

 

Judul bab & sub-bab berikutnya dan keterangan ringkasnya

Awal penciptaan alam semesta, dan elemen dasarnya

×

Atom-atom
Elemen paling dasar pembentukan benda-benda mati, dan bersifat nyata.

×

Ruh-ruh.
Elemen paling dasar pembentukan makhluk-makhluk hidup, dan bersifat gaib.

Jenis-jenis ciptaan-Nya

×

Makhluk hidup nyata.
Semua zat makhluk-Nya yang memiliki tubuh wadah (benda mati nyata, yang telah ditiup-Nya dengan ruh), seperti: manu-sia, hewan, tumbuhan dan sel.

×

Makhluk hidup gaib.
Semua zat makhluk-Nya yang masih berwujud ruh-ruh, seperti: malaikat, jin, syaitan, dan iblis.

×

Benda mati nyata.
Semua benda nyata, selain makhluk hidup nyata.
Dan diuraikan lagi pada sub-bab sebagai berikut:

~

Proses penciptaan benda-benda mati

~

Proses penciptaan benda-benda langit

~

Proses penciptaan Bumi (tambahan)

~

Proses penciptaan gunung, pulau dan benua

~

Proses penciptaan air dan lautan

×

Benda mati gaib (termasuk Surga dan Neraka).
Semua yang terdapat dalam benak pikiran manusia, ataupun infrastruktur batiniah pada tiap ruh, seperti: memori-ingatan, intuisi-logika, ilmu-pengetahuan, hati-nurani, nafsu, pahala dan dosa, bahasa, perasaan, dsb.

Sifat-sifat ciptaan-Nya

×

Sunatullah (sifat proses).
Semua sifat khas tiap ciptaan-Nya, tentang proses yang bisa dialaminya pada berbagai keadaan tertentu. Termasuk semua proses interaksi antar zat-zat ciptaan-Nya. Dan diuraikan lagi pada sub-bab sebagai berikut:

~

Berbagai penerapan fungsi sunatullah

~

Usaha dan jalan hidup makhluk ciptaan-Nya

~

Jalan-Nya yang lurus

~

Takdir-Nya

×

Sifat pembeda ciptaan-Nya (ciri khas).
Semua sifat khas tiap zat ciptaan-Nya, yang melekat dan bisa membedakannya dari zat-zat ciptaan-Nya lainnya (secara statis). Termasuk perubahan sifat ini terhadap perubahan keadaannya.

Pengajaran dan tuntunan-Nya

×

Para nabi dan rasul utusan-Nya.
Para pembawa tuntunan dan peringatan-Nya.

×

Kitab-kitab tuntunan-Nya (kitab-kitab tauhid).
Kitab-kitab yang diturunkan langsung oleh Allah.

×

Nabi terakhir, untuk seluruh umat manusia.
Bukti-bukti ilmiah-alamiah, tentang nabi Muhammad saw adalah nabi-Nya yang terakhir.

×

Pemahaman atas agama dan kitab-Nya di jaman modern.
Cara-cara ajaran Islam menjawab segala tantangan, persoalan dan kebutuhan umat manusia modern.

  

Sebelumnya

Daftar isi

Teratas

Berikutnya

 

10 Balasan ke Bab III Ciptaan-ciptaan-Nya

  1. suzy berkata:

    sebutkan 2 macam ciptaan ALLAH

    tolong di jawab yyaa

  2. denli berkata:

    manusia dan jin
    ….suzy….

    • Syarif Muharim berkata:

      Terima kasih pak Denli, atas jawabannya.
      Cuma jawaban ini sepertinya hanya dalam lingkup “makhluk hidup” dan sekaligus “zat”. Ada juga ciptaan Allah yg berupa “benda mati” dan berupa “non-zat” (Sunnatullah / hukum alam; sifat ataupun fitrah pada tiap zat; pengajaran dan tuntunan-Nya; dsb).

  3. Anonim berkata:

    jawabanya mana

  4. Anonim berkata:

    Ciptaan Alloh yg tdk bergerak contohnya apa Aja. Apa gunung,batu,termasuk …apalagi

  5. salma berkata:

    sebutkan 5 makhluk hidup ciptaan allah yang berada di laut

    • Syarif Muharim berkata:

      Amat banyak jenis hewan laut, misalnya: ikan, kura-kura, penyu, cumi-cumi, udang, gurita, kuda laut, singa laut, kepiting, pinguin, paus, lumba-lumba, kerang, ubur-ubur, dsb. …. Salam….

  6. endang sry hartini berkata:

    sebutkan macam mac ciptan allah beserta hikmah nya?

  7. endang sry hartini berkata:

    sebutkan macam macam ciptan allah beserta hikmah nya?

Buat komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s