Daftar isi

Buku: Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW

Sebelumnya

Daftar isi

Terbawah

Berikutnya

  

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR

Perselisihan pemahaman umat atas ajaran agama Islam
Tawaran solusi atas persoalan pemahaman umat Islam
Struktur ringkas pembahasan pada buku ini
Kritik dan saran pembaca bagi perbaikan buku ini

 

DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL DAN GAMBAR

Daftar tabel
Daftar gambar

 

I.   PENDAHULUAN

Terminologi pada judul buku ini

a.   “Al-Hikmah yang terlupakan”
b.   “Pemikiran Rasulullah SAW”
c.   “Menggapai Kembali”
d.   “Tindakan-Nya di alam semesta, melalui Sunatullah”
e.   “Penciptaan manusia dan alam semesta ini”

Tujuan dan ruang lingkup pembahasan buku ini
Pembahasan pada buku ini yang telah amat luas
Berbagai kelebihan dan kekurangan buku ini
Harapan adanya 'kitab Al-Hikmah' dari Majelis alim-ulama
Kemunduran ilmu-pengetahuan di kalangan kaum Muslim
Keutamaan berilmu-pengetahuan menurut Al-Qur'an
Berbagai golongan pemahaman atas ajaran agama Islam
Harapan kembalinya jaman keemasan di kalangan kaum Muslim
Pencarian pemahaman mendasar atas hakekat kehidupan
Penafsiran Al-Qur'an dengan Al-Qur'an
Pemakaian terjemahan kitab suci Al-Qur'an pada buku ini
Pencarian pemahaman hikmah dan hakekat kebenaran-Nya
Harapan adanya 'bangunan pemahaman' atas Al-Qur'an
Isi buku ini hanyalah salah-satu bentuk pemahaman
Tiap bentuk pemahaman mesti dicermati sangat hati-hati
Topik-topik pembahasan yang terstruktur
Topik-topik pembahasan yang saling terkait

 

II.   HAKEKAT PENCIPTAAN ALAM SEMESTA

Tujuan utama penciptaan alam semesta, pengujian khalifah-Nya
Kehendak Allah dalam penciptaan alam semesta
Sunatullah, Sunnah Allah dalam penciptaan alam semesta
Gambaran umum tujuan penciptaan alam semesta
Penutup tentang hakekat dan tujuan penciptaan alam semesta

 

III.   CIPTAAN-CIPTAAN ALLAH DI ALAM SEMESTA

Gambaran umum ciptaan-ciptaan-Nya di alam semesta
Penutup tentang ciptaan-ciptaan-Nya di alam semesta

 

IV.   AWAL PENCIPTAAN ALAM SEMESTA, DAN ELEMEN DASARNYA

Keadaan awal penciptaan alam semesta
Energi awal di alam semesta dan “big bang”
Penciptaan elemen paling dasar penyusun alam semesta
Proses penciptaan alam semesta secara ringkas
Berbagai kelemahan teori 'big bang' (dentuman besar)
Lebih lanjut, teori 'big light' dan model alam semestanya
Perbandingan antara teori 'big bang' dan teori 'big light'
Teori 'big bang' amat disukai oleh umat Kristiani
Penutup tentang awal penciptaan alam semesta
IV.A.   Atom-atom

Atom, elemen paling dasar penciptaan segala benda mati
Jenis-jenis lain atom di alam semesta
Beberapa sifat atom, secara ringkas
Proses-proses di alam semesta dan unsur yang terjadi
Proses pembentukan benda mati
Atom, bukan benda nyata terkecil yang sebenarnya
Kekeliruan teori tentang zat 'anti-materi'

IV.B.   Ruh-ruh

Ruh, elemen paling dasar penciptaan segala makhluk hidup
Energi, sarana penting penunjang kehidupan ruh
Keadaan awal ruh saat penciptaannya, dan keadaan akhirnya
Keadaan awal ruh pada kelahiran anak manusia
Gambaran umum keadaan awal dan akhir ruh makhluk-Nya
Perumpamaan sederhana proses kehidupan dunia fana
Beberapa sifat khas ruh makhluk-Nya

a.   Gaib (tidak tampak dan tidak bisa diraba)
b.   Wujud (ada)
c.   Tidak memerlukan ruang (tidak berdimensi)
d.   Memiliki akal (sempurna ataupun tidak)
e.   Memiliki hati atau kalbu (indera batiniah)
f.   Memiliki catatan amalan (memori-ingatan)
g.   Memiliki hati-nurani (informasi atas kebenaran-Nya)
h.   Memiliki nafsu (sempurna ataupun tidak)
i.   Bisa memerlukan tubuh wadah
j.   Memerlukan energi
k.   Memiliki wilayah kekuasaan dan pengaruh
l.   Bisa saling berinteraksi
m.   Memiliki tugas-amanat yang diberikan-Nya
n.   Memiliki jenis kelamin dan bisa berkembang-biak
o.   Tidak bisa menitis atau berreinkarnasi

Reinkarnasi, pengertian dan berbagai keraguan atasnya
Nabi Isa as dan Ruhul kudus (malaikat Jibril)
Hati-nurani dan fitrah ruh manusia
Pertentangan dalam fitrah manusia, sebagai ujian-Nya
Fitrah dasar manusia, untuk mengenal Tuhannya
Taubat atau penebusan dosa, untuk membersihkan ruh
Tauhid, sebagai fitrah dasar manusia
Berbagai jenis ruh makhluk-Nya
Lebih lanjut, hubungan antara ruh dan benda mati
Gambaran sederhana benda mati dengan ruh
Gambaran sederhana struktur benda mati dengan ruh
Ruh-ruh dan pengabdiannya kepada-Nya

 

V.   JENIS-JENIS CIPTAAN-NYA

Gambaran umum segala jenis ciptaan-Nya di alam semesta
V.A. Makhluk Hidup Nyata

Makhluk nyata dan awal proses penciptaannya
Sel, makhluk nyata paling sederhana
Catatan-catatan tambahan sekitar sel
Gambaran sederhana proses penciptaan sel
Awal kehidupan menurut Islam vs ilmuwan barat
Bahan benih dasar tubuh semua makhluk nyata
Proses fotosintesa dalam pembentukan kehidupan
Air, unsur penting pendukung proses metabolisme tubuh
Contoh-contoh terbentuknya kehidupan dalam Al-Qur'an
Proses awal pembentukan benih tubuh makhluk nyata
Proses pembentukan benih tubuh makhluk nyata “pertama”
Proses pertumbuhan tubuh makhluk nyata
Proses kelahiran makhluk nyata “pertama”
Gambaran sederhana proses penciptaan makhluk nyata
Urutan proses penciptaan manusia “pertama” pengembangan
Urutan proses penciptaan manusia “pertama” dalam Al-Qur'an
Siklus kejadian manusia “pertama” dan keturunannya
Beberapa keadaan khusus proses kejadian manusia
Kesimpulan sekitar penciptaan manusia “pertama”
Makhluk hidup nyata di angkasa luar
Proses “kloning” atas makhluk hidup nyata
Lebih lanjut, teori 'evolusi' Darwin dan berbagai bantahannya

V.B. Makhluk Hidup Gaib

Para makhluk gaib pasti tunduk kepada segala perintah-Nya
Manusia dan pengujiannya di dunia
Tugas makhluk gaib, mengajar dan menguji secara batiniah
Keseimbangan pengajaran dan pengujian secara batiniah
Ijin-Nya atas ujian dari iblis dan syaitan kepada manusia
Kewaspadaan terhadap ujian dari iblis dan syaitan
Kekafiran iblis, kemustahilan dan bersifat peringatan
Sujudnya para makhluk gaib kepada manusia
Lebih lanjut, kekafiran iblis dan syaitan
Orang yang Mukhlis, yang tidak mudah tersesatkan
Segala 'pikiran buruk' mustahil bisa ditolak manusia
Cara-cara mengatasi segala 'pikiran buruk'
Pengelompokan pada para makhluk gaib
Interaksi antara para makhluk gaib dan manusia
Interaksi terang-terangan dengan para makhluk gaib
Gambaran tentang interaksi terang-terangan
Lebih lanjut, interaksi terang-terangan dengan para makhluk gaib
Interaksi terselubung dengan para makhluk gaib, melalui ilham
Lebih lanjut, ilham-bisikan-godaan para makhluk gaib
Hikmah dan hidayah-Nya atas pengajaran para makhluk gaib
Perolehan hikmah dan hidayah-Nya pada para nabi-Nya
Wahyu bukanlah berupa 'ilham', tetapi 'pengetahuan'
Gambaran sederhana proses perolehan wahyu para nabi-Nya
Keadaan Nabi saat menerima wahyu dari malaikat Jibril
Nabi bukan hanya '2 kali saja' bertemu malaikat Jibril
Wahyu-Nya ada empat macam bentuknya
Lebih lanjut, berbagai bentuk dan sifat wahyu yang umum dikenal
Keterbatasan bahasa tulisan dalam penyampaian wahyu-Nya
Syaitan yang diusir dan diikat
“Jembatan siratal mustaqim” dan filter batiniah ruh
Wujud asli para makhluk gaib
Cara-cara lain interaksi para makhluk gaib dengan manusia
Shalatnya para makhluk gaib
Pemahaman atas wujud asli para makhluk gaib
Hakekat pengajaran dan pengujian dari para makhluk gaib
Syaitan yang berwujud manusia
Tugas-tugas khusus para malaikat
Kecerdasan dan pengetahuan para makhluk gaib
Kekurangan manusia, dan ketundukan para makhluk gaib
Keistimewaan manusia atas makhluk lain, dari kekurangannya
Para makhluk gaib yang selalu mengikuti manusia
Lebih lanjut, ketundukan para makhluk gaib kepada-Nya

V.C. Benda Mati Nyata

Gambaran umum semua benda mati di alam semesta
V.C.1.   Proses penciptaan benda-benda mati

Perubahan energi alam semesta, sejak awal penciptaannya
Pembentukan benda mati, setelah stabilnya keadaan energi

V.C.2.   Proses penciptaan benda-benda langit

“Atom Pusat”, cikal-bakal semua benda langit
Perubahan ukuran benda langit
Pengaruh ukuran benda langit terhadap jenis-jenisnya
V.C.2.a. Berukuran besar (pusat galaksi dan bintang)

Bentuk umum dan susunannya
Bentuk pergerakannya
Struktur umum lapisannya
Proses pembentukan energi panas radiasi pada bintang
Sumber energi bagi kehidupan di sekitarnya
Keadaan energi di alam semesta
Bintang mati dan “black hole” (lubang hitam)
Data-data umum bintang Matahari

V.C.2.b. Berukuran sedang (planet dan satelit)

Bentuk umum dan susunannya
Bentuk pergerakannya
Bentuk awalnya
Proses pendinginan dan pembentukan lapisan permukaan
Keadaan-keadaan tidak adanya siklus air hujan
Keadaan akhir setelah proses pendinginan
Data-data umum planet Bumi
Data-data umum satelit planet pada sistem tata surya
Data-data umum satelit Bumi (bulan)

V.C.2.c. Berukuran kecil (komet, asteroid, meteor, dsb)

Bentuk umum dan pergerakannya
Kasus khusus pada komet

Penutup tentang proses penciptaan benda-benda langit

V.C.3.   Proses penciptaan Bumi (tambahan)

Bumi pada awal perkembangannya
Bumi pada perkembangan terakhirnya

V.C.4.   Proses penciptaan gunung, pulau dan benua

Pergolakan isi perut Bumi
Proses ringkas pembentukan gunung
Proses ringkas pembentukan pulau dan benua
Gunung sebagai “pelindung” Bumi

V.C.5.   Proses penciptaan air dan lautan

Atmosfir Bumi dan kandungannya
Proses pembentukan air
Proses awal pembentukan lautan, dan siklus air hujan
Sumber air di Bumi menurut ilmuwan barat, keliru
Siklus umum air hujan di masa sekarang
Siklus air hujan, penunjang penting kehidupan di Bumi

V.D. Benda Mati Gaib (termasuk Surga dan Neraka)

Sebagai infrastruktur batiniah dan alat interaksi antar ruh
Interaksi lahiriah, hanya perwujudan dari interaksi batiniah
Proses interaksi batiniah, juga diatur dalam sunatullah
Sebagai informasi batiniah ruh yang permanen
Meliputi pula pahala, dosa dan hati-nurani
Surga dan Neraka, rangkuman informasi batiniah ruh
Mengukur tingkat keimanan dan penemuan jati diri
Pembentukan berbagai akhlak positif, dan hikmahnya
Surga dan Neraka, definisi dan catatan ringkas
Harta, tahta dan wanita, sebagai ilah-ilah selain Allah
Dosa-dosa besar, yang sulit dihapus
Menghindari dosa besar dan mengurangi dosa kecil
Metode-metode untuk makin membersihkan ruh

a.   Sebanyak mungkin bertafakur.
b.   Banyak beribadah dan menyembah Allah.
c.   Banyak berzikir (mengingat Allah).
d.   Terbiasa berbuat dan berakhlak positif.
e.   Terbiasa berkumpul dengan orang-orang seiman.
f.   Makin memperdalam ilmu-pengetahuan.
g.   Banyak mengingat kematian.
h.   Urusan duniawi melihat ke bawah, akhirat ke atas.
i.   Banyak bertaubat atas berbagai amal-keburukan.

Kehidupan akhirat, kehidupan batiniah ruh
Kehidupan akhirat, menurut Al-Qur'an
Membangun kehidupan akhirat (kehidupan batiniah ruh)
“Jumlah” pahala-Nya tidak perlu dikejar
Kehidupan akhirat, kehidupan dan urusan pribadi
Kehidupan akhirat, sangat sulit dipahami
Janji-Nya, kehidupan akhirat yang kekal di Hari Kiamat
Nama-nama sebutan Hari Kiamat
Tanda-tanda kedatangan Hari Kiamat
Kejadian-kejadian umum di Hari Kiamat, secara ringkas
Ada dua macam Hari Kiamat ('besar' dan 'kecil')
Lebih lanjut, Hari Kiamat 'kecil' (kematian tiap makhluk)
Hasil dari beriman kepada Hari Kiamat
Berbagai tahapan kejadian manusia, sampai akhir jaman
Tidak ada taubat atau penebusan dosa di Hari Kiamat
Konsep taubat atau penebusan dosa dalam agama Islam
Taubat atas berbagai dosa batiniah (berpikir buruk)
Syafaat, dan tidak diterima-Nya segala syafaat di Hari Kiamat
Lebih lanjut, Syafaat di Hari Kiamat
Gambaran hubungan Syafaat dan penyaksian di Hari Kiamat
Proses pada pengadilan akhirat di Hari Kiamat
Proses Penyaksian di Hari Kiamat (simbolik)
Proses dibukakan kebenaran-Nya di Hari Kiamat (simbolik)
Proses Penghisaban di Hari Kiamat (simbolik)
Proses Pemutusan di Hari Kiamat (simbolik)
Proses Pembalasan di Hari Kiamat (simbolik)
Proses Penyaksian di Hari Kiamat (hakekat)
Proses dibukakan kebenaran-Nya di Hari Kiamat (hakekat)
Proses Penghisaban di Hari Kiamat (hakekat)
Proses Pemutusan di Hari Kiamat (hakekat)
Proses Pembalasan di Hari Kiamat (hakekat)
'Wujud' kehidupan manusia di akhirat setelah Hari Kiamat
Berbagai permasalahan terkait Neraka (dan Surga)
Berbagai permasalahan terkait kejahatan atau keburukan

 

VI.   SIFAT-SIFAT CIPTAAN-NYA

Gambaran umum sifat-sifat zat ciptaan-Nya di alam semesta
Sifat pembeda (statis) dan sifat proses (dinamis)
Perbuatan zat ciptaan-Nya, yang bersifat mutlak dan relatif
Sifat dari zat ciptaan-Nya, bukan sifat sesungguhnya
Sifat-sifat-Nya dipahami dari sifat segala zat ciptaan-Nya
Catatan dan permasalahan pemahaman atas sifat-sifat-Nya
Kelompok manusia yang terhijab dari mengenal Allah
Sifat-sifat-Nya tersebar dalam segala hal di alam semesta
Sifat-sifat-Nya yang 'seolah-olah' saling bertentangan
Penutup tentang sifat-sifat ciptaan-Nya
VI.A.   Sunatullah (sifat proses)

Sunatullah, perbuatan atau tindakan-Nya di alam semesta
Sunatullah mengatur segala proses di alam semesta
Sunatullah berlaku sesuai segala keadaan zat ciptaan-Nya
Sunatullah mengatur proses pemberian balasan-Nya
Sunatullah bersifat mutlak dan memaksa
Tindakan-Nya di alam semesta, pasti melalui sunatullah
Segala tindakan-Nya yang terselubung
Sunatullah, sebagian dari ilmu-Nya di alam semesta
Beberapa keterangan penting lain tentang sunatullah

a.   Ilmu-pengetahuan manusia, wujud sunatullah.
b.   Allah bertindak di alam semesta, melalui sunatullah.
c.   Sunatullah berupa tak-terhitung aturan / rumus proses.
d.   Perkiraan kejadian, dengan memahami sunatullah.
e.   Sunatullah tidak pernah berubah, sampai akhir jaman.
f.   Semua sunatullah tidak saling bertentangan.
g.   Sunatullah mengatur segala proses lahiriah & batiniah.
h.   Alam semesta diciptakan-Nya melalui sunatullah.
i.   Sunatullah memiliki unsur pemaksaan (pasti berlaku).
j.   Alam semesta kokoh, karena berjalannya sunatullah.
k.   Sunatullah menjaga keseimbangan alam semesta.
l.   Tiap makhluk-Nya bebas memanfaatkan sunatullah.
m.   Allah mengutus para nabi-Nya, melalui sunatullah.
n.   Allah menurunkan berbagai hal, melalui sunatullah.
o.   Pengetahuan dan pengalaman, wujud sunatullah.
p.   Do'a, usaha batiniah yang diatur oleh sunatullah.
q.   Pelaksanaan sunatullah dikawal tak-terhitung malaikat.

Diturunkan atau ditimpakan-Nya, siksa atau azab-Nya
Diturunkan atau dilimpahkan-Nya, mu'jizat-Nya
Manusia mengenal Allah, dengan memahami sunatullah
Cara memahami sunatullah (Sunnah Allah)
Keistimewaan akal-pikiran manusia
Islam, agama yang paling sesuai ilmu-pengetahuan
Para ilmuwan Muslim terdahulu
VI.A.1.   Berbagai penerapan fungsi sunatullah

Gambaran sederhana fungsi sunatullah
Gambaran penerapan fungsi sunatullah
Lebih lanjut, proses berpikir manusia
Akal, pengendali satu-satunya ruh makhluk-Nya
Elemen-elemen ruh, menurut para alim-ulama
Sunatullah batiniah, paling penting dalam beragama
Syariat, ijtihad Nabi dari pemahaman atas sunatullah batiniah

VI.A.2.   Usaha dan jalan hidup makhluk ciptaan-Nya

“Jalan hidup” dan hubungannya dengan sunatullah
Fungsi akal dalam memilih “Jalan hidup”
Daya atau kemampuan dalam menjalani hidup
Daya dukungan dari lingkungan bagi manusia
Pengaruh daya atau perbuatan Allah bagi manusia
Perbuatan segala makhluk-Nya, bukan perbuatan Allah
Cobaan dan ujian-Nya, bukan siksaan-Nya
Cobaan dan ujian-Nya, pasti mampu dipikul manusia
Pengaruh ujian-Nya atas kemampuan manusia
“Proses berusaha” jauh lebih penting, daripada hasilnya
Ke-Maha Adil-an-Nya pada aspek batiniah, bukan lahiriah
Paling penting memakmurkan kehidupan akhirat
Konsep reinkarnasi, sekedar solusi masalah keadilan duniawi
Allah Maha Adil, berapapun usia hidup tiap manusia
Segala hasil usaha manusia, tetap kembali kepadanya
Makna absolut tiap usaha manusia, yang sebesar biji zarrah
Makna do'a kepada orang yang telah meninggal dunia
Manusia, khalifah-Nya terutama pada aspek batiniah
Kemampuan batiniah tak-terbatas, jika nafsu telah tenang
Sabar, ikhlas, tawakal dan syukur dalam menjalani hidup
Gambaran sederhana proses pemilihan jalan hidup

VI.A.3.   Jalan-Nya yang lurus

Jalan-Nya yang lurus, jalan hidup yang diajarkan agama-Nya
Gambaran sederhana berbagai jalan hidup vs keimanan
Gambaran pengaruh pengajaran para makhluk gaib
Jalan-Nya yang lurus dan “kembali” ke hadapan 'Arsy-Nya
Dua macam “kembali” ke hadapan 'Arsy-Nya
Kembalinya Nabi ke hadapan 'Arsy-Nya pada 'Isra Mi'raj
Kembalinya para Sufi & orang beriman ke hadapan 'Arsy-Nya
Kemustahilan 'penyatuan' diri manusia dan Allah
Ka'bah sebagai simbol “kembali” ke hadapan 'Arsy-Nya
Keadaan manusia saat kembali ke hadapan 'Arsy-Nya
Umat manusia yang dikehendaki-Nya

VI.A.4.   Takdir-Nya

Takdir-Nya, definisi umum dan persoalan pemahamannya
Takdir-Nya menurut pemahaman di sini, dan definisinya
Perbandingan berbagai pendapat terkait takdir-Nya
Penentuan takdir-Nya, pasti melalui sunatullah
Kebebasan manusia dalam memilih takdir-Nya
Lebih lanjut, kebebasan manusia dalam memilih takdir-Nya
Kandungan isi kitab mulia (Lauh Mahfuzh) di sisi 'Arsy-Nya
Pengetahuan-Nya, yang bersifat mutlak dan relatif
Takdir-Nya tentang jodoh dan rejeki
Takdir-Nya tentang kematian
Manusia memilih takdir-Nya, dari usaha dan kemampuannya
Gambaran sederhana proses pemilihan takdir-Nya
Allah tidak tahu pilihan manusia, sebelum terjadi

Penutup tentang Sunatullah (sifat proses)

VI.B.   Sifat Pembeda Ciptaan-Nya (ciri khas)

Gambaran umum sifat pembeda ciptaan-Nya
Contoh sifat pembeda ciptaan-Nya dan perubahannya
Penutup tentang sifat pembeda ciptaan-Nya

 

VII.   PENGAJARAN DAN TUNTUNAN-NYA

Fitrah Allah dalam memberi pengajaran dan tuntunan-Nya
Hati-nurani, tuntunan-Nya paling dasar
Ayat-ayat-Nya yang tak-tertulis, pengajaran-Nya paling dasar
Perbedaan pengajaran-Nya dan tuntunan-Nya
Pengajaran dan tuntunan-Nya melalui para nabi dan kitab-Nya
Gambaran sederhana hubungan Fitrah-Nya dan agama-Nya
Tidak ada seorangpun tanpa pengajaran dan tuntunan-Nya
VII.A.   Para Nabi dan Rasul Utusan-Nya

Definisi nabi dan rasul-Nya, serta iman kepada mereka
Para calon nabi-Nya, manusia unggul dalam kaumnya
Para calon nabi-Nya pada kaumnya yang penuh kezaliman
Fitrah manusia untuk mencegah kebatilan di sekitarnya
Pondasi awal para calon nabi-Nya, akhlak dan budi-pekerti
Proses perolehan kenabian oleh para calon nabi-Nya
Para calon nabi-Nya memproklamirkan diri sebagai utusan-Nya
Para nabi-Nya sangat banyak, yang dikenal ataupun tidak
Utusan-Nya bukanlah perantara-Nya
Diturunkan-Nya para nabi-Nya, proses alamiah

VII.B.   Kitab-kitab Tuntunan-Nya (Kitab-kitab Tauhid)

Wahyu-Nya, pengetahuan dan pemahaman para nabi-Nya
Wahyu-Nya 'berdasar' ilham pada para nabi-Nya
Pondasi keimanan para nabi-Nya dalam menerima Wahyu-Nya
Integritas keimanan para nabi-Nya
Hubungan wahyu-Nya dan akal, menurut beberapa aliran
Hubungan wahyu-Nya dan akal, menurut pembahasan di sini
Lebih lanjut, hubungan wahyu-Nya dan akal
Penyampaian dan penulisan Wahyu-Nya secara bertahap
Pengaruh keadaan dan sifat manusiawi Nabi pada Al-Qur'an
Pembukuan kitab suci Al-Qur'an dan Hadits
Hikmah pengulangan ayat-ayat Al-Qur'an
Al-Qur'an, Fitrah Allah pada penciptaan alam semesta
Al-Qur'an (gaib), telah ada sejak awal penciptaan alam semesta
Kitab suci Al-Qur'an, rangkuman pemahaman Nabi
Bahasa kitab suci Al-Qur'an, “bahasa pertengahan”
Perbedaan “penglihatan” manusia atas cahaya kebenaran-Nya
“Penglihatan” dengan keimanan atau pengetahuan
Gambaran perbedaan keimanan antara umat berilmu & tidak
Al-Qur'an berasal langsung dari Allah
“Benar”, bukti utama sesuatu hal berasal dari Allah
Pembenaran Al-Qur'an atas para nabi dan kitab-Nya
Al-Qur'an ada empat macam bentuknya
Al-Qur'an bukan produk budaya manusia
Al-Qur'an bukan kitab sastra
Otentisitas teks kitab suci Al-Qur'an, tak-ternilai harganya
Allah pasti memelihara Al-Qur'an
Wahyu-Nya, hasil ilmu-pengetahuan yang 'paling benar'
Alat sederhana untuk menguji wahyu-Nya, bagi orang awam
Islam dan Al-Qur'an, agama dan kitab-Nya yang terakhir

VII.C.   Nabi Terakhir, untuk Seluruh Umat Manusia

Syarat kenabian, bisa menjawab semua persoalan umat
Batas manusiawi para nabi-Nya dalam menjawab persoalan
Kelengkapan ajaran para nabi-Nya
Al-Qur'an, pemahaman maksimal atas kebenaran-Nya
Kemustahilan atas turunnya nabi dan kitab tauhid baru
Gambaran teoretis tentang kenabian terakhir
Kemustahilan atas turunnya nabi Isa as & Imam Mahdi
Ramalan atas kedatangan nabi Muhammad saw dalam Injil
Alasan lain kemustahilan turunnya nabi Isa as & Imam Mahdi
Kemenangan hakiki orang beriman, pada kehidupan akhiratnya
Pertanyaan lanjutan atas turunnya nabi Isa as & Imam Mahdi
Pengutusan nabi terakhir, proses alamiah

VII.D.   Pemahaman atas Agama dan Kitab-Nya di Jaman Modern

Bagaimana ajaran Islam menjawab persoalan manusia modern?
Perkembangan aspek moral-spiritual dan fisik-material
Contoh persoalan umat Islam modern
Solusi para nabi bagi kelangsungan ajarannya di masa depan
Ijtihad, solusi Nabi bagi aktualisasi ajaran agama Islam
Ijtihad di atas ijtihad terdahulu
Hikmah dan hakekat Al-Qur'an, untuk atasi tantangan jaman
Metode-metode pencapaian hikmah dan hakekat Al-Qur'an

a.   Menguasai bahasa Arab.
b.   Kumpulkan segala keterangan dan penjelasan terkait.
c.   Berpengetahuan dan berwawasan sangat luas.
d.   Pisahkan hal-hal gaib dan bukan.
e.   Hindari pemahaman secara tekstual-harfiah.
f.   Pisahkan hal-hal sebenarnya dan contoh simbolik.
g.   Hilangkan konteks ruang, waktu dan budaya.
h.   Berdasar ilmu-pengetahuan yang obyektif.
i.   Hindari penafsiran agama dengan ilmu filsafat.
j.   Kurangi mengacu dari pemikiran orang terdahulu.
k.   Hilangkan segala bentuk dogma.
l.   Pisahkan pemahaman atas para nabi-Nya terdahulu.
m.   Pahami perbedaan Sunnah Nabi dan Hadits Nabi.
n.   Harus utuh, konsisten dan tidak saling bertentangan.
o.   Berdiskusi dengan orang berilmu agama tinggi.
p.   Banyak mempelajari pemahaman yang berbeda-beda.
q.   Memiliki bangunan pemahaman atas ajaran agama.
r.   Persiapkan sikap-sikap mental tertentu sebelumnya.

Pemahaman utuh, konsisten dan tidak saling bertentangan
Pembentukan 'bangunan pemahaman' atas ayat Al-Qur'an
Catatan tentang 'bangunan pemahaman' atas ayat Al-Qur'an
Hikmah dan hakekat Al-Qur'an yang universal, dan aplikasinya
Mendekati bangunan pemahamannya nabi Muhammad saw?
Perlunya para alim-ulama menguasai ilmu-ilmu terkait
Para alim-ulama menjadi saksi bagi umatnya di Hari Kiamat
Segala ilmu bersifat netral, nilainya tergantung manusianya
Perbedaan pemahaman dan Ijtihad (penafsiran)
Lebih lanjut, perbedaan pemahaman dan Ijtihad (penafsiran)
Gambaran umum proses pengajaran-Nya sepanjang masa
Al-Qur'an dan Sunnah Nabi, bentuk 'ijtihad' dari Nabi
Pembentukan pemahaman bersama pada Majelis alim-ulama
Mungkinkah “kitab Al-Hikmah” bisa disusun?
Keadaan bagi penyampaian Al-Hikmah
Pemahaman universal untuk atasi isu-isu umat Islam modern
Contoh isu-isu umat Islam modern dan solusi sederhananya

a.   Isu hukum syariat yang tidak populer dan aplikatif.
b.   Isu pengekangan terhadap wanita.
c.   Isu poligami.
d.   Isu pendirian negara Islam.
e.   Isu jihad dan terorisme.

Kembali kepada hikmah dan hakekat ajaran agama-Nya

 

VIII.   PENUTUP

Berbagai pemahaman praktis bagi kehidupan umat
Hubungan antara pengetahuan Allah dan pengetahuan manusia
Segala tindakan Allah bersifat mutlak, kekal dan amat alamiah
Perbedaan pemahaman umat, suatu rahmat-Nya
Cakupan pemahaman atas ayat Al-Qur'an pada buku ini
Catatan umum bagi pemahaman atas ajaran agama-Nya

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Lampiran A: Daftar nama terbaik Allah (Asmaul Husna)
Lampiran B: Daftar istilah yang terkait dengan Allah
Lampiran C: Daftar istilah keagamaan lainnya
Lampiran D: Perbandingan aliran-aliran teologi Islam

A.   Daya, kehendak dan perbuatan manusia
B.   Kemutlakan kehendak dan kekuasaan Allah
C.   Berbagai topik lainnya
D.   Berbagai hakekat tambahan (dari pembahasan di sini)
E.   Kesimpulan perbandingan antar aliran-aliran

Pemahaman pada aliran Mu'tazilah vs pada buku ini
Sifat mutlak yang 'kekal' dan yang 'tak-kekal'
Berbagai pertanyaan tentang perubahan kehendak-Nya
Hal-hal yang dikehendaki-Nya
Kemutlakan semua sifat-Nya, kesatuan yang utuh
Hindari menganalogikan sifat-Nya, dengan sifat makhluk-Nya
Hindari berfilsafat tentang sifat-sifat-Nya
Kebebasan dan keterbatasan manusia
Perbedaan penafsiran atas perbuatan Allah Yang Maha Halus
Sunatullah tentang hal-hal batiniah
Hasil perbandingan antar aliran-aliran

Lampiran E: Kumpulan terjemahan ayat-ayat Al-Qur'an

1)   Perselisihan pemahaman atas ajaran agama-Nya
2)   Keutamaan orang yang berilmu-pengetahuan (alim-ulama)
3)   Banyaknya golongan dalam agama-agama tauhid maupun Islam
4)   Asmaul Husna, sebagai cerminan dari sifat, wajah atau Fitrah Allah
5)   Hakekat dan tujuan penciptaan alam semesta
6)   Semua ciptaan-Nya lainnya untuk mendukung kehidupan manusia
7)   Sunatullah (Sunnah Allah)
8)   Penciptaan alam semesta dengan sunatullah
9)   Awal penciptaan alam semesta secara lahiriah
10)   Matahari sebagai sumber energi kehidupan di bumi
11)   Ciptaan-Nya yang gaib dan yang nyata
12)   Unsur atau elemen paling dasar pembentuk alam semesta
13)   Atom atau biji zarrah sebagai benda terkecil
14)   Penciptaan ruh dari energi
15)   Pentingnya mensucikan ruh
16)   Kesamaan dan perbedaan dasar setiap anak manusia
17)   Akal makhluk-makhluk-Nya
18)   Nafsu makhluk-makhluk-Nya
19)   Tubuh wadah makhluk-Nya
20)   Berinteraksi langsung dengan ruh-ruh
21)   Tugas-tugas makhluk ciptaan-Nya
22)   Pentingnya air bagi kehidupan
23)   Beberapa surat dan ayat Al-Qur'an tentang penciptaan manusia
24)   Rangkuman proses penciptaan manusia
25)   Kehidupan dunia dan kehidupan akhirat
26)   Para makhluk gaib dan tugas-tugasnya
27)   Keseimbangan pengajaran dan ujian-Nya bagi manusia
28)   Perlunya mewaspadai kepada iblis, syaitan dan jin
29)   Pengelompokan para makhluk gaib
30)   Pemberian hikmah dan hidayah-Nya kepada manusia
31)   Para malaikat dan tugas-tugasnya
32)   Para makhluk gaib tidak mengetahui semua rahasia-Nya
33)   Penciptaan galaksi dan bintang
34)   Penciptaan gunung sebagai pelindung bumi
35)   Proses interaksi lahiriah dan batiniah
36)   Segala hal di alam semesta ini hanyalah milik Allah
37)   Surga dan orang-orang yang dimasukkan ke dalamnya
38)   Neraka dan orang-orang yang dimasukkan ke dalamnya
39)   Perbuatan dosa manusia dan balasan-Nya
40)   Pentingnya lingkungan pergaulan
41)   Pentingnya membangun kehidupan akhirat selama hidup di dunia
42)   Perwujudan hasil amal-ibadah dalam kehidupan
43)   Ujian-Nya bagi orang beriman
44)   Berbagai kejadian di Hari Kiamat
45)   Penyempurnaan setiap amal perbuatan manusia
46)   Peristiwa-peristiwa pada Hari Kiamat secara ringkas
47)   Hari Kiamat dan berbagai peristiwa di dalamnya
48)   Penyaksian atas kebenaran-Nya di dunia dan di Hari Kiamat
49)   Dua macam “kembali” kepada Allah
50)   Pemahaman tentang Allah dan sifat-sifat-Nya (tauhid)
51)   Berbagai balasan-Nya melalui sunatullah
52)   Sunatullah yang bersifat mutlak dan memaksa
53)   Ilmu Allah dan ilmu manusia
54)   Zat Allah dan ruh yang gaib
55)   Pemahaman atas sunatullah dan kemampuan memperkirakan
56)   Tidak ada ilah selain Allah, dan kokohnya alam semesta
57)   Proses sunatullah tergantung keadaan tiap zat ciptaan-Nya
58)   Segala kehendak dan tindakan-Nya, melalui sunatullah
59)   Proses berusaha lebih penting, daripada hasilnya
60)   Setiap amal perbuatan akan dihisab-Nya
61)   Tentang sikap-sikap mulia sabar, ikhlas, tawakal dan syukur
62)   Keadaan manusia pada saat kembali ke hadapan 'Arsy-Nya
63)   Umat yang dikehendaki-Nya
64)   Pemahaman tentang takdir-Nya
65)   Rejeki dan jodoh yang ditetapkan-Nya
66)   Takdir-Nya (berlakunya sunatullah) mengenai kematian
67)   Allah tidak mengetahui segala kejadian atas makhluk-Nya
68)   Berbagai sifat ciptaan-Nya
69)   Akal yang disertai berbagai pengajaran dan tuntunan-Nya
70)   Hati nurani sebagai tuntunan-Nya
71)   Turunnya kitab-kitab-Nya (kitab-kitab tauhid)
72)   Manusia yang pasti telah mendapat pengajaran dan tuntunan-Nya
73)   Sunatullah dalam kedatangan para nabi dan rasul-Nya
74)   Kedatangan para nabi-Nya untuk mengatasi persoalan kaumnya
75)   Diutus-Nya para nabi-Nya kepada kaumnya yang zalim
76)   Beberapa pengajaran dan tuntunan-Nya
77)   Beberapa perbuatan buruk yang melampaui batas
78)   Keadaan awal kalangan kaumnya para nabi-Nya
79)   Pondasi awal kenabian
80)   Para nabi dan keturunannya
81)   Proses perolehan kenabian
82)   Al-Qur'an yang penuh hikmah
83)   Pengangkatan para nabi dan rasul-Nya
84)   Kisah para nabi dan rasul-Nya sebagai contoh suri teladan
85)   Proses diturunkan-Nya wahyu-Nya
86)   Bertahapnya wahyu-Nya disampaikan dan ditulis
87)   Pengaruh kehidupan Nabi Muhammad saw dalam Al-Qur'an
88)   Al-Qur'an adalah bagian dari Fitrah Allah
89)   Al-Qur'an (gaib) telah ada sejak awal penciptaan alam semesta
90)   Al-Qur'an disempurnakan diturunkan-Nya
91)   Dasar ajaran semua kitab-Nya sama-sama berasal dari Allah
92)   Hal-hal gaib sebagai bukti ketinggian ilmu para nabi-Nya
93)   Agama dan kitab tauhid
94)   Kesamaan dasar ajaran para nabi dan rasul-Nya
95)   Islam sebagai agama tauhid terakhir
96)   Para nabi-Nya menjawab semua persoalan umat
97)   Agama dan kitab tauhid dalam perkembangannya
98)   Kematian dan kebangkitan Nabi Isa as, serupa manusia lainnya
99)   Kesaksian Nabi Isa as yang dianggap umatnya sebagai Tuhan
100)   Ajaran Nabi Isa as dan solusi kedepannya
101)   Para nabi dan rasul-Nya sebagai utusan-Nya
102)   Kedatangan hari kiamat yang tiba-tiba
103)   Penciptaan alam semesta sebagai ujian bagi manusia
104)   Kemenangan hakiki orang beriman bukan kemenangan duniawi
105)   Masalah keyakinan diserahkan kepada tiap individu
106)   Keimanan sebagai perlombaan tanpa akhir
107)   Kemenangan orang beriman atas orang kafir
108)   Berbagai persoalan muncul dari perbuatan melampaui batas
109)   Nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir
110)   Kitab-Nya sebagai kitab tuntunan yang lengkap
111)   Dasar-dasar ajaran agama Islam
112)   Majelis ulama untuk menangani persoalan umat
113)   Al-Qur'an diturunkan-Nya bukan berupa 'teks', tetapi 'hikmah'

 

Suplemen: Kitab suci Al-Qur'an Digital

QS.001:   Al-Fatihah (Pembukaan)
QS.002:   Al-Baqarah (Sapi betina)
QS.003:   Ali-Imran (Keluarga Imran)
QS.004:   An-Nisaa' (Wanita)
QS.005:   Al-Maa-idah (Hidangan)
QS.006:   Al-An'aam (Binatang ternak)
QS.007:   Al-A'raaf (Tempat tertinggi)
QS.008:   Al-Anfaal (Rampasan perang)
QS.009:   At-Taubah (Pengampunan)
QS.010:   Yunus (Yunus)
QS.011:   Hud (Huud)
QS.012:   Yusuf (Yusuf)
QS.013:   Ar-Ra'd (Guruh)
QS.014:   Ibrahim (Ibrahim)
QS.015:   Al-Hijr (Al-Hijr)
QS.016:   An-Nahl (Lebah)
QS.017:   Al-Isra' (Memperjalankan di malam hari)
QS.018:   Al-Kahfi (Gua)
QS.019:   Maryam (Maryam)
QS.020:   Thaha (Thaha)
QS.021:   Al-Anbiyaa' (Nabi-nabi)
QS.022:   Al-Hajj (Haji)
QS.023:   Al-Mu'minuun (Orang-orang yang beriman)
QS.024:   An-Nuur (Cahaya)
QS.025:   Al-Furqaan (Pembeda)
QS.026:   Asy-Syu'araa' (Para penyair)
QS.027:   An-Naml (Semut)
QS.028:   Al-Qashash (Cerita-cerita)
QS.029:   Al-Ankabut (Laba-laba)
QS.030:   Ar-Ruum (Bangsa Rumawi)
QS.031:   Luqman (Luqman)
QS.032:   As-Sajadah (Sujud)
QS.033:   Al-Ahzab (Golongan yang bersekutu)
QS.034:   Saba' (Kaum Saba')
QS.035:   Faathir (Pencipta)
QS.036:   Yaa Siin (Yaa siin)
QS.037:   Ash-Shaffaat (Yang bershaf-shaf)
QS.038:   Shaad (Shaad)
QS.039:   Az-Zumar (Rombongan-rombongan)
QS.040:   Al-Mu'min (Orang yang beriman)
QS.041:   Fush Shilat (Yang dijelaskan)
QS.042:   Asy-Syuura (Musyawarat)
QS.043:   Az-Zukhruf (Perhiasan)
QS.044:   Ad-Dukhaan (Kabut)
QS.045:   Al-Jaatsiyah (Yang berlutut)
QS.046:   Al-Ahqaaf (Bukit-bukit pasir)
QS.047:   Muhammad (Nabi Muhammad SAW.)
QS.048:   Al-Fath (Kemenangan)
QS.049:   Al-Hujurat (Kamar-kamar)
QS.050:   Qaaf (Qaaf)
QS.051:   Adz-Dzaariyaat (Angin yang menerbangkan)
QS.052:   Ath-Thuur (Bukit)
QS.053:   An-Najm (Bintang)
QS.054:   Al-Qamar (Bulan)
QS.055:   Ar-Rahmaan (Yang Maha Pemurah)
QS.056:   Al-Waaqiah (Hari Kiamat)
QS.057:   Al-Hadiid (Besi)
QS.058:   Al-Mujaadilah (Wanita yang mengajukan gugatan)
QS.059:   Al-Hasyr (Pengusiran)
QS.060:   Al-Mumtahanah (Perempuan yang diuji)
QS.061:   Ash-Shaff (Barisan)
QS.062:   Al-Jumu'ah (Hari Jum'at)
QS.063:   Al-Munaafiquun (Orang-orang munafik)
QS.064:   At-Taghaabun (Hari ditampakkan kesalahan-kesalahan)
QS.065:   Ath-Thalaaq (Talak)
QS.066:   At-Tahrim (Mengharamkan)
QS.067:   Al-Mulk (Kerajaan)
QS.068:   Al-Qalam (Kalam)
QS.069:   Al-Haaqqah (Hari kiamat)
QS.070:   Al-Ma'aarij (Tempat-tempat naik)
QS.071:   Nuh (Nabi Nuh)
QS.072:   Al-Jin (Jin)
QS.073:   Al-Muzzammil (Orang yang berselimut)
QS.074:   Al-Muddatstsir (Orang yang berkemul)
QS.075:   Al-Qiyaamah (Hari Kiamat)
QS.076:   Al-Insaan (Manusia)
QS.077:   Al-Mursalaat (Malaikat-malaikat yang diutus)
QS.078:   An-Naba' (Berita besar)
QS.079:   An-Naazi'aat (Malaikat-malaikat yang mencabut)
QS.080:   'Abasa (Ia bermuka masam)
QS.081:   At-Takwir (Menggulung)
QS.082:   Al-Infithar (Terbelah)
QS.083:   Al-Muthaffifiin (Orang-orang yang curang)
QS.084:   Al-Insyiqaaq (Terbelah)
QS.085:   Al-Buruuj (Gugusan bintang)
QS.086:   Ath-Thaariq (Yang datang di malam hari)
QS.087:   Al-A'laa (Yang paling tinggi)
QS.088:   Al-Ghaasyiyah (Hari pembalasan)
QS.089:   Al-Fajr (Fajar)
QS.090:   Al-Balad (Negeri)
QS.091:   Asy-Syams (Matahari)
QS.092:   Al-Lail (Malam)
QS.093:   Ad-Dhuhaa (Waktu matahari sepenggalan naik)
QS.094:   Alam-Nasyrah (Melapangkan)
QS.095:   At-Tiin (Buah tin)
QS.096:   Al-'Alaq (Segumpal darah)
QS.097:   Al-Qadar (Kemuliaan)
QS.098:   Al-Bayyinah (Bukti)
QS.099:   Al-Zalzalah (Kegoncangan)
QS.100:   Al-'Aadiyaat (Kuda perang yang berlari kencang)
QS.101:   Al-Qaari'ah (Hari Kiamat)
QS.102:   At-Takaatsur (Bermegah-megahan)
QS.103:   Al-'Ashr (Masa)
QS.104:   Al-Humazah (Pengumpat)
QS.105:   Al-Fiil (Gajah)
QS.106:   Al-Quraisy (Suku Quraisy)
QS.107:   Al-Maa'un (Barang-barang yang berguna)
QS.108:   Al-Kautsar (Nikmat yang banyak)
QS.109:   Al-Kaafiruun (Orang-orang kafir)
QS.110:   An-Nashr (Pertolongan)
QS.111:   Al-Lahab (Gejolak api)
QS.112:   Al-Ikhlash (Memurnikan Keesaan Allah)
QS.113:   Al-Falaq (Waktu subuh)
QS.114:   An-Naas (Manusia)

  

Sebelumnya

Daftar isi

Teratas

Berikutnya