Forum diskusi

Forum diskusi bagi para pencari kebenaran

Pengetahuan-kebenaran yang 'mutlak' dan 'kekal' hanya semata hak-milik Allah, Yang
Maha Mengetahui. Sedangkan pengetahuan-kebenaran milik manusia, pasti bersifat
'relatif', 'fana' dan 'terbatas'. Agar kebenaran milik tiap umat Islam bisa makin 'sesuai'
atau 'mendekati' kebenaran milik Allah ataupun milik nabi Muhammad saw, tentunya
umat mestinya bisa selalu terus-menerus mencari kebenaran, yang segala dalil-
alasan dan penjelasannya, juga relatif makin kokoh-kuat dan lengkap (relatif
makin sulit terbantahkan). Termasuk melalui saling diskusi dan saling
mengingatkan antar umat Islam, tentang kebenaran. Terutama lagi tentang
dasar-dasar pokok aqidah agama Islam. "SAMPAIKANLAH kebenaran, walaupun
hanya satu ayat atau kalimat", yang telah diketahui dengan relatif pasti dan yakin.

260 Balasan ke Forum diskusi

  1. zia berkata:

    asaslamu’alaikum,mohon ijin ngopi untuk tugas yahh,syukron:)
    wls

  2. prikitiew berkata:

    ass…bisa tanya gak?ada gak doa2 yg paling mujarab bisa diterima oleh Allah SWT?

    • Syarif Muharim berkata:

      Do’a adalah usaha batiniah yg dianjurkan dlm ajaran2 Islam, utk mempersiapkan niat dan membentuk semangat batiniah (energi positif), yang justru diperlukan untuk bisa mendukung segala usaha terkait, dalam mencapai tujuan2 lahiriah dan batiniah. Serta tidak ada seorangpun yg bisa menjamin, bahwa suatu do’a pasti bisa diterima-Nya, termasuk krn pasti tetap diperlukan adanya segala usaha terkait (tdk cukup hanya dgn berdo’a saja), utk bisa mewujudkannya.
      Namun sebagai acuan sederhana, do’a-do’a yg relatif paling mudah diterima-Nya, adalah do’a-do’a yg ditujukan utk mencapai tujuan2 batiniah dan ditujukan bagi pendo’anya sendiri.

    • hamba Allah berkata:

      Ass???? Lu ini sedang salam atau memaki orang

  3. adi berkata:

    asaslamu’alaikum,
    mohon ma’f terlebih dahulu, karna ini forum diskusi, saya mau tanya, bagaimana pengertian menurut anda tentang hari kiamat…?

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam wr, wb.
      Tdk apa2 berdiskusi disini ataupun pd tempat2 lain dlm blog ini.
      Scra ringkasnya, Hari Kiamat adalah hari kematian pd tiap makhluk nyata (trmsuk tiap manusia), atau saat tiap makhluk nyata telah mulai meninggalkan kehidupan fisik-lahiriah-duniawinya. Lalu Hari Kiamat bisa dibagi menjadi 2, yaitu: Hari Kiamat ‘kecil’ dan Hari Kiamat ‘besar’.
      Hari Kiamat ‘kecil’ adalah hari kematian pd ‘tiap’ makhluk nyata. Sdgkan Hari Kiamat ‘besar’ adalah hari kematian pd ‘seluruh’ makhluk nyata yg ‘terakhir’ di akhir jaman.
      Penjelasan lebih lengkapnya bisa dibaca pd “Ada dua macam Hari Kiamat (‘besar’ dan ‘kecil’) ” (https://islamagamauniversal.wordpress.com/referensi/bd_5d/#_Toc280619284), termasuk di dalamnya terdapat dalil2nya dari kitab suci Al-Qur’an.

  4. anonim berkata:

    Assalamu alaikum
    pak bagaimana pendapat anda tentang beragamnya orientasi seks manusia? Ini merupakan kehendak Allah atau krn kesalahan manusianya sendiri? Mhon penjelasanya. terima kasih sblmnya

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam wr, wb.
      Sgla sesuatu hal yg berlaku di alam semesta ini pasti berdasarkan kehendak Allah. Namun sgla kehendak Allah tsb justru bersifat amat umum dan universal, krn Allah mmg tdk mengurus sgla makhluk ciptaan-Nya ‘satu-per-satu’, tetapi justru mengurus sgla makhluk ciptaan-Nya scra seragam dan adil (tanpa pilih-kasih), sesuai dgn sgla keadaannya msg2.
      Shg bagi sgla makhluk di samping berlakunya sgla kehendak Allah, namun justru juga pasti diberikan-Nya kebebasan dlm berkehendak dan berbuat, dgn diciptakan-Nya akal dan nafsu-keinginannya msg2. Dgn kata lain, kebebasan makhluk adalah bagian dari kehendak Allah, ataupun pasti diliputi oleh kehendak Allah. Hal ini juga terkait dgn ayat2 Al-Qur’an yg berbunyi sprti: “Allah berkehendak, jika umat mmg menghendaki” dan “Allah tdk akan mengubah keadaan suatu kaum, jika kaum itu sendiri tdk berusaha mengubah keadaannya”.
      Khusus tentang beragamnya orientasi seks manusia, saya pribadi blm bisa menjawab scra pasti, krn ada berbagai pendapat mengenai hal ini.
      Ada yg berpendapat, bhw sejak masih hidup di alam ruh (sebelum ditiupkan-Nya ke dunia), tiap makhluk telah memiliki jenis kelamin: pria, wanita ataupun maaf banci. Bahkan jenis kelamin ruh ini juga bisa tdk sesuai dgn jenis kelamin tubuh fisik-lahiriah tiap manusianya, saat ditiupkan-Nya. Shg orientasi seksnyapun pasti mengikuti jenis kelamin ruhnya, walaupun tubuhnya bisa tdk sesuai.
      Di lain pihak ada juga yg berpendapat, bhw jenis kelamin tiap manusia hanya sesuai dgn jenis kelamin tubuh fisik-lahiriahnya. Sdgkan orientasi seksnya dianggap hanya mengikuti keinginan / pilihan dari manusianya sendiri, sekalipun misalnya ada berbagai tekanan / keadaan yg memaksa, yg telah bisa menimbulkan penyimpangan orientasi seksnya.
      Di samping tentunya ada pula berbagai pendapat lainnya.
      Dan jauh lebih penting lagi, tiap manusia mestinya pasti bisa hidup dan mengikuti ajaran2 agama-Nya, sesuai dgn sgla keadaannya msg2. Allah pasti berlaku Maha Adil bagi sgla makhluk ciptaan-Nya.

      • ManusiaBerbahagia berkata:

        Yang menyebabkan seseorang menjadi laki-laki atau perempuan adalah jasadnya….jiwa tidak berjenis kelamin….adapun banci itu karena pengaruh horman yang menyimpang dimana pria merasa dirinya wanita dan sebaliknya

      • ASEP berkata:

        Assalamu’alaikum Wr.Wb.
        Ini pendapat akal sy yg tidak berdasarkan kitab suci………… kalau sesuai kitab suci ya Alhamdulillah tapi kalu tidak yaitu pendapat akal yg pasti salah..! Tuhan telah meninggikan langit dan meletakkan neraca keadilan…..(Hukum-hukum) contoh daun-daun berjatuhan, setiap benda dengan posisi ketinggian dari permukaan tanah pasti memiliki energi potensial grafitasi hal ini terjadi karena medan grafitasi yang telah diciptakanNYA. Dari analogi ini, dapat dikatakan bahwa semua yang terjadi mengikuti Hukum-hukumNYA, inilah yang dimaksud dengan kehendak Tuhan. Jelas Pasti dan Mustahil tuhan melakukan kesalahan dalam penciptaanNYA. seperti orientasi seks ini merupakan bagian dari terjadinya karena Hukum-hukum Tuhan. sebagai contoh terjadinya kelainan-kelainan pada fisik bisa diakibatkan oleh kelebihan atau kekurangan unsur-unsur kimia tertentu, ibu hamil yang kekuranga gizi akan melahirkan bayi abnormal, ini adalah dianatra contoh Hukum Tuhan (Kehendak Tuhan).

        • diwanto berkata:

          Kalo anda mengatakan orientasi sex sdh dibawa dari lahir. Berarti anda setuju dgn LGBT. Padahal alqur’an jelas sekali melaknat perbuatan tsb. Yg dijelaskan dlm
          Kaitannya kaum luth. Jika demikian berarti anda mensifati Allah tdk bijaksana dan adil. Mengapa ia menciptakan manusia dgn kelainan orientasi sex.

  5. anonim berkata:

    Jadi mnurut anda yg jauh lbih penting adalah mnjaga hubungan kita dgn Allah dgn menjadi hamba yg taat menjalankan ajaran agama sesuai yg kt anut?!
    Dan sesuai pnjelasan anda itu, anda lbh condong ke jwaban yg mna? yg prtama atau yg kedua??
    Bagaimna jg mnurt anda tentang kisah kaum nabi luth d Al-Qur’an, mreka d azab hanya krn orientasi sex mreka yg brbeda atau krn hal lain?? trima ksh sblmnya krn telah brsedia brdiskusi dgn sya.

    • Syarif Muharim berkata:

      Pertanyaan pertama jawabannya ‘YA’.
      Sdgkan bagi pertanyaan kedua, saya di atas blm bisa menjawab scra jelas, antara lain krn: permasalahan ini cndrung berada dlm lingkup ilmu fiqih, dan bukan ilmu kalam; msih blm jelas sumber plg awal terjadinya kelainan orientasi sex; msih blm jelas seberapa besar peran keinginan / pilihan orgnya sendiri atas terjadinya kelainan orientasi sex; dsb. Shg jawaban saya di sini cndrung masih bersifat normatif, ataupun hanya berupa prinsip2 dasarnya saja.
      Dlm kasus kaum nabi Luth as sbnarnya bukan sekedar timbul krn adanya kelainan orientasi sex, namun juga skligus krn adanya sikap2 yg amat berlebihan / amat melampaui batas pd kaum tsb, shg tlh bisa menimbulkan azab-Nya. Sdgkan sgla perbuatan dosa pasti timbul dari sgla hal yg dilakukan scra berlebihan / melampaui batas (merusak keseimbangan diri pelaku dan lingkungan sekitarnya).
      Contoh sdrhna misalnya, Hj. Dorce masih bisa diterima oleh umat Islam di Indonesia, krn sikap dan perilaku beliau mmg tampak tdk berlebihan / tdk melampaui batas.

      • Ano im berkata:

        Artinya dlm meletakan roh ke jasad tlh terjadi kesalahan???
        Siapa sih yg meletakan atau memerintahkan nya?

      • diwanto berkata:

        Dalam kasus dorce pertimbangan fiqih masih bisa diperdebatkan, karena secara naluriah ia tlh memilih jenis kelamin yg menurutnya sesuai dgn nalurinya dan seterusnya ia hidup sesuai kodrat dari kelaminnya.Namun dalam kasus kaum gay atau lesbian ia memiliki perilaku yg sesuai dgn tampilannya namun memiliki orientasi sex kepada sejenisnya. Namun saat ini terjadi penggiringan opini bahwa kaum LGBT ini adalah kodrat dari lahir.

  6. Rista berkata:

    Assalammu`alaikum
    Kalo boleh saya bertanya, bagaimana cara menstabilkan iman kita?
    saya pernah baca buku “Dajjal dan Nabi Isa”, yang mau saya tanyakan dajjal itu berwujud makhluk atau hanya sebuah perumpamaan?
    Sukron

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam wr, wb.
      Pelaksanaan hampir semua amal-ibadah yg diajarkan dlm agama Islam, pd dasarnya mrpkan cara2 utk bisa menstabilkan / mempertahankan keimanan, seperti: shalat, puasa, zakat, sedekah, zikir, dsb. Di lain pihak, ada satu amal-ibadah / satu cara amat penting, yg menurut saya bertujuan utk bisa meningkatkan keimanan, yaitu: bertafakur. Ada sebagian umat yg menyamakan antara zikir dan tafakur. Namun saya anggap agak berbeda, krn zikir cndrung utk mengingat Allah (mengingat kebenaran2-Nya yg tlh diketahui). Sdgkan tafakur cndrung utk memikirkan kebenaran2-Nya, utk bisa makin memahami kebenaran2-Nya yg tlh diketahui, ataupun utk bisa menemukan kebenaran2-Nya lainnya yg baru.
      Sbgian umat Islam mmg ada yg memahami dajjal sbgai suatu sosok makhluk. Namun saya pribadi berkeyakinan, bhwa dajjal adalah suatu perumpamaan, atas sgla bentuk kebatilan yg justru berlangsung dgn begitu amat masif dan amat meluas.

      • Rista berkata:

        Terima kasih atas jawabannya, klo boleh saya ajkn 1 pertannyaan lagi,
        Bagaimana dengan muslim yang pernah musyrik tapi kemudian bertaubat? apa taubatnya diterima oleh Allah swt sementara saya pernah mendengar bahwa Allah swt tidak akan mengampuni dosa orang musyrik.

        • Syarif Muharim berkata:

          Insya Allah, Allah Yg Maha Pengampun dan Maha Penyayang pd dasarnya pasti selalu bisa menerima sgla taubat yg mmg benar2 dilakukan dgn bersungguh2.

          Ada disebutnya dosa2 yg tdk diampuni-Nya atau tdk diterima-Nya taubatnya dlm ajaran2 agama Islam, pd dasarnya hanya utk memisahkan / menunjukkan batasan antara taubat2 yg relatif amat sulit / berat utk dilakukan dan taubat2 yg relatif masih mudah / ringan utk dilakukan.
          Tiap perbuatan dosa pd dasarnya pasti menimbulkan berbgai ‘kerusakan’ dlm hati / pikiran pelakunya sendiri. Sdgkan tiap taubat pd dasarnya mrpkan usaha utk bisa memperbaiki berbgai ‘kerusakan’ dlm hati / pikiran, akibat perbuatan dosa yg terkait. ‘Kerusakan’ dlm hati / pikiran bisa berupa “ketidak-seimbangan batin”, “pertentangan batin”, “pengingkaran thd kebenaran”, “ketidak-sempurnaan”, “kehinaan”, “rasa bersalah”, dsb. Serta beratnya beban dosa adalah tingkat ‘kerusakan’ dlm hati / pikiran pelakunya.
          Maka sulit / tdknya taubat utk dilakukan, justru terkait lgsg dgn sulit / tdknya usaha utk bisa memperbaiki berbgai ‘kerusakan’ dlm hati / pikiran pelaku perbuatan dosa yg terkait.

          Scra umum dan terurut relatif makin besar beban dosanya, yaitu: kemusyrikan, kemurtadan dan atheis. Namun scra detailnya, tentunya beban dosanya msg2 amat berragam / bervariasi. Dan hanya Allah dan pelakunya sendiri yg bisa merasakan / mengetahuinya.

          Bagi org2 yg pernah murtad dan hendak bertaubat, harap perbaiki terlebih dahulu atas hal2 yg pernah diragukan / dibantah / ditentang dari ajaran2 agama Islam, yg bisa dilakukan dgn meminta bimbingan2 dari para-alim ulama.

          Insya Allah, pelaku2 kemusyrikan dan kemurtadan yg telah benar2 bertaubat dgn bersungguh2, ibaratnya mereka bisa seperti bayi yg baru lahir, yg relatif bersih dari dosa, saat kembali memeluk agama Islam.

          • khan berkata:

            Ijin menambahkan tentang musyrik..
            Benar bahwasannya mati dalam keadaan musyrik itu tidak akan di ampuni dosa.
            Musyrik itu sendiri apa ?
            Pemahaman “orang banyak” musyrik itu menyekutukan tuhan ,itu benar.
            Lalu arti “menyekutukan” itu sendiri apa ?
            “Kebanyakan orang” memahami musyrik itu meminta bantuan ke dukun,para normal”
            Tpi di suruat 30:31-32 musyrik itu bagaimana ?

    • Anonim berkata:

      mahkluk

  7. Hamba Allah berkata:

    Assalammualaikum
    Saya ingn bertanya, saya punya Kaka perempuan. menurut saya dia tergolong perempuan solehah. suatu saat dia dizinahi oleh seorang laki-laki namun zinahnya tidak sampai dihamili. Dan pada saat itu dia pasrah padahal hatinya tidak menginginkan hal itu, bagaimana hukumnya menurut syariat islam? dan apa yang harus kaka saya lakukan agar dosanya diampuni oleh Allah swt?

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam wr, wb.
      Dari keterangannya, dosa kakaknya tampaknya berupa ‘mendekati zina’, yg memungkinkan perbuatan zina tsb bisa terjadi, dan bukan berzinanya sendiri.
      Tiap perbuatan dosa bisa diampuni-Nya dgn cara bertaubat.
      Insya Allah, Allah Yg Maha Pengampun dan Maha Penyayang pd dasarnya pasti selalu bisa menerima sgla taubat yg mmg benar2 dilakukan dgn bersungguh2.

  8. Milla berkata:

    Assalammualaikum
    pa klo misalnya perempuan haid katanya harus ngmpuln rambut yang rontok? apa itu benar?
    apa wanita yang sedang haid tidak boleh ke mesjid, dan baca qur`an?
    dan suami istri jika bersentuhan wudhunya batal atau tidak? banyak yang bilang batal tapi bukankah mereka bukan muhrim

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam wr, wb.
      Maaf ibu Milla, saya sbnarnya belum benar2 mendalami ilmu2 fiqih, maka pertanyaan2 ibu tsb saya serahkan kepada ahlinya.

      Jawaban2 beliau begini:
      1. “Apa benar perempuan haid harus mengumpulkan rambut2nya yang rontok?”.
      Jika dibilang harus ya, (juga) tidak, karena tak ada dalil baik eksplisit maupun implisit. Hanya mungkin bagian dari adab-adaban saja, tapi rasa2nya kesulitannya untuk mengumpulkan rambut rontok jauh lebih besar, bila dibanding manfaat yang akan diperoleh. Bahkan manfaatnya itu apa?.

      2. “Apa wanita yang sedang haid tidak boleh ke mesjid, dan baca qur`an?”.
      Ini masalah ijtihadiyah-khilafiyah, tak ada dalil yang secara jelas-jelas melarangnya.
      Masuk Mesjid diqiyaskan kepada larangan al-Quran bagi orang yang berhadas junub, utk masuk dan diam di mesjid, kecuali hanya sekedar melewat saja.
      Analogi (Qiyas) Junub saja (hadats besar yang tak najis, terlarang), apalagi Haid sudah hadats besar najis lagi!.
      Sedangkan memegang mushaf al-Quran, hanya bagian dari adab ta`zhim saja… ironisnya, ada yang membolehkan membaca, tapi tak membolehkan memegang mushaf.
      Benar ada ayat “La Yamassuhu illa-l muthahharun”, tetapi “hu” di sana adalah al-Quran yang di lauhi-l mahfuzh, bukan mushaf al-Quran. Pemaknaan ini dikuatkan, bahwa pada saat ayat itu turun belum ada mushaf al-Quran.

      3. “Apa suami istri yg bersentuhan, wudhunya batal atau tidak?”.
      Persentuhan kulit suami – istri juga bersifat khilafiyah, yang disebabkan oleh perbedaan penafsiran terhadap ayat “Aw lamatumu-n nisa” (al-Maidah: 6), bisa dimaknai hakiki yang berarti “bersentuhan”, tapi bisa juga dimaknai majazi “bersetubuh”.
      Adanya penarikan kepada makna majazi, karena ditemukan dalil lain (hadits), bahwa: Diriwayatkan bahwa setelah berwudhu, Rasulullah pernah mencium istrinya, kemudian beliau shalat tanpa mengulangi wudhu lagi.

      Wallohu `alam!

  9. NN berkata:

    Assalamualaikum, pa, saya minta pendapatnya, ada seorang ibu yg terlilit hutang sampai-sampai merugikan banyak orang, kemudian dia mencari cara untuk melunasi hutangnya bahkan dia rela menikah dengan orang yang bisa melunasi hutangnya, alhamdullilah ada orang yang mau membantu tapi ada syaratnya dia minta ibu itu menikah dengannya setelah hutangnya terlunasi, hampir setiap hari mereka selalu telponan padahal mereka masih memiliki istri/suami, sampai sekarang usaha-usaha yg dilakukan orang itu masih belum bisa melunasi hutangnya selalu gagal dan gagal. nah jadi apa orang yang menolong atas dasar cinta berdosa? apa yg harus dilakukan ibu itu sementara dia tidak mampu melunasi hutangnya, dan dia mencari pertolongan seperti itu atas dasar kepentingan umum, bukan untuk pribadinya? bagaimana solusinya?

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam wr, wb.
      Maaf sblumnya, saya sbnarnya belum benar2 mendalami ilmu2 fiqih, maka jawaban dari pertanyaan2 tsb hanya menrut saya pribadi dan mgkn belum sempurna.

      Tindakan berhutang itu sendiri, yg jauh melebihi kemampuan keluarga ibu tsb utk bisa melunasinya, dan bukan dilakukan dlm keadaan benar2 terpaksa (bukan utk hal2 yg konsumtif, sprti biaya operasi dan hal2 darurat lainnya), justru sdh termasuk perbuatan dosa (menganiaya diri dan keluarga).
      Tindakan berhutang tsb dilakukan utk kepentingan umum atau kepentingan keluarga ibu tsb, tentunya amat tdk tepat jika hanya menjadi tanggung-jawab si ibu sendirian, bahkan mestinya suaminya sbgai kepala keluarga harus ikut bertanggung-jawab.

      1) Motivasi dari orang yang mau membantu, dgn syarat mau dinikahi, jelas bukan atas dasar cinta dan bukan benar2 ingin membantu, tetapi atas dasar nafsu syahwat. Hal inipun jauh lebih parah lagi, krn mereka masih memiliki istri/suami.
      Maka orang tsb pd dasarnya bukan benar2 ingin menolong / membantu, cndrung berusaha berbuat zina dan berusaha menghancurkan keluarga org lain.
      2) Mestinya suami si ibu yg justru plg berkewajiban utk turun-tangan menyelesaikan persoalan. Sdgkan si ibu juga perlu membantu usaha2 suaminya, sesuai dgn kemampuannya, tetapi bukan dgn cara menjual kehormatannya ataupun menghancurkan keluarganya sendiri.
      Maka hentikan usaha menelepon / menghubungi sang ‘penolong’ tsb.
      3) Coba dirembugkan / dibicarakan dgn seluruh anggota keluarga, utk mencari cara / solusi penyelesaiannya.

      Wallahu ‘alam.

      • Kelara berkata:

        Dulunya ibu itu banyak hutang karena ditipu orang, dan sekarang suami dan keluarganya tidak dapat melunasinya, sementara hutang terus bertambah setiap bulan karena itu merupakan uang riba. Telfonan disini bukan untuk apa-apa, melainkan ibu itu hanya ingin tahu kabar mengenai uang yang diberikan si penolong. karena si penolongnya itu sendiri masih berusaha untuk mencari uang yg banyak untuk menutupi hutangnya. dan suaminya mengizinkannya karena si penolong itu orang yg mengerti agama, yang saya bingungkan. jika ibu itu sudah tidak berdaya untuk mencari nafkah(pernah kecelakaan) , dan semua penghasilan suami habis. sementara anak-anaknya harus diselamatkan. tak ada satupun kerabatnya yg dapat membantu. sementara penagih terus mendesak. kemudian ia meminta bantuan kpda orang lain dg jalan seperti itu. apakah itu tidak bertolak belakang dg agama? lantas bagaimana jalan keluar untuk orang yang terlilit hutang?

        • Syarif Muharim berkata:

          Maaf ada asumsi2 saya sblumnya yg keliru, krn ceritanya belum lgkap.

          Cukup byk tindakan2 yg bertentangan dgn ajaran2 agama dlm kasus ini, misalnya: perilaku si rentenir, perilaku si penolong yg bersyarat, perilaku si suami yg menyerahkan urusan2 ke istrinya dan rela istrinya dinikahi org lain, dsb.
          Coba meminta bantuan ke YDSF, LazisMU, BMH, BMF, LazisNU, dan yayasan sosial yg lainnya.

  10. vina herlinasari berkata:

    saya mau tanya, saya remaja muslim yang sudah berpacaran. tapi setelah beberapa bulan pacaran, saya melihat hadis hadis yang melarang pacaran. apakah boleh berjalan dengan pacar tapi tidak bergandengan tangan? tolong jawabannya. terima kasih

    • Syarif Muharim berkata:

      Dlm syari’at agama Islam mmg tdk dikenal istilah “pacaran”, tetapi hanya ada istilah “ta’aruf” (saling mengenal). Kedua istilah tsb pd dasarnya tdk dgn bgtu saja saling bertentangan, krn ada hal2 yg serupa dari keduanya, dan juga amat tergantung bgmna mengartikan istilah “pacaran” itu sendiri.
      Bisa juga “ta’aruf” disebut sbgai “pacaran scra Islami”.

      Dlm kamus, istilah “pacaran” diartikan sebagai “berteman dan saling menjajaki kemungkinan untuk mencari jodoh berupa suami atau istri” (Purwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, 1976). Maka arti pacaran smcam ini pd dasarnya juga bisa selaras dengan sunnah Rasul.
      Adapun “ta’aruf” atau “pacaran scra Islami” pd dasarnya serupa dgn “pacaran pd umumnya”, namun amat ditekankan utk sejauh mungkin menghindari perzinaan ataupun hanya sekedar ‘mendekatinya’ (saling bersentuhan, dsb), dan juga utk sejauh mungkin menghindari fitnah.
      Maka misalnya sebaiknya dihindari berdua-duaan di tempat2 yg gelap dan sepi. Sdgkan berdua-duaan di tempat2 umum yg terang dan cukup byk org, Insya Allah, dibolehkan.

      Uraian2 yg lebih lengkap, ttg “ta’aruf” atau “pacaran scra Islami” ini bisa dibaca pada blog “http://pacaranislami.wordpress.com/”.

      Mudah2an jawabannya bisa memuaskan. Aamiin.

  11. wahyu berkata:

    assalam mualiakum..
    akh mohon maaf…
    saya mau bertanya…
    saya uda hampir 1tahun pisah rumah dengan istri saya, krna dy gk mau ikut saya…
    saya punya seorang ank cwe….
    rumahtangga saya sama sekali tidak akur….
    disini istri saya selalu meminta pisah dari saya melalui perceraian….
    pertanyaan saya, apakah saya masih suami sahnya dalam agama n hukum setelah 1 tahun tidak bertemu….
    apa yg harus saya lakukan???

    sebelum nya sukron atas bantuan nya….

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam wr. wb.,

      Selama belum ada putusan vonis perceraian dari hakim Pengadilan Agama (PA), maka bapak masih tetap sbgai suami yg sah.

      Perceraian mmg dibolehkan dlm agama Islam, namun juga sekaligus amat tdk disukai oleh Allah swt. Maka perceraian semaksimal mungkin mestinya diusahakan utk dihindari, kecuali jika mmg sama-sekali sdh tdk ada cara lagi utk bisa mendamaikan pasangan suami-istri.
      Dlm mendamaikan pasangan suami-istri, tentunya kedua belah pihak mestinya bisa banyak2 melakukan koreksi diri, terutama atas kekurangan msg2, yg selama ini menjadi kendala / hambatan bagi keharmonisan kehidupan berrumah-tangga, serta sekaligus bisa makin memperbaikinya. Shg melalui usaha2 semacam ini, diharapkan relatif makin terbuka pintu bagi terjadinya rujuk kembali.

      Rasulullah SAW bersabda: “Jibril selalu berwasiat kepadaku agar memperlakukan istri sebaik-baiknya sampai aku mengira kalau istri itu haram diceraikan” (diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Al-Anshari).

      Jika kedua belah pihak mmg belum bisa menyelesaikan sendiri masalah rumah-tangganya, salah-satu langkah penyelesaian yg juga bisa dilakukan, adalah dengan mendatangi BP4 pada Kantor Urusan Agama (KUA) yg terdekat, utk meminta bantuan konsultasi pernikahan / keluarga.

      Mudah2an bisa bermanfaat. Aamiin.

  12. dartz berkata:

    Ass pak Ustadz … mohon saya dikirimi Qur’an digital sebagaimana yang ditampilkan di blog ini yang mana dilengkapi pula lafalz arabnya (bacaannya) dan artinya. Terima kasih. Wass.

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam Wr. Wb.,
      File “Al-Qur’an digital.chm”-nya sdh dikirimkan. Mdh2an sdh diterima dan bisa bermanfaat. Aamiin.

      NB: Saya masih perlu byk belajar, maka blm pas disebut ustadz,

  13. dartz berkata:

    Ass pak Ustadz … saya pernah masuk kristen di masa SD, termasuk ikut ke gereja, dan hanya bertahan dalam beberapa minggu saja. Hanya karena diajak teman tetangga yang beragama kristen saat itu. Dan kemudian kembali ke islam lagi. Hari ini saya menyadari bahwasaannya tindakan saya waktu kecil dulu adalah perbuatan dosa besar (Murtad). Alhamdulillah … Allah SWT masih memberikah hidayah dan jalan/petunjuk yang lurus untuk saya.
    Yang saya tanyakan pak Ustadz … apakah dosa-dosa saya dulu di kala masih kecil (SD) dapat diampuni oleh Allah SWT dan bagaimanakah cara untuk menghapus dosa-dosa saya dulu ?
    Alhamdulillah …. saya selalu berusaha untuk melaksanakan rukun islam dengan sebaik-baiknya, kecuali rukun yang ke-5 (haji belum), namun ada cita-cita/impian untuk bisa berhaji. Dan, saat ini saya juga melakukan puasa sunah Senin Kamis sebagimana yang diajarkan oleh Rasulullaah SAW. Mohon pencerahan dan bimbingannya dari pak Ustadz. Terima kasih. Wass.

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam Wr. Wb.,

      Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi tiap hamba2-Nya.
      Insya Allah, dosa-dosanya di masa kecil dahulu masih bisa diampuni-Nya. Apalagi tindakannya saat melakukan pindah agama tsb hanya ikut2an teman, masih berusia amat muda, blm memiliki kesadaran / pengetahuan yg utuh dan memadai dlm berbuat, dan blm memiliki tanggung-jawab sepenuhnya atas tiap perbuatan, sbgmna halnya org2 dewasa.
      Juga apalagi saat ini, pelaksanaan amal-ibadahnya sudah cukup sempurna dan tinggal berusaha melaksanakan rukun Islam yang ke-5 / terakhir (haji).

      Dan saya mendo’akan, semoga anda dilimpahkan-Nya rejeki dan kelapangan, utk bisa pergi haji ke Masjidil Haram di kota Mekkah, bagi kesempurnaan amal-ibadahnya. Aamiin.

      • dartz berkata:

        Assalamu’alaikum Wr. Wb.
        Ma’af pak, saya sudah cek ke email saya (dartzkenstein5623@gmail.com) file Al-Qur’an digital.chm belum ada. Mohon untuk dikirim kembali (kirim ulang)
        Terima kasih pak … atas penjelasan, nasihat dan do’anya. Jazakumullah Khairan Katsiran.
        Wasalamu’alaikum Wr. Wb.

        • Syarif Muharim berkata:

          Wa ‘alaikum salam Wr. Wb.,
          Aamiin. Saya sdh coba kirim 2x, gagal terus. Saya blm tau masalahnya, krn kiriman2 lainnya selalu lancar.
          Coba dgn alamat email yg lainnya.

          • dartz berkata:

            Assalamu’alaikum Wr. Wb.
            Ini pak e-mail alternatif : dartz_elektrikal45@yahoo.co.id
            Sekalian saya mau tanya, pak ….
            Bagaimana pandangan Bapak mengenai Tahlilan (membaca Yaasiin bersama-sama atau Yasinan) manakala seseorang telah meninggal dunia lalu pihak keluarga mengadakan Tahlilan pada malam harinya selama 7 hari, lalu 100 hari (jawa: nyatus dina), lalu 1000 hari (jawa: nyewu dina).
            Apakah hukumnya Wajib, Sunah ataukah Makruh?
            Adakah anjuran dari Rasululllaah SAW?
            Bagaimanakah jika tidak dilaksanakan? Apakah pihak keluarga akan berdosa?
            Atau mungkin dilaksanakan tetapi tidak harus menggunakan aturan tersebut.
            Mohon disertai hadits shahih yang melarangnya atau memperbolehkannya.
            Terima kasih atas tanggapannya.
            Wasalamu’alaikum Wr. Wb.

  14. Rd berkata:

    Assalamualikum…
    Numpang bertanya pak…
    Yang saya ketahui bahwa seseorang yang sungguh2 mengucapkan dua kalimat sahadat itu telah masuk dan memeluk “agama Islam”, dan orang tersebut di namakan “umat islam/muslim”, tapi bagaimana menurut definisi bapak tentang “ISLAM” itu sendiri, tak lepas mengambil acuan dari al-quran dan hadist. Dan pertanyaan kedua saya, apakah nabi besar Muhammad Saw bersahadat juga ? Jika Iya, bagaimana lafaz sahadat yg Beliau ucapkan…

    Terima kasih sebelumnya atas penjelasannya,
    Saya hanya ingin mencari pengetahuan dan pemahaman agar dapat lebih mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT

    Wassalam…

  15. Anonim berkata:

    assalamualaikum wr.wb.. saya ingin bertanya, gmna ya caranya agar sholat selalu khusuk

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam Wr. Wb.,

      Tiap org mgkn bisa berragam caranya, utk bisa mencapai kekhusu’an dlm sholat. Trmsuk ada yg menggunakan metoda2 tertentu.
      Namun saya pribadi biasanya cukup sdrhna, yaitu: dgn selalu mengingat, bhwa kita sdg berhadapan dgn Allah swt, ataupun bhwa kita sdg diperhatikan oleh Allah swt.

      Mudah2an bisa bermanfaat dan cukup menjawab pertanyaannya. Aamiin.

  16. sholeha putrie berkata:

    assalamualaikum wr.wb..
    saya ingin bertanya, bgaimana cara agar tidak malas untuk melakukan sholat tahajud…?

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam Wr. Wb.,

      Cara plg utama, agar tidak malas untuk melakukan sholat tahajud, adalah memperkuat niat. Insya Allah, jika niatnya cukup kuat, sholat tahajud juga bisa relatif mudah dan ringan dilakukan.
      Di samping itu pula, perlu didukung oleh pemahaman2 atas sgla manfaat / keutamaan dari sholat tahajud. Terutama misalnya, saat2 sholat tahajud (1/3 malam terakhir) trmsuk saat2 yg plg utama, utk berdo’a / bermunajat kpd Allah swt. Serta saat2 inilah para malaikat-Nya berduyun2 turun dari langit dgn amat cepatnya, utk menyampaikan sgla bentuk rahmat-Nya scra batiniah.

      Mudah2an bisa bermanfaat dan cukup menjawab pertanyaannya. Aamiin.

  17. Anonim berkata:

    assalamualaikum wr.wb..
    saya ingin bertanya, bagaimana agar doa kita dalam setiap solat segera terwujud?
    syukron

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam Wr. Wb.,

      Sepengetahuan saya….. Do’a mrpkan suatu bentuk usaha batiniah yg dianjurkan dlm ajaran2 agama-Nya, utk bisa mengharapkan dikabulkan / diwujudkan oleh Allah, Yang Maha Pengasih, atas sgla maksud-tujuan yg bersifat batiniah ataupun lahiriah.

      Bagi tiap do’a yg bermaksud-tujuan batiniah, sbnarnya langsung terwujud saat do’anya sendiri sdg dibacakan, melalui hati-pikiran ataupun melalui lisan. Krn do’anya mmg langsung membentuk keadaan2 batiniah terkait dlm hati-pikiran, sesuai dgn isi dan bacaan do’anya.
      Keadaan2 batiniah ini misalnya: niat, dasar tauhid, harapan dan tingkat pengharapannya, dsb.

      Sdgkan bagi tiap do’a yg bermaksud-tujuan lahiriah, di samping langsung membentuk keadaan2 batiniah terkait dlm hati-pikiran, seperti halnya tiap do’a yg bermaksud-tujuan batiniah di atas.
      Do’a smcam ini juga membentuk keadaan2 batiniah tertentu yg justru amat diperlukan, sebelum dilakukannya sgla usaha lahiriah terkait, utk bisa mewujudkan do’a itu sendiri.

      Tiap do’a yg bermaksud-tujuan lahiriah inilah yg bisa tertunda perwujudannya, krn mmg pasti tetap mengikuti sunnatullah (hukum alam) dan skligus mmg pasti tetap harus disertai dgn sgla usaha lahiriah yg sesuai.
      Siapapun org yg berdo’a smcam ini (trmsuk para nabi-Nya sekalipun), pasti tetap harus melakukan sgla usaha lahiriah yg sesuai, utk bisa dikabulkan / diwujudkan-Nya do’anya.
      Dan agar sgla usaha lahiriah ini mmg benar2 bisa sesuai / tepat dgn isi do’anya, tentunya diperlukan sgla ilmu-pengetahuan yg sesuai / tepat pula.

      Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat pasti mendengar tiap2 do’a dari hamba2-Nya. Namun di lain pihak, Allah Yang Maha Mengetahui juga pasti mengetahui apa saja yg terbaik, utk diberikan-Nya bagi hamba2-Nya, dlm mengabulkan / mewujudkan doa2nya.
      Maka sikap2 ikhlas, tawakal dan syukur juga amat diperlukan, utk bisa menerima apapun bentuk pemberian Allah, atas tiap do’a hamba-Nya, baik scra langsung maupun scra tertunda.

      Wallahu ‘alam.

      Mudah2an bisa bermanfaat dan cukup menjawab pertanyaannya. Aamiin.

  18. junaidi berkata:

    bagaimana dengan pantun ini pendapat saudara
    ilmu sari’at membelah kata
    yang satu dibelah dua
    alim ulama jangan di percaya
    kalau mahluk masih berdaya

    • Syarif Muharim berkata:

      Pertama-tama, saya minta maaf, jika saya keliru memahami isi pantunnya, terutama krn saya mmg kurang pandai berpantun dan hanya mencoba memahaminya scra linier saja.

      Sepengetahuan saya, istilah “ilmu Syariat” lebih dikenal di kalangan sufi. Krn di kalangan sufi cukup luas dikenal ilmu2, yaitu: Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat.
      Sdgkan di kalangan umat Islam pd umumnya, “ilmu Syariat” lebih dikenal sbgai “ilmu Fiqih” (ilmu yg mempelajari dan melahirkan aturan/hukum fiqih).
      Tapi supaya lebih luas lagi, sesuai dgn pantun di atas, maka saya sebut “ilmu Syariat” dgn “Syariat” saja, atau sgla hal yg tercantum di dlm Al-Qur’an dan Hadits.

      Sebagai satu-kesatuan, tentunya Syariat dari Rasulullah saw sendiri hanya ada satu macam (tdk terbelah-belah), yg disampaikannya melalui kitab suci Al-Qur’an dan As-sunnah. Lalu sebagian dari As-sunnah itupun terungkap melalui kitab2 hadits, oleh para penulis / perawi hadits.

      Sejak setelah wafatnya Rasulullah saw, di kalangan para sahabat telah mulai terjadi perbedaan pendapat atas beberapa hal, shg telah mulai timbul beberapa hasil ijtihad dari mereka. Namun perbedaan pendapat antar para sahabat itupun masih amat terbatas dan tdk terlalu tajam.
      Setelah jaman para sahabat, perbedaan pendapat / pemahaman / penafsiran antar umat atas ayat2 kitab suci Al-Qur’an dan Hadits, justru makin meningkat dan makin tajam, dgn lahirnya banyaknya aliran/mazhab ilmu kalam dan ilmu fiqih di kalangan umat. Begitu seterusnya sampai saat skrg ini.

      Aliran/mazhab ilmu kalam yg ada misalnya: Jabariyah, Asy’ariyah, Maturidiyah, Murji’ah, Kawarij, Imamiyah, Muta’jilah, Qadariyah, dsb.
      Sdgkan aliran/mazhab ilmu fiqih yg ada misalnya: Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali, Zahiri, Ja’fari, Ismaili, Zaidi, Ibadi, dsb.
      Bahkan hampir tiap ormas Islam di Indonesia, juga bisa punya aturan/ketentuan fiqihnya msg2, yg agak berbeda dari aliran/mazhab ilmu fiqih yg ada.

      Jawabannya:
      ===========
      Syariat dari Rasulullah saw justru telah terbelah-belah menjadi byk aliran/mazhab oleh para alim-ulama, sejak jaman dahulu sampai jaman sekarang ini, dan bukan hanya terbelah dua.

      Dgn banyaknya aliran/mazhab ilmu kalam dan ilmu fiqih di kalangan umat, tentunya umat relatif hanya percaya kpd para alim-ulama dlm aliran/mazhab yg diikutinya msg2. Sebaliknya umat relatif kurang percaya kpd para alim-ulama dlm aliran/mazhab lainnya.
      Sdgkan saya pribadi tdk scra khusus mengikuti salah-satu aliran/mazhab yg ada, krn mmg sengaja tdk mengikuti berbagai para alim-ulama tertentu saja (bukan mengikuti ORANGNYA), tapi mengikuti KEBENARAN yg disampaikan oleh seluruh para alim-ulama.
      Jika ada hal2 yg saya anggap keliru pd msg2 alim-ulama, tentunya tdk akan saya ikuti.
      Tiap para alim-ulama juga makhluk, yg sedikit-banyak punya kelebihan dan kekurangannya msg2. Dan hanya para nabi-Nya yg diyakini relatif plg sempurna dlm sgla halnya.

      Lebih pentingnya lagi, kewajiban tiap umat Islam dari jaman ke jaman, mestinya bukan hanya sekedar “mengikuti” para alim-ulama, tapi juga mestinya bisa makin “menyempurnakan” sgla ilmu dari para alim-ulama tsb.

      Wallahu ‘alam.

    • junaidi berkata:

      trima kasih bang , atas saran dan pengertian yang diberikan

  19. Andy MS berkata:

    Assalamualaikum.Wr.Wb
    salam kenal mas Syarif, saya baru nemu blog ini saat mencari “Forum Diskusi Islam”, mau tanya mas, apa saya bisa menanyakan segala sesuatu tentang ke-Islam-an disini? Mohon juga untuk dikirimkan Al Qur’an Digital full versinya ke email saya dan apa boleh nanti saya kirim ke teman2 yang lain? terima kasih sebelumnya.
    Wasaalamualaikum Wr.Wb
    Email saya : andy.padi@yahoo.co.id

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam Wr. Wb.,
      Salam kenal kembali pak Andy.

      Saya sbnarnya lebih mendalami ilmu kalam / ilmu tauhid, lebih khususnya yg terungkap dlm blog ini, serta kurang mendalami ilmu2 lainnya dlm agama Islam. Namun Insya Allah, saya akan usahakan semaksimal mungkin menjawab hal2 yg akan ditanyakan, sesuai dgn kemampuan saya.

      File “Al-Qur’an digital.chm”-nya sdh dikirimkan. Mdh2an sdh diterima dan bisa bermanfaat. Aamiin.

      • Andy MS berkata:

        Alhamduliiah, terima kasih Mas, Al Qur’an Digitalnya sudah saya terima, dan Insya Allah akan saya bagi ke teman2. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua…Aamiin

  20. Hibel Nancy berkata:

    apakah hukum jual beli cek giro

    • Syarif Muharim berkata:

      Saya pribadi kurang mendalami ilmu / hukum fiqih, maka uraian / jawaban berikut justru dikutip dari “http://pengusahamuslim.com/hukum-operkredit-pengalihan-utang-dalam-fikih-islam-bagian-kedua-dari-2-seri-tulisan#.UgqVqKzO_aQ”.

      Menjual giro (cek mundur) sering juga dilakukan oleh seeorang ketika dia membutuhkan uang yang bisa didapatkan segera sebelum tanggal pencairan giro. Dia menjual giro itu di bawah nilai yang tertera dalam giro tersebut. Ini jelas riba karena sama dengan “jual beli piutang” atau piutang dijadikan objek yang bisa mendatangkan manfaat.

      Misalnya, A mempunyai giro dengan nilai 5 juta, dan itu bisa dicairkan pada tanggal 30 Februari 2011. Kemudian, sepuluh hari sebelum pencairan, yaitu tanggal 20 Februari 2011, giro tersebut dijual kepada B senilai 4 juta. Dengan demikian, B mempunyai untung sebesar 1 juta yang bisa dia cairkan pada tanggal 30 Februari 2011.

      Dalam akad seperti ini, ribanya sudah tumpang tindih. Gironya saja sudah riba karena mengandung gharar (ketidakjelasan); apakah pasti bisa cair atau tidak. Bisa jadi, ketika pencairan, ternyata giro itu kosong. Sudah gironya mengandung gharar, diperjualbelikan pula!

      Sehingga hukum al-hiwalah (oper kredit/pengalihan utang) dalam fiqih Islam, termasuk jual-beli cek giro, dinyatakan terlarang.

      Semoga bisa bermanfaat dan bisa cukup menjawab pertanyaannya. Aamiin.

  21. Fajrin D berkata:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh pak Syarif, semoga Allah merahmati anda dan keluarga..

    Berhubung akhi sudah berbaik hati memberikan kolom diskusi disini, saya ingin sedikit bertanya. Jujur pengetahuan saya terhadap Islam terutama dalam hal mahzab masih sangat kurang, maka’ny saya tidak berniat menganut mahzab tertentu yg menurut saya hanya mengkotakkan umat Islam dalam hal perbedaan imam dan ulama. Padahal klo dilihat sebenar’ny ulama dan imam yg diakui dlm mahzab yg berbeda-beda itu pada dasar’ny sama2 ahlusunnah wal jamaah dan mendasari fatwa berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits (kecuali beberapa yg tidak), tapi sngat disayangkan beberapa mahzab justru saling serang terutama dlm hal ulama dan pandangan. Yang ingin saya tanyakan, apakah timbul’ny kebanyakan mahzab dewasa ini memang disebabkan oleh ulama yg menjadi acuan mereka?? Dan menurut akhi bagaimana cara’ny mahzab yang berbeda-beda ini dapat bersatu dalam payung Islam saling memahami tanpa perlu membedakan ulama, selain dari kesadaran pribadi masing2??

    Satu lagi, dalam nubuat Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam akan muncul 73 golongan Islam yg sudah pasti 72’ny masuk neraka, apakah golongan yg dimaksud ini adalah golongan mahzab yg memiliki nama2 berbeda tersebut atau golongan berdasarkan kemantapan akidah, semacam muslim munafiqun dll?? Mohon pencerahannya..

    Sebelum saya menutup, ngomong2 saya sangat suka dgn format Al-Qur’an digital yg tampilkan di blog pak Syarif, saya sering mengambil referensi terjemahan dari blog ini, klo bisa saya berharap akhi dapat mengirim file digital’ny keemail saya [fajrin-alfajar88@yahoo.co.id], karena koleksi Al-Qur’an digital yg saya punya belum ada yg sekomplit Al-Qur’an diblog ini yg juga memiliki text bacaan. Mungkin itu saja, semoga Islam semakin jaya dalam persatuan prinsip penegakkan syariat dan semoga Allah senantiasa merahmati setiap hamba-Nya dimuka bumi. Aamiin..

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

  22. Anonim berkata:

    assalammu’alaikum,terimakasih isi blognya sangat bermanfaat,saya sangat antusias membacanya,mohon kiranya dikirimkan al-qur’an digital ke e-mail saya”Pdewiendah@gmail.com”.Jazakumulloh khaerun katsiraan…

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam,
      Terima kasih atas perhatiannya kpd blog ini….
      File “Al-Qur’an digital.chm”-nya sdh dikirimkan, tapi gagal terkirim, krn sistem / komputer anda tampaknya menolak jenis file “CHM”. Di dlm file ini mmg ada kode2 javascript, utk meringkas dan menyeragamkan tampilan surat2 Al-Qur’an.
      Coba periksa setingan internet komputernya (terutama penolakan atas kode2 javascript), atau coba pakai alamat email lainnya.

  23. assalamualaikum wr.wb

    saya mau tanya, bagaimana yaa cara menghilangkan suatu kebiasaan buruk yang sering dilakukan , agar tidak dilakukan lagi

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam Wr. Wb.,
      Di samping perlu byk2 bertaubat, agar bisa diampuni-Nya kebiasaan buruk tsb, Juga perlu byk2 berdzikir (mengingat-Nya), trmsuk dgn makin menyadari bhwa IA pasti menyaksikan / mengetahui sgla hal yg kita kerjakan.

  24. ade riski berkata:

    assalamualaikum wrwb
    \saya mau tanya gimana kah cara mengahafal efektif,cepat dan dimengerti sesuatu katakanlah ilmu pengetahuan termasuk ayat ayat al quran?
    sebelumnya maksih

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam Wr. Wb.,

      Dlm berusaha mengerti atau memahami kandungan ini kitab suci Al-Qur’an, scra umum pd dasarnya serupa dgn proses mempelajari semua buku ilmu-pengetahuan lainnya.
      – pelajari bhsa2 yg dipakai >> bhsa Arab.
      – kumpulkan semua bahan referensi yg selgkap-lgkapnya sesuai kemampuan, yg terkait dgn hal2 yg sdg dipelajari >> ayat2 lainnya yg terkait, Asbabun nuzul, hadits2 yg terkait, hasil ijtihad para alim-ulama yg terkait, hukum / teori ilmu-pengetahuan yg terkait, dsb.
      – pelajari fakta2 yg ada di alam semesta ini >> fakta2 dari ayat2 kauniyah.

      Khususnya dlm mempelajari kitab suci Al-Qur’an, amat diperlukan sgla pengalaman rohani-batiniah-spiritual scra LANGSUNG, yg relatif luas dan lgkap, trmsuk pengalaman2 dlm hal2 ghaib. Krn hal smcam ini amat byk terkandung dlm ajaran2 agama-Nya.

      Tentunya belumlah cukup hanya dgn menghafal ayat2 kitab suci Al-Qur’an, walau penghapalan ini mmg bisa cukup membantu.

      Wallahu ‘alam.

      NB: Maaf terlambat dibalas, krn adanya sdkit kesibukan.

  25. Taifur Ridwan berkata:

    Ass mas Syarif sy mau diskusi nich. gimana tanggapan mas syarif tentang ayat al baqarah 62, al maidah 69, al hajj 17 ini menyangkut orang2 yahudi, nasrani, sabiin. sekarang?

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam,

      Pertanyaan ini sprtinya paling tepat hanya terkait ayat2 al baqarah 62 dan al maidah 69, yg isinya mmg relatif serupa. Sdgkan ayat al hajj 17 agak berbeda isinya, krn justru menyebutkan hampir semua kelompok umat beragama.
      Pertanyaan2 sprti ini biasanya sering muncul dlm forum2 yg membicarakan kelompok liberal dlm agama Islam, yg cndrung membenarkan semua agama.

      Dlm ayat2 al baqarah 62 dan al maidah 69 tsb sbnarnya tlh disebut suatu ketentuan yg cukup mendasar, “siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, Hari Kemudian dan beramal shaleh”, bagi kaum2 yg akan selamat dari berbgai agama yg disebutkan (Islam, Yahudi, Nasrani dan Shabiin).
      Di lain pihaknya, tentunya ketentuan tsb juga berlaku bagi umat2 seluruh para nabi-Nya, dari jaman ke jaman.

      Namun ada yg kurang dari ketentuan tsb, yaitu perbedaan “kesempurnaan” ajaran antar para nabi-Nya, ataupun antar agama tauhid.
      Sbgmna diketahui ajaran2 dari para nabi-Nya, justru scra alamiah makin sempurna dari jaman ke jaman. Dan sbgai nabi terakhir, tentunya ajaran2 dari Rasulullah saw, juga scra alamiah plg lengkap dan sempurna.

      Maka tidaklah cukup hanya menilai “benar / salahnya” suatu ajaran ataupun suatu agama tauhid, namun mestinya juga menilai “kesempurnaannya”.

      Bagi umat Islam, tentunya ajaran2 dari para nabi-Nya terdahulu tdk bisa dinilai “salah”, dan hanya ajaran2 dari Rasulullah saw yg dinilai “benar”.
      Pdhal Rasulullah saw sendiri justru telah jelas2 membenarkan seluruh para nabi-Nya terdahulu, beserta wahyu2 dan kitab2-Nya yg mereka sampaikan.
      Namun umat Islam mestinya bisa menilai dan meyakini, bhwa ajaran2 dari Rasulullah saw adalh plg lengkap dan sempurna, dibandingkan dgn ajaran2 dari para nabi-Nya terdahulu.

      Jika ditanyakan, manakah ajaran ataupun agama yg mestinya diikuti oleh seluruh umat manusia?
      Jawabannya mestinya “ajaran2 dari Rasulullah saw, ataupun agama Islam”, krn mmg plg lengkap dan sempurna.

      Wallahu ‘alam.

      NB: Maaf terlambat dibalas, krn adanya sdkit kesibukan.

  26. Mismin berkata:

    Assalamualaikum….
    Senang bs ikut membaca menambah pengetahuan di diskusi ini..mohon maaf bagi rekan2 yg ucapkan salam walaupun niat anda bagus tp kalo gak komplit rasanya kurang enak dibacanya sperti misalnya ass…maaf kalo di artikan dlm bahasa laen maknanya kurang bagus..bukan mendoakan tp malah satu pelecehan.
    Oh iya mas Syarif…aQ jg berharap bs mendapatkan Al Qur’an digitalnya ke email mizmeen.bean@gmail.com
    Terima kasih atas kesempatannya
    Wassalamualaikum.

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam,
      File “Al-Qur’an digital.chm”-nya sdh dikirimkan, tapi gagal terkirim, krn sistem / komputer anda tampaknya menolak jenis file “CHM”. Di dlm file ini mmg ada kode2 javascript, utk meringkas dan menyeragamkan tampilan surat2 Al-Qur’an.
      Harap coba periksa setingan internet komputernya (terutama penolakan atas kode2 javascript), atau coba pakai alamat email lainnya.

  27. tangan sewu berkata:

    ……..lumayan buat bacaan n thanx’

  28. Anonim berkata:

    Ustad apakah hewan Qurban itu boleh betina?

  29. N N berkata:

    ada yang bisa bantu buat download kitab-kitab hadits dan alquran yang tanpa ribet

  30. adem ayem berkata:

    salamu”alaikum Mas Syarif
    Terima kasih atas tulsan2 nya yang menurut saya sangat luar biasa.
    penggabungan dari beberapa ayat yang belum pernah saya temukan sebelumnya…..
    saya mendapat banyak sekali pencerahan dari blog Mas syarif ini
    Maklum saya di ktp memang beragama islam, tapi kalau baca alquran cuma terjemahanya saja versi bahasa indonesia.
    Semoga kebahagiaan dan ketentraman senantiasa Allah limpahkan pada Mas Syarif dan kita semua Amin……

  31. adem ayem berkata:

    nambah mas Syarif….:)
    kalau boleh tau resepnya, bagaimana cara mas Syarif menggali berbagai ayat di alquran ini hingga menemukan pengertian yang menurut saya sangat mendalam……..
    sekalian kalau boleh usul Mas syarif, tolong di babarkan yang berhubungan dengan perbuatan,
    maksud saya, berhubungan dengan misi manusia dilahirkan, ibadah dalam arti luas (tidak sebatas ritual) tentunya dengan metode menggabungkan ayat2 Alquran.
    Terima kasih

    • Syarif Muharim berkata:

      Ringkasnya… idealnya Al-Qur’an sebaiknya dikaji secara utuh-menyeluruh, minimalnya atas hal2 tertentu yg sedang ingin dikaji / dibahas.
      Dlm mengkaji sesuatu hal misalnya, kumpulkan sebyk mgkn seluruh ayat2 Al-Qur’an, hadits2, Asbabun nuzul dan sgla keterangan yg terkait lainnya. Baru kemudian berusaha mengkaji / mencari benang merah penghubung keseluruhannya, skligus tentunya beserta makna2 yg sebenarnya ttg hal tsb.
      Lebih lgkapnya bisa dibaca pd link https://islamagamauniversal.wordpress.com/2011/11/14/metode-pencapaian-pemahaman-al-hikmah/.

      Saya sendiri blm mengkaji scra lengkap seluruh ayat2 Al-Qur’an, namun baru mengkaji ayat2 yg terkait lgsg dgn isi buku hikmah pd blog ini.

      Mgkn hal2 yg diusulkan sdh dibahas dlm buku hikmah pd blog ini, yg bisa dicari dari menu “Daftar isi buku hikmah” di atas (atau pd link https://islamagamauniversal.wordpress.com/daftar-isi-buku/).
      Mudah2an sesuai dgn hal2 yg dimaksud.

  32. kk alfath berkata:

    Assalamu’alaikum mas syarif..
    Blognya benar2 bermanfaat, banyak kajian yang dapat diambil hikmahnya. dan saya sangat tertarik dengan Al-Qur’an digitalnya, klo boleh mohon kirimkan file chm di email sini:
    fajarsetia123@ymail.com
    Tolong diinfokan klo sudah terkirim. Insya Allah blognya terus jaya.. Wassalam..

  33. soni berkata:

    Assalamualaikum Wr,Wb.
    Saya benar-benar bersyukur bisa menemukan blog seperti punya bapak ini.
    Tulisan-tulisannya sangat bermanfaat. Semoga Allah SWT selalu melindungi Bapak.

  34. vindy berkata:

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Saat ini saya ada ganjalan mengenai perdagangan yg akan saya lakukan. mohon penerangannya.
    Apakah hukum pedagangan mata uang (forex) itu halal atau haram ( riba )?

  35. Anonim berkata:

    assalamualaikum
    mau tanya bagaimana hukumnya jika kita diberi jimat oleh seseorang dan kita terima tapi tidak kita manfaatkan sama sekali , tapi sempat kita simpan dan kemudian jimat tersebut kita buang

  36. Anonim berkata:

    assalamualaikum
    mau tanya seandainya ada orang yang datang pada kita dan mengaku orang pintar bisa menyembuhkan segala macam penyakit,bisa menggandakan uang dan bisa mengeluarkan harta karun dari dalam tanah hanya dengan doa2 . Terus kita tertarik dan ingin membuktikan apakah kita berdosa atau tidak ? memang dalam hal ini ternyata ada semacam ritual tapi kita tidak tau ritual apa karena kita tidak mau ikut yang jelas tidak ada syarat yang aneh2 yang bertentangan dengan agama. Mohon penjelasannya .
    Wassalamualaikum wr wb

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam Wr. Wb.,
      Insya Allah, belum berdosa jika kita hanya tertarik dan ingin membuktikannya.

      Namun hal2 semacam itu ujung-ujungnya tetap saja berakhir kpd kebohongan atau penipuan, meskipun hal2 tsb dilakukan oleh org2 yg punya ilmu agama dan juga meskipun seolah-olah tidak ada syarat2 yg bertentangan dengan agama (misalnya pakai do’a2 dlm bhsa Arab).

      Sehingga usaha pembuktian tsb, juga ujung-ujungnya tetap berakhir dgn sia-sia. Di samping juga bisa mengganggu keimanan, jika sdh terlalu percaya dgn hal2 semacam itu.

      Ada Sunnatullah (hukum alam / hukum sebab-akibat) yg diciptakan-Nya dan tidak pernah berubah-ubah, yg pasti mengatur sgla proses kejadian lahiriah dan batiniah atas sgla zat ciptaan-Nya di seluruh alam semesta ini.
      Sehingga tidak ada sesuatupun proses kejadian di alam semesta ini, yg berada di luar Sunnatullah tsb. Termasuk tidak ada misalnya penyakit bisa sembuh, uang bisa berlipat-ganda dan harta karun bisa muncul dgn begitu saja hanya melalui do’a2.

      Namun begitu, do’a2 memang masih bisa menyembuhkan sejumlah amat terbatas penyakit lahiriah dan terutama penyakit batiniah. Hal inipun tetap ada prosesnya dan tidak terjadi dgn begitu saja.

      Wallahu a’lam.

  37. Abuzar berkata:

    Assalamualaikum warahmatullah
    Jodoh itu telah ditentukan oleh Allah SWT
    Pertanyaannya: Apakah jodoh akan datang sendiri tanpa berusaha ??
    Terima kasih sebelumnya Ust

    • junaidi berkata:

      jodoh itu akan datang entah melalui dari mana itu urusan Allah,
      dan anda berusaha mencari jodoh melangkahkan kaki berjalan juga ditolong oleh Allah .seandainya tidak ditolong anda tidak mbisa bernapas dan berpukir dan segala aktivitas
      semua udah tersurat sebelum terjadi langit dan bumi ( QS.ASSAFA’AT 96 )

  38. iman berkata:

    Assalamualaikum wa rohmatullahi wa barokattuh..
    Salam kenal pak..
    Ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan berkaitan mahluk ghaib, Disuatu ketika ada sahabat saya yang lagi mengalami cobaan yang mana Istrinya mengalami kesurupan/kemasukan mahluk halus, proses kesurupan tersebut berlangsung lama hingga berbulan-bulan sedangkan kondisi istrinya tersebut lagi hamil dan dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan janin. dari keterangan sahabat tersebut bahwa sudah berobat dan berusaha kemana2 untuk mengeluarkan mahluk halus tersebut akan tetapi belum ada perkembangan berarti. menurut cerita beliau dan keterangan dari beberapa orang yg pernah mencoba mengobati bahwa yang masuk kedalam kedalam tubuh istrinya tersebut adalah kembaran halus sejak lahir dari istrinya tersebut dan juga ada mahluk halus yg berwujud hewan peliharaan kakek buyut mereka dulu yg katanya ingin ikut dan ingin dipelihara. pertanyaannya apakah Allah SWT ada menciptakan mahluk selain Jin dan Manusia (diluar Malaikat, Iblis, Syetan, Binatang, Tumbuh2an) krn sebagian ada yang mempercayai tetntang adanya “Alam sebelah” (istilahnya) yang dikatakannya bukan dari golongan Jin. Ada juga berupa Kakek Buyut keturunan mereka yang datang dan mengajarkan hal2 tertentu. Apa tujuan mahluk2 halus tersebut krn mereka juga mengajarkan kebaikan2.. apakah alam ghaib ini berbeda2 tempat dan penghuni2nya.. dan juga mohon solusi apa kira yang baik untuk Istri sahabat sy tersebut..mhn maaf atas kebodohan saya atas ketidak tahuan Ilmu Allah.. terima kasih.. mhn maaf dan mohon penjelasan.

  39. wati berkata:

    assalamualaikum wr wb
    saya ibu wati di riau. saya punya tetangga sudah 3 tahun lebih minta air ke rumah dulu mintanya tiap hari tapi karena tidak amanah jadi saya batasi jadi satu minggu satu kali , tapi kalau pas ngambil banyak sekali.
    sekarang dia berani ngambil air di tempat kantor suami . Kebetulan kantor suami dan rumah letaknya bersebelahan , pernah ditegur tapi dia nggak peduli . Suami merasa gak enak sama orang kantor . maka nya kalo malam air sering dimatikan dan kran air yang ada di halaman kantor di kecikan ( dia kalau ngambil air malam hari. )
    Yang ingin saya tanyakan dosa gak tindakan suami saya ? mohon jawabannya
    Wasalamualaikum wr.wb

  40. Anonim berkata:

    Kang Syarif akun FBku ada yang bajak lagi, tolong bantu aku ya http://fb.me/1MjZFPs1rcTJHmL
    Salam Dicky Zulkarnaen tolong kontak saya 081322599855

  41. Satria berkata:

    Assalamuaikum Wr.Wb.
    Kitab suci Al-Qur’an digital-nya sangat bermafaat sekali

    pa Ustadz🙂

    Saya sangat terbantu karena Arabic font nya bisa dicopy

    dengan baik berserta latinnya.
    Dan saya sangat setuju teks terjemahannya telah sedikit disesuaikan dengan memakai kata atau istilah yang lebih cocok, agar bisa relatif memudahkan pemahaman ayat-ayatnya.

    Kalau boleh saya urun saran :
    *- untuk kata-kata yang sudah umum dalam istilah islam spt shalat, zakat, sedekah, fardhu, Qolbu agar tidak usah diterjemahkan. Contoh pada terjemahan Depag kadang shalat diterjemahkan sbg sembahyang, atau sedekah diterjemahkan sbg zakat atau sebaliknya.
    *- untuk kata-kata yang tidak ada kamusnya spt pada Qs34:16 (sidrin qalil) dan Qs56:28 (sidrin makhdhud) agar ditulis spt apa adanya. Contoh pada QS.56:28 “Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri” – Fii sidrin makhdhuudin. Menurut beberapa ahli tafsir Fii berarti di dalam.
    Jadi Qs56:28 diartikaan = “di dalam sidrin makhdhud” (suatu bangunan di surga yg disebut makhdhud)
    Qs56:29 “yang berkerumun serta bersusun-susun”
    QS.56:30 “dibawah naungan yg terbentang luas”

    *- Dibuatkan kamus kata untuk kata-kata yg sudah umum
    *- Dibuatkan daftar kata untuk kata-kata yg tidak umum (spt qs34:16 , Qs56:28 , Q53:14 & 16 , dsb nya
    Semoga amal kebaikannya di balas oleh Allah S.W.T.
    Aamiin

  42. Alif berkata:

    Apa benar merahnya daging adalah darah pak ?

    • Syarif Muharim berkata:

      Jawaban ringkasnya “TIDAK BENAR”.

      Daging yang belum dimasak, memang ada dua kelompok besar, yaitu: “daging merah” (pada sapi, kerbau, kambing, domba, dsb) dan “daging putih” (pada ikan, ayam, bebek, dsb).

      Tentunya dari bentuknya saja, berbeda antara daging (padat-kenyal) dan darah (cairan).
      Juga dari zat penyusunnya berbeda, pada daging ada zat hemoglobin yg membuatnya berwarna “merah muda”. Sedangkan pada darah ada zat mioglobin yg membuatnya berwarna “merah terang”.

      Lalu pada daging yang tidak segar (beberapa jam setelah hewannya dipotong), warna dagingnya berubah menjadi “merah kecoklatan”, karena zat mioglobin-nya telah teroksidasi oleh udara di sekitar, dan berubah menjadi zat metmioglobin.

      Namun persoalannya, ada penjual daging yang nakal, yang menjual daging-daging yang sudah tidak segar lagi, dengan cara menyuntikkan darah ke dalam dagingnya. Sehingga dagingnya seakan-akan menjadi lebih segar dan lebih gemuk.
      Kalau dagingnya berwarna “merah terang”, artinya sudah disuntik dengan darah.

      Harap berhati-hati membeli daging-daging yang sudah tidak segar lagi, dan berwarna “merah terang”.

      Wallahu a’lam.

      NB: Harap maklum, hanya dari hasil googling saja.

      • Alif berkata:

        @@@@
        Uluk salam kagem mas syarif.

        Pesan tersirat sdh tersampaikan.
        Rahman rahim pada semuanya.
        ” kutiup sebagian rohku pd mu “.
        Berlaku pd yg lainnya
        Mari kita istigfar bersama. Tegakkan li illah kalimah illah..tanpa reserve
        Puncak riya’ adalah mengatakan kafir pd manusia lain

        Blood is blood

        Dunia pasti lebih damai bila kosa kata..kafir…hilang di benak manusia di bumi ini. Amin

        Memuliakan satu orang, menafikan manusia sedunia
        Mensucikan satu tempat. Semoga tanah air lainnya mengampuninya
        Tanah bumi langit seisinya adalah rumah tuhan.
        Anatomi raga rumah allah ..
        Semoga kita ingat ke kuffuran kita sendiri

        Semoga kita jadi manusia yg tawaduq utk mau belajar pd yg lain.
        Diatas langit ada langit

  43. junaidi berkata:

    Kata kafir itu berdasarkan hadis qudsi bukhari , karna menyampaikan haruslah sesuai dengan hukum dasar tertulis yang pasti, bukan mengarang atau memutar balik, semoga kita semua selalu terlindung dari godaan jin dan manusia , hingga diberi keselamatan dunia akhirat

  44. alexfast berkata:

    SAYA MAW TANYA-TANYA?

    langsung aja ya mas atau mbak…bantuin saya…
    bagaimana jika saya telah menikah, lalu saya dan istri bercumbu, tapi tidak sampai melakukan hubungan seksual, hanya sekedar kecup-kecupan, dan sampai saya meraba kedua buah dada istria saya, dan saya kecup kembali buah dadanya, lalu terdengar adzan, dan kami berhenti… lalu kami berniat melaksanakan sholat..

    a. apakah kami harus mandi wajib dahulu?
    b. apakah seandainya kami langsung berwudhu dan melaksanakan sholat, apakah sholat kami sah?
    c. jika seandainya saya pergi kerja, lalu saya menciumi bibirnya saja, ketika saya sholat dikantor, apakah sah sholat saya?
    d. bagaimana jika kami, berhubungan tapi tidak mengeluarkan mani, lalu terdengar adzan,, apakah kmi tetap harus mandi wajib dahulu? ataw berwudhu saja?

    mohon bimbingannya mas dan mbak,,saya masih baru dalam hal ini,,saya juga minim dalam pengetahuan ilmu ini,,,

    terimakasih sebelumnya,,

  45. jun berkata:

    Ass. . . . Saya ingin menanyaakan hal keraguan yg saya rasakan saat ini, apakah ada kata terlambat buat kita untuk bisa membaca Al Qur’an. Mengingat saya sudah 25 tahun, dulu ketika saya mengaji ketika saya akan menginjak untuk membaca Al Qur’an saya sudah tidak pernah mengaji lgi hingga saat ini, penyesalan akan hal itu membuat saya rendah dimata orang2 yg bisa membaca Al Qur’an dengan fasih. Mohon pencerahannya. . . .

    • junaidi berkata:

      seorang hamba harus menayakan kepada ilmunya Allah itu sendiri, dengan tuntunan guru yang memberi amalan tersebut. masalah diterima ini bisa dijelaskanm,langsung kepada orangnya karna menyangkut hakikat ma’rifatullah untuk membuktikan diterimanya amalan tersebut. Jika ditulis disini nanti orang yang awam salah memahami, nanti didustakan oleh mereka .

  46. qibalm98 berkata:

    Mas Sayrif..mohon penjelasan.
    Pada saat sholat berjamaah, saya sering kesulitan untuk khusuk karena terkadang kaki saya diinjak oleh jamaah sebelah, atau terkadang bacaan saya belum selesai imam sudah berganti posisi ataupun sebaliknya…..mohon penjelasannya ya…terimakasih

    • junaidi berkata:

      kebanyakan orang yang khusuk dalam sholat itu adalah orang mengenal Allah, karna yang bisa memberikan khusuk itu hanya Allah, kalau yang lain , berarti syirik

  47. qibalm98 berkata:

    Mas Syarif, mau tanya apakah seorang hamba bisa mengetahui kalau amalannya sudah betul dan di terima..?

    • junaidi berkata:

      seorang hamba harus menayakan kepada ilmunya Allah itu sendiri, dengan tuntunan guru yang memberi amalan tersebut. masalah diterima ini bisa dijelaskanm,langsung kepada orangnya karna menyangkut hakikat ma’rifatullah untuk membuktikan diterimanya amalan tersebut. Jika ditulis disini nanti orang yang awam salah memahami, nanti didustakan oleh mereka .

  48. Anonim berkata:

    assalamu alaikum kang syarif ada yang saya mau tanya , jika ada orang yang mendatangi orang pintar tapi dia masih menjalankan perintah allah (berbadah) itu termasuk dalam dosa yang bagaimana ? mohon jawaban dan penjelasannya
    terima kasih

    • junaidi berkata:

      orang pintar itu hanya prantara, yang bisa mengobati seluruh masalah yang ada dimuka bumi ini hanya satu ,Allah SWT Karna Allah menguasai segala sesuatu =

      “Karena sesungguhnya aku telah berserah diri kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu! Tiada sesuatu apapun dari makhluk-makhluk yang bergerak di muka bumi melainkan Allah jualah yang menguasainya. Sesungguhnya Tuhanku tetap di atas jalan yang lurus”. (Surah Hud 56🙂

    • Syarif Muharim berkata:

      Saya sepakat dgn pak Junaidi.
      Di samping itu, segala hal yg mengandung kesyirikan memang mestinya hrs dihindari / dijauhi.

      Juga saya berterima-kasih banyak kepada pak Junaidi, atas jawaban-jawabannya pada forum ini. Peran ataupun jawaban dari pak Junaidi, tetap amat diharapkan, dan semoga amat bermanfaat bagi umat. Aamiin…

      Salam….

  49. dt berkata:

    assalamu alaikum pa ustad, saya mau bertanya satu hal ,,mengapa nabi besar kita muhammad SAW, hari wafat nya tidak kita peringati ?sedangkan yang lain diperingati,termasuk keluarga kita..semoga menjadi pencerahan yang bermanfaat untuk kita,,amin

    • junaidi berkata:

      wass… wr.wb. Nabi kita adalah orang pilihan Allah, kekasih Allah, orang yang membawa amanah kebenaran sejati. dan Qs Al Ahzab 21 = Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah

      • al muflichun berkata:

        urun rembug mas, menurut guru saya dulu perbedaan Rasulullah SAW dg manusia lainnya dlam peringatan wafatnya adalah karena seluruh hidup Rasul berahlak sempurna (setuju dg jawaban mas diatas), kalau manusia lainnya ada yg masa mudanya tidak baik tapi menjelang tutup usia menjadi soleh dan atau di tuakan

  50. assalamualaikum wr wb
    mas nama saya panggilannya San
    San mau tanya dan mungkin pertanyaan ini seperti anak kecil tapi toling dimaklumi ya?
    Mas mengapa Allah swt tidak menciptakan Surga saja? dan kenapa Allah swt memasukkan umatnya yang tidak beriman kepadaNYA kedalam api neraka jika Allah swt bisa langsung memasukkanNya kedalam surga? Jika Allah swt maha mengetahui pasti manusia itu ada yang masuk neraka, Apakah sebaiknya manusia itu tidak usah diciptakan saja jika akhirnya ada yang masuk neraka?

    • junaidi berkata:

      (QS-Asy- Samsi 8 ), PA, ALHAMAHA PUJURAHA WATAKWAHA = maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. kemudian (QS.Al Buruuj 16). Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

  51. al muflichun berkata:

    dalam benak saya, surga dan neraka adalah sebuah simbol penghargaan yg diberikan kepada mahluk. bagaimana jika saya berpikir bahwa tidak masalah mahluk ditempatkan di surga atau di neraka, asalkan yg memberikan ridlonya, insyaallah mahluk tersebut dirahmati Allah.

  52. qibalm98 berkata:

    mau nanya terserah siapa yang mau jawab, posisi hadits dalam alqur’an itu dimana?

  53. Bond berkata:

    Assalamu’alaikum wr. wb,
    Ijin bertanya, pada bulan Ramadhan kita dibolehkan berhubungan badan dengan istri/suami pada malam hari. Apabila setelah melakukan hubungan badan, kita tidur dan kita bangun sudah terlewat waktu sahur dan subuh (misalkan pukul 07.00 wib), sehingga kita tidak melaksanakan sahur dan sholat subuh. Apakah kita masih dibolehkan berpuasa pada hari itu ? mohon pencerahannya,
    Terima kasih,
    Wasssalamu’alaikum wr. wb.

  54. qibalm98 berkata:

    Mau nanya sedikit soal fiqih, dalam sholat berjamaah jika ma’mum belum selesai membaca alfatihah tapi imam sudah ruku’ bagaimana hukumnya, terimakasih atas penjelasannya.

    • junaidi berkata:

      Kalau makmum tidak sempat menyempurnakan membaca , maka imam yang mananggung kekurangan bacaan makmum tersebut = hukum piqih
      tapi kalau saya hanya menumpang gerak kepada imam yang didepan kita, imam saya yang sebenarnya secara hakikat cuma satu , yaitu Tuhan Kita

      • qibalm98 berkata:

        Sambung nanya mas, bagaimana cara memantapkan hakikat tersebut. Sampai saat ini pikiran saya dalam sholat selalu kemana-mana. Apakah ini karena saya termasuk dalam kategori tidak berkemauan keras atau cara saya yg memang salah?

        • junaidi berkata:

          Mantapnya hakikat itu karna mengenal ALLAH, karna keyakinan yang kuat dan hakikat kebenaran sejati datangnya dari Allah kemudian diberikan kepada hambanya

  55. rizky ramdhani berkata:

    assalammualaikum.saya rizky umur 23 tahun.saya ingin bertanya dan minta petunjuk/saran dari saudara semua..sebelum lebaran terjadi hal yg tidak mengenakan terhadap saya,saya dituduh mencuri handphone temen satu kantor saya,buktinya hanya lewat rekaman kamera cctv.dan yg terekam bukan hanya saya saja karena saat itu bnyk orang..tp kebanyakan orang menuduh saya yg mengambil nya,kenyataannya sya tidak tau sama sekali dan tidak mengambil barang milik temen saya itu.dan mereka tetap kekeh menuduh sya dan mendesak saya utk mengaku klu saya yg mengambil.saya mengucapkan sumpah tp mereka tetap tdk percaya.dan akhir nya utk meyakinkan mereka saya mengambil alquran,dan menginjak alquran.saya tau klu yg saya lakukan itu adalah hal yg sangat berdosa.tapi dengan melakukan hal itu baru mereka bisa percaya kepada saya..saya ingin bertanya apakan hal sangat salah jika niat kita untuk membuktikan sebuah kebenaran..mohon saran nya saudara2 sekalian,karena hati dan pikiran saya belum tenang dengan hal ini,,terimakasih sebelumnya..wasallamualaikum.

  56. Heru Hermawan berkata:

    Buat yang mau menambah wawasan tentang hadits-hadits Rasulullah SAW. nih ada ensiklopedia hadits dari 9 imam total 62.169 hadits dalam 1 aplikasi,terdiri dari :
    – Shahih Bukhari ( 77 kitab, 3761 bab, 7008 hadits)
    – Shahih Muslim ( 56 kitab, 1348 bab, 5362 hadits)
    – Sunan Abu Daud ( 35 kitab, 1879 bab, 4590 hadits)
    – Sunan Tirmidzi (49 kitab, 2001 bab, 3891 hadits )
    – Sunan Nasa’i ( 51 kitab , 2499 bab, 5662 hadits)
    – Sunan Ibnu Majah ( 32 kitab, 1536 bab, 4332 hadits)
    – Musnad Ahmad (14 kitab, 1275 bab, 26363 hadits)
    – Muwattho’ Malik ( 32 kitab, 650 bab, 1595 hadits)
    – Sunan Darimi (24 kitab, 1368 bab, 3367 hadits)
    Penomoran hadits berdasarkan penomoran dari kitab hadits
    lengkap dengan daftar buku, daftar bab, Sanad hadits,nama perawi,latar belakang perawi,hadits pembanding dari tiap hadits, kumpulan hadits dan Ilmu Musthallah Hadits.

    Semuanya dapat anda unduh secara gratis melalui link dibawah ini, dalam versi ini tidak disertai teks dalam bahasa arab hanya terjemah bahasa indonesia.
    ensiklopedia hadits perpustakaan digital

    http://www.4shared.com/file/Fggzo1kjce/Ensiklopedia_Hadits.html

  57. Heru Karsono berkata:

    Assalamu’alaikum,,,,
    arti surat Al Qadar kok “bukti” mohon di periksa nggeh

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam….
      Terima kasih pak Heru, atas koreksinya.
      Sepertinya memang ada kesalahan pengeditan atas arti surat Al Qadar, dan justru mengambil dari arti surat Al-Bayyinah (surat berikutnya).

  58. Eko berkata:

    Assallamu’alaikum
    Blog anda bagus Mas Syarif, mohon ijin dan bantuannnya utk dpt dikirim Al-Qur;an digital ke alamat Email saya (y.e.prasetyo@gmail.com), smoga Allah Swt me-Rahmati dan menjadi Amal Sodaqoh buat Mas Syarif…..Amin Ya Rabb
    Suwun,

  59. melissa kusuma berkata:

    ASSALAMUALAIKUM
    saya telah membaca blog anda, saya mau bertanya apakah hadis itu semua isinya benar ? bukankah hadis itu bukan hanya dari aisyah saja tetapi bnyak yang lewat perantara seperti dari Rasulullah saw ke sahabat- sahabat nabi ,apakah dari gologan sahabat nabi tidak ada yang membelokkannya , seperti pura-pura jadi sahabat nabi ?

    tolong berikan pandangan anda
    sukron

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam
      Tingkat kebenaran isi hadist ada bermacam-macam, sehingga dikenal ada kategori hadits Shahih, hadits Hasan, dan hadits Dhaif.
      Dalam menilai hadits ada ilmunya tersendiri, termasuk dalam menilai para sahabat nabi yang menjadi perawi hadits.
      Sebagai manusia, tentunya tidak semua para sahabat nabi tsb benar-benar lurus, serta sedikit-banyak bisa saja ada cacat pribadinya maupun cacat ilmu-pengetahuannya.

  60. IKI berkata:

    saya ingin bertanya…apakah ruh memiliki jenis kelamin?

  61. IKI berkata:

    apakah ada reingkarnasi dalam islam?

  62. Anonim berkata:

    maaf kalau saya boleh menjawab , sebenarnya dalam islam tidak mengenal adanya reingkarnasi
    iitulah jawabannya

  63. qibalm98 berkata:

    Ijin bertanya,
    (1) definisi syirik apa sih pak ?.
    – Pemahaman saya sekarang jika menyembah selain kepada ALLAH adalah syirik. Terus bagaimana jika dalam shalat teringat yang lain apakah sudah termasuk syirik.
    – Berharap agar dipratiin atasan agar mendapat kenaikan gaji apakah syirik?
    – Sengaja mencari dokter terkenal karena rekor kesembuhannya bagus apakah syirik?
    (2)Apakah ada kesempatan bagi orang yang sadar telah melakukan dosa syirik untuk mendapat ampunan?
    Maaf jika saya banyak bertanya atas ketidak tahuan saya, terimakasih.

    • junaidi berkata:

      Surat az –zumar 53 : Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

  64. qibalm98 berkata:

    Assalamualaikum,

    Ijin bertanya tentang makna mengeraskan suara pada surat Al-Isra:110, syukron

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam.
      Tepatnya bukan mengeraskan suara dan juga bukan merendahkan / mengecilkan suara, tapi lebih tepatnya berseru / bersuara secara sedang-sedang saja.

      “Katakanlah: ‘Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa-ul husna (nama-nama yang terbaik); dan jangan kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu, dan janganlah pula merendahkannya, dan carilah jalan tengah di antara kedua itu’.” – (QS.17:110)

  65. slamet berkata:

    assalamualaikum, pak saya dari jawa timur. saya mau tanya , terkadang orang islam , kalau ada tamu , yang bukan dari kalangan keluarganya, kalau tamunya pergi, bekas temapat duduk dan di injak selalu di bersihkan , dipel, disiram pakai air, dll…memang benar islam mengajarkan seperti itu ?

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam…..

      Jelas Islam tidak mengajarkan hal seperti itu. Minimalnya, saya tidak pernah melihat hal seperti itu, terjadi pada kalangan mayoritas umat Islam.
      Kalaupun ada kejadian yang agak serupa, saya hanya pernah mendengar (bukan mengetahui langsung), bahwa ada suatu kelompok kecil umat Islam, yang melakukan hal seperti itu kepada kelompok umat Islam lainnya, yang berbeda aliran / keyakinannya. Tapi bukan kepada kalangan di luar keluarga.

      Bahkan Islam mengajarkan umat Islam, untuk berbuat baik hampir kepada siapapun, tentunya termasuk kepada kalangan di luar keluarga.

      “Sembahlah Allah, dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

      Salam…

  66. asslamualaikum…..
    bagaimana mejadi seorang muslim yang baik

  67. sis berkata:

    Assalamu’alaikum pak,saya sis di batam mau ijin mengkopi semua artikel bapak,mudah mudahan bermanfaat,terima kasih,tolong dibalas ya pak!

  68. Syakha alshidqie berkata:

    Assalamualaikum. Pa anak saya di pesantren dia ßάяŭ umur 5tahun dia wanita. Apakah saya salah. Dan bagaimana menurut islam tolong pencerahan πγα??

  69. nita berkata:

    Assalaamualaikum….Saya seorang ibu menyusui, anak sy adalah cucu pertama dr kluarga sy, dan cucu ketiga dr kluarga suami sy. Saya sebenarnya sangat bahagia krn semua kluarga besar sy dan suami sy sangat memanjakan anak sy, ttp dilain itu sy sangat sedih krn kecemburuan org tua sy dan mertua sy dalam memperebutkan anak sy, contohnya kalau anak sy drumah ortu kandung sy, mertua sy pasti ngambek begitu jg sbaliknya. Tp itu tdk bgitu sy permasalahkan krn sbisa mgkn sy atur agar selalu adil dkedua belah pihak. Tp yg sangat merisaukan saya, bila datang giliran untuk menginap drumah mertua sy, pasti sy, suami sy, dan anak sy, tidur satu kamar dgn ortu suami sy(mertua), krn dua kamar yg lain dipakai ipar sy dan eyang sy, krn sy sdg menyusui sy sgt canggung krn hrs menyusui ddepan kdua mertua sy, sy jg sdh berulang kali menolak bila hrs menginap satu kamar dgn mertua sy, tp mertua sy spt tdk perduli dan tdk mau mengerti kecanggungan sy, mohon saran, apa yg hrs sy lakukan utk menolak tetapi tanpa menyakiti hati mertua sy, trima kasih. Wassalam….

  70. Dela berkata:

    Asalamualaikum wb.rk
    kalo di dunia ini ada gak sih harta karun

    • Dela berkata:

      Buruan dong balas yah
      Tolong

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam Wr. Wb.,
      Pada jaman dulu, khan ada si Qarun atau Karun, tokoh yang kaya raya pada zaman Nabi Musa, namun ia tertimbun beserta harta bendanya karena kesombongannya.
      Pada jaman sekarang, mungkin saja ada harta karun dari kapal2 yg tenggelam misalnya, yg membawa banyak harta benda di dalamnya.

      Tapi dgn teknologi yg sudah maju, tentunya sebagian besar dari harta karun tsb sudah ditemukan. Kecuali mgkn yg masih tersisa, hanya harta karun yg sudah tidak jelas informasinya.

      Salam….

  71. septian berkata:

    Assalamualkum,
    Bagaimana perbedaan negara islam n kafir? Lalu indonesia tergolong yg mana? N bila indonesia bukan negara islam n juga g mau disebut negara kafir, apa tergolong negara munafik?

  72. junaidi berkata:

    wassalamu’alaikum wr wb. pengertian negara dalam tata negara sangat luas artinya, menyangkut wilayah dan isinya, tetapi mayoritas penduduk indonesia, banyak yang memeluk agama islam tetapi bukan negara yang memeluk agama islam

  73. sucipto berkata:

    kesempatan untuk mendapatkan amal jahiriyah untuk kaum muslimin dan muslimat yang ingin mendapatkan janji Allah …
    program wakaf pembebasan lahan dan pembangunan pesantren tahfidz qur’an bekasi :
    Donasi
    Sampaikan Zakat, Infaq, Shadaqoh dan Wakaf terbaik anda melalui
    Yayasan Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi
    Ditunaikan dengan cara :
    1. Di ambil/jemput oleh petugas kami kerumah Anda
    Via Rekening :
    – A.n. Yayasan Hidayatullah Islamic Center Cikarang Bekasi
    Bank Muamalat Cab. Tambun No : 4960000701
    – An. Hidayatullah
    Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Pondok Kelapa No : 7052026851
    Alamat :
    Jln Raya Sukatani – Pebayuran
    RT 01 RW 04
    Desa Bakung Kidul
    Kecamatan Pebayuran
    Kabupaten Bekasi
    Jawa Barat

    Contact Person
    Telp : 081386068612, 081703617521
    Website : http://www.hidayatullahicb.com
    E-mail : yhiccb@gmail.com

  74. Yanuar berkata:

    Assalamu’alaikum..
    Sy mau tanya ‘jk seseorg masuk PNS lewat jalur blkang dg membyr sejml uang krn mengikuti kemauan ibunya yg kolot dan gengsi dg jabatan PNS dan si ibu sulit diberi tahu dan dikasih masukan.kmdian si anak mau krn demi mendpt restu hub dg pacarnya hukum’y bgmn?terus stlah jd PNS halal kah uang gajinya,jk tidak mk uang gaji tsb hrs diapakan?kmdian stlh dpt restu dan menikah,wajibkah suami tsb menyuruh istrinya keluar/berhenti jd PNS?’
    Terima kasih dan semoga berkenan menjawab.
    Wassalamu’alaikum

  75. Ikhsan berkata:

    Assalamualaikum. . .

    bagaimana hukumnya jika tidak sholat shubuh dngan tidak d sengaja tpi menggantinya dilain hari

  76. komangagung berkata:

    katanya di dalam kabah isinya kayu dan batu,yg saya tanya muslim tidak memperbolehkan umatnya menyembah benda2 ,tapi kok muslim sedunia menyembah kaabah ,yg isinya kayu dan batu?

  77. Bayu berkata:

    Assalamu’allaikum….
    Tolong dijelaskan hukum memelihara jenggot menurut islam, batasan pelihara jenggot menurut syariat islam yang benar ? karena saya pernah membaca beberapa imam berpendapat agar dibiarkan dan imam lain berpendapat dirapikan sebulan sekali, trus tidak boleh melebihi satu genggaman. Tolong dijelaskan. terima kasih

  78. Anonim berkata:

    Assalamualaikum…. Apa sanksi hukuman terhadap orang yg melanggar sumpah janji mohon pencerahaannya terimakasih wa’alaikumsalam

  79. Aji Prasetyo berkata:

    Assalamu’alaikum wr. wb

    Saya mau bertanya, Apakah mendengarkan musik, menonton konser dan memainkan alat musik adalah haram, padahal tidak semua musik itu haram bisa di artikan haram, contohnya saja Rhoma irama dan opik menjadikan musik sebagai media dakwah, para walipun menjadi alat musik dan nyayian sebagai alat media berdakwah, trima kasih mohon pencerahannya

  80. anonim berkata:

    assalamualaikum.wr.wb
    saya mau bertanya apa perbedaan antara syirik dan musyrik?
    tolong penjelasannya….

  81. bastian berkata:

    Ass mau tanya klo saya mlksnkan mandi wajib. Tpi tiba tiba saya mrsa takut tdk sah . Itu bagaimana ya?

  82. isr’a mi’raj kalau ditinjau dari segi agama kan udah banyak yang ngerti ya sob. gimana kalau ditinjau dari sudut pandang sains. berikut link nya. berikan komen jika informasi ini bermanfaat buat anda.
    http://jamiyahpecintasholawat.blogspot.com/2015/05/isra-miraj-dan-teori-relativitas.html

  83. Rahadi berkata:

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Mohon ijin copas pak.. terimakasih.

  84. Lukman Maulana berkata:

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Pak, saya pernah mengikuti sebuah perkumpulan seni beladiri awal saya masuk saya tidak curiga adaya suatu ke-Musrikan. Saya sadar ketika saya menonton khazanah di trans7 bahwa perkumpulan ini ada Ke-Musrikan, Saya di berikan semacam JIN pelindung / Qodam
    pertanyaan saya apa yang harus saya lakukan agar JIN pelindung / Qodam ini iang dari saya
    Terimakasih

  85. Tamu berkata:

    Maaf tapi sepertinya ada keslalahan ayat pada QS:017 ayat 002
    apa ada misprint atau kesalahan display?

  86. Asmaul Husna berkata:

    Assalamualaikum Wr.Wb. izin ngopy ia kang Bacaan al qur’an nya.

  87. Asmaul Husna berkata:

    ia makasih semoga menjadi amal sholeh ,amin

  88. abdul berkata:

    Assalamu’alaikum.
    Perkenalkan saya abdul
    Kalau boleh Saya Mohon bantuannya admin.
    Tentanh masalah fidya dan qadha puasa ketika saya sedang sakit pada bulan puasa yang lalu.
    Jd awal ceritanya pada bulan romadhan 1935 h tepat puasa berjalan 14 hari saya terkena penyakit hepatitis sesuai diagnosa dari dokter bag. dalam. Dan saya diharuskan tidak puasa krn alasan kesehatan saya saat itu tidak baik. Jadi mulai saat itu juga saya tidak berpuasa lagi karna harus rawat inap dan hitung2 selama 16 hari itu saya tidak berpuasa. Namun ketika lebaran tiba sesuai sepengetahuan aja. Saya putuskan tidak bayar fidya dengan alasan saya akan menggantikan puasa nanti ketika saya sudah sembuh apa lagi saat itu saya optimis dalam jangka 6 bulan saya ud sembuh total. Namun ternyata hampir setahun. Alias sebulan sebelum romadhan 1936 h baru saya mendapat hasil laboratorium yg cukup stabil. Sehingga yg tadinya mau bayar dengan puasa pun tidak terlaksana dengan alasan menjaga kesehatan terlebih dahulu.
    Nah pertanyaannya .
    1. Apa saya wajib bayar fidya untuk romadhan ini dan apa kah saya harus bayar double dikarenakan saya sudah memasuki romadhan berikutnya ?
    2. Masih boleh kah saya mengganti puasa yg saya lewati di romadhan yg lalu ?
    3. Kalau seandainya saya membayar fidya, apa boleh saya diwakilkan dan harus saya bayar dengan uang lalu kemudian saya kirim ke kampung. Berhubung saya sangat kenal dikampung halaman saya sangat banyak orang miskin dan jompo2 ?
    Terima kasih

  89. Anonim berkata:

    Assalamu alaikum, Pak suka gabung di Yahoo Answer katagori Agama & Kepercayaan tidak ? Kalo sudah Alhamdulillah, kalo belum yuuk gabung🙂 Disana orangnya dari mulai yang biasa-biasa sampai yang “sinting” ada Pak…. Wassalam.

  90. Ja'far As Shodiq berkata:

    Assalamualaikum Pak Syarif Muharim…
    Ada yang mau saya tanyakan masalah ilmu kalam/tauhid, mengingat bapak sangat mengerti betul dan mendalam tentang ilmu kalam… Bapak, bagaimana Allah bisa mengetahui kekafiran yang telah dilakukan oleh seseorang sebelum dilakukannya kekafiran itu, padahal Allah tidak menentukan kekafiran itu sendiri? Tolong penjelasannya pak… Terima kasih

  91. Ja'far As Shodiq berkata:

    Assallamu’alaikum Wr. Wb.
    Buku al-Hikmah anda bagus Mas Syarif, berisi tentang pemahaman yang mendalam terhadap hakekat penciptaan-Nya.. Saya menjadi termotivasi dengan adanya buku al-Hikmah Mas Syarif, agar senantiasa selalu mempelajari tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam semesta ini (senantiasa bertafakkur)…. Dan saya juga sangat membutuhkan Al-Qur’an Digital mas Syarif…. mohon ijin dan bantuannnya utk dpt dikirim Al-Qur’an digital ke alamat Email saya ini : jafarshodiq71@gmail.com , smoga Allah Swt me-Rahmati dan menjadi Amal Sodaqoh buat Mas Syarif…..Amin Ya Rabbal alamin…
    Terima kasih,

  92. arenaberbagi.com berkata:

    ijin copas pak, untuk dishare kepada saudara sebangsa dan setanah air, semoga bermanfaat.
    terimaksih

  93. aanrk7 berkata:

    Assalammualaikum Wr.Wb.
    Mas saya mau bertanya, kemarin guru agama saya bercerita tentang Cara agar orang yang kita sukai bisa memimpikan kita Dengan Surat Yusuf. bisa di jelaskan lebih rinci mas ?

  94. Anonim berkata:

    Assalamualaikum wr wb
    Pak, apa tanggapan bapak tentang lirik ataupun judul lagu tuhan telah mati, dari forgotten, coba searching di google. apakah benar atau sesatkah?

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam Wr.Wb…..
      Kalau membaca lirik lagunya, sebenarnya judul lagu “tuhan telah mati” kurang tepat dan seolah sengaja ingin terdengar bombastis / heboh. Mungkin lebih tepatnya “tuhan telah terlupakan”.

      Juga dari lirik lagunya pada dasarnya pesan / maksudnya amat baik. Tapi saya pribadi agak kurang sreg dgn judul lagunya, karena seolah agak dipaksakan, tidak perlu dan seolah memakai ideomnya kaum atheis (Friedrich Nietzsche). Sdh cukup jika judulnya “tuhan telah terlupakan”.

      Insya Allah tidak sesat jika menilai pesan / maksud dlm lirik lagunya. Juga karena bagi orang yg beriman, Tuhan sebenarnya tdk pernah mati, bahkan Maha Hidup dan Maha Kekal, walaupun terkadang juga Tuhan dilupakannya.

      Wallahu a’lam….

  95. Mat Abdul berkata:

    Assalamualaikum wr wb,
    Maaf saya masih memperdalam agama Islam, ingin bertanya kepada Bapak, bagaimana pendapat bapak tentang pernikahan Nabi dengan Aisha yg waktu itu umurnya masih 6 tahun, sedangkan Nabi berumur 50 tahun? apakah ini termasuk kasus pedophilia seperti yang dituduhkan para kafir?
    Saya juga sering mendengar, kafir2 menuduh Nabi SAW suka menggauli budak2nya dan mencari wanita2 cantik yg diperoleh dalam peperangan karena dalam Alquran disahkan di QS 33:50

    Al Ahzab ayat 50 “Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan… ”

    Mohon penjelasannya Bapak supaya iman saya semakin tebal, amin ya robbal allamin.

  96. Didik berkata:

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, ustad. saudaraku sesama muslim yang semoga senantiasa di rahmati Allah SWT Amin. Beberapa hari ini ada hal yang mengganjal dihati dan pikiranku, saya membaca surat fushshilat kemudian diawal surat ayat ke 3 ada ayat yang terjemahanya “Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni dalam bahasa arab, untuk kaum yang mengetahui” sekiranya begitu tafsir dalam al qur’an yang saya baca. yang saya mau tanya kan, maksud dari untuk “kaum yang mengetahui” itu yang bagaimana ? apakah al qur’an dengan bahasa arab hanya untuk orang arab atau bagaimana ? mohon jawabanya ! semoga kita senantiasa diberi petunjuk Allah SWT amin

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam Warahmatullahi Wabarakatuh,
      Aamiin yRa….

      Dari membandingkan surat fushshilat ayat 3 tsb (QS.41:3) dgn ayat2 lain yg serupa penggunaan kata dan tata-bahasanya, seperti ayat2: QS.9:11, QS.30:28, QS.7:32 dan QS.10:5. Tampaknya tdk ada yg khusus dgn ayat QS.41:3 tsb.

      Jadi makna ayatnya cukup sederhana, bahwa segala penjelasan atas ayat2 Al-Qur’an, memang hanya benar2 bisa ditangkap / dicerna / dipahami dgn sempurna, oleh orang2 yg mengetahui saja (orang2 yg berilmu / berpengetahuan / berpikir / menggunakan akal).
      Sebaliknya orang2 yg tidak mengetahui / tidak berilmu-pengetahuan cenderung kurang bisa sempurna menangkap / mencerna / memahami segala penjelasan atas ayat2 Al-Qur’an.

      Sedangkan “bacaan dalam bahasa Arab”, hanya menjelaskan bahasa yg dipakai dalam kitab suci Al-Qur’an. Jelas bahasa Arab hanya media komunikasi saja, dan tentunya orang2 non-arab juga pasti bisa ikut memahami ayat2 Al-Qur’an.
      Bahkan orang2 yg sudah cukup mendalam ilmu-pengetahuannya, dari hasil usahanya mempelajari alam semesta ini, baik fisik / materiil dan non-fisik / immateriil, meskipun non-muslim dan tidak bisa berbahasa Arab, justru juga bisa ikut membenarkan ayat2 Al-Qur’an.
      ———–
      “Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui,” – (QS.41:3)
      كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
      Kitaabun fush-shilat aayaatuhu quraanan ‘arabii-yan liqaumin ya’lamuun(a)

      “… Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu, bagi kaum yang mengetahui.” – (QS.9:11)
      يَعْلَمُونَ لِقَوْمٍ الآيَاتِ وَنُفَصِّلُ
      wanufash-shiluaayaati liqaumin ya’lamuun(a)

      “… Demikianlah kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.” – (QS.30:28)
      يَعْقِلُونَ لِقَوْمٍ الآيَاتِ نُفَصِّلُ كَذَلِكَ
      kadzalika nufash-shiluaayaati liqaumin ya’qiluun(a)

      “… Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, bagi orang-orang yang mengetahui.” – (QS.7:32)
      يَعْلَمُونَ لِقَوْمٍ الآيَاتِ نُفَصِّلُ كَذَلِكَ
      kadzalika nufash-shiluaayaati liqaumin ya’lamuun(a)

      “… Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” – (QS.10:5)
      يَعْلَمُونَ لِقَوْمٍ الآيَاتِ يُفَصِّلُ
      yufash-shiluaayaati liqaumin ya’lamuun(a)
      ———–
      “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk, dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka, bahwa Al-Qur’an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu.” – (QS.41:53)
      ———–
      Wallahu a’lam.

      • ramaport berkata:

        Maaf nyeleneh coba liat lirik2 album maroon 5 yang V

        Mereka mengetahui banyak.

        Apa lagi tanduk setan sudah muncul di arab sana.

        Kalian hidup dimana tanda tanda semakim dekat

        Binatang buas berkepala tujuh yang disebutkan di Wahyu 13:1 memaksudkan kuasa politik sedunia. Binatang itu:

        Memiliki wewenang, kuasa, dan takhta, yang menunjukkan bahwa binatang itu adalah suatu kuasa politik.—Wahyu 13:2.
        Berkuasa atas ”setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa”, maka lebih besar daripada satu pemerintahan saja.—Wahyu 13:7.
        Memiliki ciri-ciri keempat binatang buas dalam nubuat di Daniel 7:2-8, yakni wujudnya seperti macan tutul, kakinya seperti kaki beruang, mulutnya seperti mulut singa, dan tanduknya sepuluh. Binatang-binatang dalam nubuat Daniel memaksudkan raja-raja, atau kerajaan-kerajaan, tertentu yang memerintah secara berturut-turut. (Daniel 7:17, 23) Jadi, binatang buas di Wahyu pasal 13 memaksudkan organisasi politik gabungan.
        ”Keluar dari dalam laut”, yaitu umat manusia yang bergolak yang darinya muncul pemerintahan manusia.—Wahyu 13:1; Yesaya 17:12, 13.
        Alkitab mengatakan bahwa angka, atau nama, binatang itu adalah 666—”bilangan seorang manusia”. (Wahyu 13:17, 18) Kata-kata itu menunjukkan bahwa binatang di Wahyu pasal 13 adalah organisasi manusia, bukan makhluk roh.

        Al mahdi aka L aka X aka D

      • Wetrizal berkata:

        Salam, sedikit menyampaikan pahaman yg mudahan berguna bagi kita semua bahwa alquran adalah bahasa Arab (paham) dan bukan bahasa bangsa Arab

    • ramaport berkata:

      Coba lihat lirik2 band maroon 5 album V disitu anda akan banyak tau jika membaca ya sin, alkhaf, al malik, al madinah

      Sampai ayat yang hanya meyisakan rosul soul allah di sorga

      Lihat juga lyrik2 taylor swift seperti blank space
      Al mahdi keturunan iblis allah tidak sekali kali menjadikan keturunan iblis sebagai pahlawan

  97. ramaport berkata:

    Bagaimana tentang tanduk setan dan symbol2 Ra (zaman mesir kuno)
    ini seperti lord of the ring dimana para raja2 arab memakan buah setan sama seperti one piece.

    Bahkan saya salah satu pemakan buah iblis itu.

  98. yasa tri waseso berkata:

    Assalamuallaikum wr. wb. Selamat malam semua .

  99. Dedi berkata:

    asaslamu’alaikum
    pagi pak ustad aku mau naya ni, aku bekerja udah selama 7 thn dan sudah menikah dan sering ribut , cerita nya begini pak ustad setiap gajian aku selalu memberi kepada orang tua ku karna aku anak cowok satu2 a tunya dan orang tua ku tidak bekerja adik aku pun masih kuliah, Yang aku tanyakan pak ustad karna aku selalu memberi orang tua akhir nya timbul rasa iri pada istri ku dia mintak hak agar orang tua nya di kasih juga sementara mertua kerja dan ibu nya guru di TK dan adik nya bekerja, Aku jadi pusing pak ustad gaji hanya pas2 aja dengan iklas ngk iklas aku relakan aja dari pada diam2 dia ngasih orang tua nya, meneurut pak ustad apa yang harus aku lakukan

    • Dedi berkata:

      kok ngak di balas pak ustad

    • Syarif Muharim berkata:

      Wassalamu ‘alaikum,

      Maaf agak terlambat jawab, krn memang ada sedikit kesibukan.

      Wanita sudah amat dikenal punya rasa iri / cemburu yg amat tinggi. Amat mungkin itu juga terjadi, terhadap pemberian gaji bapak kepada org-tua bapak sendiri.
      Solusinya relatif hanya dgn pintar-pintar ‘mengelola’ rasa iri / cemburu itu sendiri, shg tidak menjadi berlebihan, apalagi menimbulkan keributan.

      Bisa berragam cara ‘mengelola’ rasa iri / cemburu tsb, misalnya di samping memberi (sebagian besar) gaji bapak kepada org-tua bapak sendiri, juga sebagian kecil dari gaji bapak itu dibelikan hadiah bagi org-tua istri (mertua).
      Sesuai dgn besar gajinya, hadiah-hadiah kecil juga tdk masalah. Juga nilainya tidak harus sama bagi kedua belah pihak (org tua istri dan org tua sendiri), tapi lebih pentingnya ADA PEMBERIAN kpd kedua belah pihak.

      Bisa juga dibiasakan hal yg sebaliknya, atas kehendak istri gaji istri juga diatur, agar bisa diberikan kpd kedua belah pihak. Besar nilai pemberiannya juga disesuaikan dgn besar gajinya ataupun dgn kehendak pemilik gajinya. Saling memberi kpd kedua belah pihak, mungkin juga bisa mempererat hubungan antar menantu – mertua.

      Semoga solusi ini bisa bermanfaat dan keluarga bapak bisa rukun dan harmonis selalu. Aamiin.

  100. Anonim berkata:

    asslam,kami mau bertanya/…..kita sebagai mahluk didunia,apakah bisa kita ikut campur dalam urusan gaib,pas kebetulan ada suadara kami yang kira2 sudah 7 th tidak bisa pulang keduina,mhon saranya timakasih.

  101. yasa tri berkata:

    Assalamualaikum . mohon ijin untuk bertanya..
    Bagemna cra hubungan dalam islam.

  102. So Yoon Gi berkata:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Mohon ijin bertanya ..
    bagaimana hukumnya bila dalam sebuah pernikahan ada nasyidnya yang musiknya berasal dari piano atau gitar dan musik lain yang dilarang dalam islam karena yang saya tahu bahwa musik yang diperbolehkan hanya Dhuff atau rebana.
    lalu bagaimana hukumnya bila seorang wanita berdandan untuk pesta pernikahannya atau acara tunangannya ? karena yang saya tahu bahwa hukum merias diri adalah boleh jika untuk ditujukan hanya pada suami saja.

    Terimakasih
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

  103. Anggi Safitri berkata:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Mohon ijin bertanya ..
    bagaimana hukumnya bila dalam sebuah pernikahan ada nasyidnya yang musiknya berasal dari piano atau gitar dan musik lain yang dilarang dalam islam karena yang saya tahu bahwa musik yang diperbolehkan hanya Dhuff atau rebana.
    lalu bagaimana hukumnya bila seorang wanita berdandan untuk pesta pernikahannya atau acara tunangannya ? karena yang saya tahu bahwa hukum merias diri adalah boleh jika untuk ditujukan hanya pada suami saja.
    Terimakasih
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

  104. tama berkata:

    Ass.wr.wb mhn maaf mau sharing permasalahan. temen saya bertanya apakah ucapan seorang suami ke istri ketika terjadi pertengkaran dan tiba2 terucap yg itu sy tdk tahu scr sengaja atau tidak terucap sbb:
    “…mulai detik ini km cri uang sdri ma anakmu ku g bakal nafkahi km lg…”
    apakah itu berarti masuk kategori “talak”??

  105. tama berkata:

    Maaf pak ustad, pertanyaan saya kog blm dijawab ya?

  106. tama berkata:

    Situs web nya sdh tdk aktif ya?

  107. hamba Allah berkata:

    Aslmlkm saya mau nanya bagaimana cara memantapkan iman di dlam hati??

  108. Wetrizal berkata:

    Iman adalah keyakinan, untuk mengimani sesuatu mesti harus tau dulu apa yg di imani, krn kita disuruh beriman kepada Allah dan kepada MalaikatNya dan kepada RasulNya dan KitabNya dan kepada Hari Akhir (2:177) dan (4:136), maka kita harus tau dulu Allah, siapa Allah, dan kita harus tau dulu Malaikat, Nabi dan Rasul, serta Hari Akhir dan Kitab. Karna Allah Ghaib dan malaikatpun juga belum pernah kita jumpai serta Nabi dan Rasulpun telah wafat sedangkan Hari Akhir belun datang, MAKA SATU SATUNYA YG BISA DIJADIKAN JALAN UNTUK MENGENALI KE EMPAT DIATAS HANYALAH KITABNYA, YAITU ALQURAN. Jadi supaya keimanan selalu terjaga didlam hati maka kenalilah setiap yang kita imani melalui KITABNYA YANG NYATA. Salam

  109. Anonim berkata:

    Assalamualaikum Wr. Wb. mohon nanya al Quran itu bahasa siapa ? karena kalau kita katakan bahasa Tuhan Sedikit sekali yang berkata aku. contoh aku “tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepadaku”, namun sebagian besar sebagai pembicara didalam ayat mengatakan Allah, contoh “Dan Allah telah menyempurnakan bagimu nikmat zahir dan nikmat batin” (Lukman, 20) atau Tuhanmu “bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”(Al Alaq,1) kenapa dalam contoh diatas Tuhan tidak berkata “dan Aku telah..dst.” atau “bacalah dengan namaku…dst.” mohon penjelasan

  110. izin copas untuk bacaan ayat suci al qurannya mas
    Terimakasih banyak

  111. Anonim berkata:

    assalamu’alaikum.wr.wb

    Saya Mau Bertanya Mohon penjelasannya dengan dalil-dalil dari al-quran atau ash-sunnah / Hadist atau fiqih..

    Ada Seorang temen Menjual Tanah / Over Kredit Tanag dengan Harga Misal 3 Juta Kemudian sisa cicilan sebesar 200 ribu selama 5 Tahun dengan cicilan Flat ( tidak mengikuti suku bunga ) kepada si pemilik tanah ( tidak lewat Bank )…

    Saya Menanyakan berapa Harga Tanah Tersebut Jika Dibayar Cash… Dia Konfirmasi ke Pemilik Tanah kalau mau di cashin jadi 8.5 juta..

    karena dia menjual tanah tersebut karena untuk melunasi hutang dengan rentenir.
    akhirnya saya memutuskan untuk

    membuat akad perjanjian hutang piutang sebesar 8.5 juta dengan temen saya itu dimana perjanjiannya :
    1. cara pembayaran dengan cash atau dengan menjual tanah tersebut ( saya kasih pilihan )
    2. Jatuh Tempo selama 1 bulan kemudian toleransi 1 bulan ( 2 bulan ).

    Setelah jatuh tempo dan toleransi waktu sudah lewat saya menagih / mengingatkan :

    keputusan kawan saya yaitu :
    1. Cara Pelunasan Hutang dengan saya dengan menjual tanah tersebut.
    2. Karena Temen saya tidak punya Uang. Yang Harusnya Uang 8.5 Juta itu untuk Bayar Cash dengan pemilik tanah.. akhirnya temen saya itu membayar angsur / cicilan kepada pemilik tanah. dan akan memberikan / pengalihan status milik tanah itu menjadi pemilik saya. dan saya akan mendapat Surat AJB setelah cicilan temen saya lunas

    BENANG MERAH
    Saya Bayar Cash 8.5
    Tetapi sama temen saya dibayar cicil dimana harga tanah menjadi = Rp.200.000 x 5 tahun x 12 bulan = 12.000.000 + 3.000.000 = 15.000.000.

    Pertanyaan saya yaitu :
    1. apakah mengandung unsur riba tanah yang akan saya terima dengan Benang Merah atau Cerita yang saya jelaskan ???

    2. Sebelum saya akad Jual Beli dan disaksikan dengan Pemilik Tanah, Mohon Penjelasan , Masukan dan Saran dari masalah saya tersebut jika memang mengandung unsur riba ???

    terima kasih

  112. Shalahuddin berkata:

    Assalamualaikum
    Mau tanya kalo nene moyang manusia itu nabi Adam AS terus Homo Sapiens itu apaan?

  113. siyamah berkata:

    Assalamualaikum
    sy mau bertanya mengenai hukum islam.
    Singkat cerita, sya ingin melanjutkan kuliah tahun ini, tapi posisinya sya alumni yang susah masuk perguruan tinggi negeri krn ada batasan lulusan. Satu2nya adalah swasta . Sy sudah mencoba bbrpa kali masuk di universitas swasta islam, tapi selalu gagal. Apabila sy mendaftar dan tembus di universitas kristen, apakah kalo saya kuliah di unv kristen sy berdosa? Niat sya hanya ingin menimba ilmu, dan sepengetahuan sy kampus tsb sangat bertoleransi dlm agama. Mohon penjelasannya.

  114. mahrita berkata:

    Assalamualaikum saya mau nanya,apakah penghasilan suami istri boleh mengetahuinya.. karena setiap bulan penghasilan tau pastinya berapa dan dari perusahaan untuk gaji ditransfer ke rekening suami. Untuk setiap bulan pasti di beri juga ke istri tapi tidak full gaji

  115. Ahmad berkata:

    Salam.sya ada persoalan tentang Hadith itu adalah pelengkap alquran dan wajib di percayai.untuk pengetahuan tuan,sya bukan anti Hadith tpi sya sedang mencari jawapan yang utuh untuk soalan sya ini.seperti mana Firman tuhan di dalam alquran surah all waqiyah:56:81 berbunyi”APA,adakah kamu anggap Hadith ini rendah?”ternyata Firman Allah itu Tegas bahawa Quran itu ckup lengkap selengkapnya.bagi sya perlukah Hadith pagi buat pelengkap alquran?jika ia,bukankah Kita di golongkan sebagai manusia yg pekak,bisu dan buta disisinya?

  116. wanita sholeha berkata:

    assalamu’alaikum wr wb
    saya mau bertanya, bagaimana hukum suami yang melarang istrinya untuk mengikuti acara buka bersama di kantor (acara buka bersama disertai dengan tausiyah dan pembacaan ayat al qur’an) ? suami melarang istrinya pergi dengan alasan acara tersebut lebih banyak mudharatnya.
    kemudian bagaiman hukum istri yang mencoba menjelaskan tentang acara tersebut adalah baik, karena merupakan salah satu cara untuk menyambung tali silaturahmi antar sesama muslim.
    mohon penjelasannya. terima kasih

  117. Luluk Safitri berkata:

    Assalamualaikum Wr. Wb

    maaf saya mau tanya, begini saya kan sudah menikah, apa hukum bagi suami istri yang melakukan hubungan badan di anus, tapi anusnya sudah dibersihkan sampai bersih, dan juga untuk menghindari penyakit HIV,, itu bagaimana hukumnya,, terima kasih

    dan 1 lagi, saya pernah menjumpai ada keluarga, suami istri dengan 1 orang anak laki-laki dewasa, kemudian sang suami meninggal dunia tapi sebelum meninggal sang suami telah berwasiat bahwa istrinya tidak boleh menikah lagi, dan setelah sang suami meninggal sang istri ingin melakukan hubungan badan demi menjaga wasiat tersebut sang istri akhirnya melakukan hubungan badan dengan sang anak demi menghilangkan hawa nafsunya demi menghindari kemaksiatan dengan orang lain,, itu bagaimana hukumnya, terima kasih

    wassalamualaikum Wr.Wb.

  118. arif kalsel berkata:

    @ ibu luluk,
    haram hukum nya berhubungan lwat dubur/anus. apapun alasannya. sebagai mana dtergkan oleh Al qur an dan Sunnah.
    Dan mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah:
    “Haid itu adalah kotoran (najis).” Oleh sebab itu hendaklah
    kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan
    janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci.
    Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di
    tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya
    Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai
    orang-orang yang menyucikan diri.” (Qs. Al-Baqarah:222-223)

    dari Abu dawud dan An Nasa’i dari Rasulullah S.A.W bersabda
    “Dilaknat, orang yang mendatangi perempuan pada
    duburnya.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasaa’i)

    kemudian utk yg kdua. itu melakukan yg haram utk mnghindari yg haram. kan sama saja. kalau menghindari yg haram ya hndari jgn malam mlakukan dosa besar lainnya. dan wasiat tsb bsa saja tidak dipenuhi karna Allah membolehkan bagi wanita yg sdh mnjanda mnikah lagi. krna wasiat tsb lbih mndtngkan mdarat dr pd mnfaat. wasiat tsb tdk hrus dilkukan.

  119. Bagas berkata:

    As Ww..
    Selamat sore pak ..saya mau tanya.mohon pencerahanya.
    Pak…tindakan apa saja yg harus dilakukan anak terhadap seorang ayah yang memutuskan berpindah keyakinan ( murtad ).?
    Karena yang saya tahu dari ayat Alquran dan kotbah kotbah .
    1.diluar islam adalah kafir
    2.orang kafir adalah sejelek jeleknya mahkluk
    Bahkan derajatnya dibawah hewan yg paling
    Hina.
    3.islam melarang seorang kafir dijadikan pe
    Mimpin.?
    4.kafir dipastikan tidak masuk surga.
    5. Yang paling dibenci Allah SWT adalah
    Orang yg tidak menyembahNya/ Kafir
    Dan sebagai orang islam harus menjalankan
    Perintah Allah SWT membenci orang kafir.

    dari pengertian Hal diatas telah membuat saya bingun harus bersikap .
    Karena menurut saya, dari maksud ayat diatas saya harus bersikap untuk menolak pemberian , membenci dan tidak mengakuinya sebagai ayah lagi.karena sudah murtad.
    Sedangkan ayah oranganya sangat baik,tanggung jawab,setia ,dan mengasihi keluarga…
    Dan dengan murtadnya ayah , terlihat juga berdampak terhadap ibu…karena ibu juga bingun harus bersikap ..
    Suami yg dicintainya , sudah bukan mukrimnya lagi..dan zina bila berhubungan suami istri lagi..
    .mohon jawabanya berserta dalilnya ya pak..
    Trimakasih
    As ww…

    • jj berkata:

      @bagas
      kenapa kita mengap selain islam orang”nya kafir,jadi d luar agama islam semuya d agap rendah..kita sesama manusia..knapa harus di peragi ..kenapa di ajarkan membenci membunuh..merendakan orang yg di luar muslim..kenapa tidak diajarkan kebaikan..

  120. jj berkata:

    Saya mau tanya pejelasan QS 78:30-34 ..

  121. Anonim berkata:

    Kebenaran sejati bukan milik siapa2, ia ada tanpa awal dan tanpa akhir, karenanya tdk pernah diciptakan.

  122. Prabowo Wahyu Sudarno berkata:

    Assalamualaikum ustadz

    Saya mau tanya, akhir akhir ini saya in sha Allah puasa syawal, saya dikasih tau teman syawal berhenti Jumat, ternyata salah, akhirnya hari kamis, saya puasa pas in 6 hari dari hari terakhir syawal ternyata hari nya salah, saya kurang 3, bagaimana ustadz apakah lanjut atau tidak ? Terima Kasih

    • Anonim berkata:

      Segera mohon ampun / bertobatlah, Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah: 286).” (Ahkam Maa Ba’da Ash Shiyam, hal. 167).Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fithri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.

      Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Para fuqoha berkata bahwa yang lebih utama, enam hari di atas dilakukan setelah Idul Fithri (1 Syawal) secara langsung. Ini menunjukkan bersegera dalam melakukan kebaikan.” (Syarhul Mumti’, 6: 465).
      Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.

  123. Anonim berkata:

    Allah pencipta alam semesta, langit, bumi, dan segala isinya, pencipta kehidupan dan segala fenomena alam yang ada di dalamnya. Allah adalah kekal, tidak berubah, tidak berawal dan tidak berakhir. Tetapi kemudian Firman Allah juga mengatakan bahwa dunia ini dengan segala kehidupan di dalamnya adalah fana, tidak kekal, suatu saat akan berakhir. Karena itu benar sekali pernyataan diatas bahwa pengetahuan manusia akan Kebenaran Allah adalah relatif, fana, terbatas. Memang benar manusia adalah ciptaan yang tertinggi derajatnya dari yang lain, tetapi manusia tetaplah manusia yang tidak setara dengan Allah, dan pengetahuan manusia akan kebenaran Allah sebatas mana Allah menyatakan diriNya kepada manusia. Tetapi telah tiba waktunya Allah menyatakan diriNya secara lebih pribadi kepada manusia. (akan dilanjutkan lagi nanti).

    • Syarif Muharim berkata:

      Terima kasih atas uraiannya. Insya Allah, uraian tsb sdh serupa dgn isi blog ini. Salam….

    • Anonim berkata:

      (lanjutannya) Berbeda dengan manusia, Allah dengan Firman dan Kebenaran-Nya adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Allah adalah Roh yang maha hadir. KehadiranNya tidak terikat ruang dan waktu, dan KepribadianNya adalah FirmanNya dan KebenaranNya. Asal-muasal manusia jatuh kedalam dosa pada hakekatnya adalah pemberontakan manusia terhadap Allah. Manusia tidak sempurna, sudah cacat rohani, karena itu upaya manusia mencari allah dan kebenaran akan diwarnai kecenderungan mengandalkan kemampuannya sendiri dan tersesat kepada ‘allah dan kebenaran’ menurut imajinasi dan menurut yang dimaui manusia itu sendiri. Tetapi Allah sangat mengasihi manusia. Allah tidak ingin manusia tersesat dan menjadi binasa, karena itu Firman dan Kebenaran itu telah menjadi manusia dan datang ke tengah-tengah manusia dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, agar kita boleh mengenali dan menyambut Dia yang datang dari sorga. Inilah kabar gembira dari sorga untuk kita semua.

      • Syarif Muharim berkata:

        Maaf, pada bagian lanjutan ini tampak jelas pemikiran anda amat dipengaruhi oleh ajaran Nasrani. Dalam hal ini jelas amat berbeda dengan ajaran Islam.
        Salam….

      • Syarif Muharim berkata:

        Dalam ajaran Islam, tentu saja Allah memang jelas” berbeda dengan manusia, bahkan juga Allah berbeda dengan segala sesuatu hal lainnya di seluruh alam semesta ini, yang bisa diketahui oleh manusia (QS.112:4 dan QS.42:11).

        “dan tidak ada seorangpun (sesuatupun), yang setara (serupa) dengan Dia.” – (QS.112:4) dan (QS.42:11).

        Juga Allah memang bersifat ‘Kalam’ (berfirman). Namun justru perwujudan atas sifat ‘Kalam’ tsb (berfirman), juga pasti terwujud melalui keberadaan segala jenis ciptaan-Nya di seluruh alam semesta ini, yang tentunya bukanlah Allah itu sendiri. Begitu pula tentunya perwujudan atas kebenaran-Nya, juga bukanlah Allah itu sendiri.
        Allah memang menciptakan segala bentuk perwujudan atas firman-Nya dan kebenaran-Nya di seluruh alam semesta ini. Tapi justru juga Allah pasti tetap bukanlah firman-Nya atau kebenaran-Nya itu sendiri (bukan satu-kesatuan). ‘Pencipta’ dan ‘ciptaan’ pasti tetap 2 hal yg berbeda.

        Allah memang bersifat ‘Wujud’ (ada / hadir). Juga keberadaan / kehadiran-Nya memang tidak terikat oleh ruang dan waktu.

        Lebih tepatnya, sifat / kepribadian-Nya memang terwujud melalui Firman-Nya dan Kebenaran-Nya di seluruh alam semesta ini.

        Juga lebih tepatnya, asal-muasal manusia sebenarnya pasti suci-murni dan bersih dari dosa. Namun adanya segala bentuk godaan / tipuan dari iblis dan syetan, sebagai bentuk ujian / cobaan-Nya bagi manusia, yang menjadikan manusia juga terkadang melanggar / memberontak thd perintah Allah.
        Tiap bayi manusia pasti terlahir dengan fitrah / sifat bawaan yang suci-murni dan bersih dari dosa. Tiap bayi manusia pasti terlahir suci-murni rohaninya.

        Manusia memang tidak sempurna, karena pasti punya segala bentuk keterbatasan dan kekurangan. Namun juga manusia yang diciptakan-Nya paling sempurna, dibandingkan dengan segala jenis makhluk ciptaan-Nya lainnya.
        Dengan keterbatasan dan kekurangannya, manusia memang sering tersesat dalam berusaha mengenal Allah ataupun dalam mencari kebenaran-Nya. Dan hanya manusia yang benar” menggunakan akal dan hati-nuraninya, yang bisa mengenal Allah ataupun menemukan kebenaran-Nya.

        Betul, Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, memang sangat mengasihi dan menyayangi manusia.
        Dengan sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang itulah, Allah telah menyampaikan segala bentuk pengajaran dan tuntunan-Nya, melalui para malaikat dan para nabi utusan-Nya, terutama agar manusia tidak tersesat dan bisa kembali ke jalan-Nya yang lurus.

        Sekali lagi, ajaran Islam berbeda dengan ajaran Nasrani, terutama misalnya:
        – Ajaran Islam tidak nengenal dosa turunan / bawaan, sebagaimana dalam ajaran Nasrani.
        – Dalam jaran Islam, Firman-Nya dan kebenaran-Nya di seluruh alam semesta ini tetaplah berupa ‘ciptaan’, dan tentunya tetaplah berbeda dengan ‘Pencipta’ (Allah), sehingga Allah, Firman-Nya ataupun Kebenaran-Nya tidaklah turun ke muka Bumi dalam wujud manusia, sebagaimana dalam ajaran Nasrani.
        Firman-Nya dan kebenaran-Nya ada tersebar pada segala sesuatu hal di seluruh alam semesta ini. Sedangkan manusia (terutama para nabi utusan-Nya) hanyalah menyampaikan Firman-Nya dan kebenaran-Nya, yang telah diberitahukan oleh Allah melalui para malaikat utusan-Nya.

        Semoga kita semua senantiasa selalu mendapat hidayah dan petunjuk-Nya. Aamiin.

        Wallahu a’lam…. Salam….

        • Anonim berkata:

          Dunia ini dan isinya tidak kekal, suatu saat akan berakhir, tetapi FirmanNya dan KebenaranNya adalah kekal selama-lamanya. Adakah manusia, dari jaman dulu sampai jaman sekarang, yang tidak mempunyai dosa ? Tidak seorangpun, kecuali Dia yang datang dari sorga.

          • Syarif Muharim berkata:

            Sekali lagi lebih jelasnya….

            1. Betul, Dunia ini dan isinya tidak kekal, suatu saat pasti akan berakhir. Namun justru begitu pula halnya dengan PERWUJUDAN atau KEBERADAAN FirmanNya dan KebenaranNya, juga suatu saat pasti akan berakhir.

            Adakah FirmanNya dan KebenaranNya yang bisa diketahui, jika Dunia ini dan isinya (atau alam semesta ini) justru tidak ada, atau jika seluruh manusia dan makhluk yang menjadi penyaksi bagi FirmanNya dan KebenaranNya justru tidak ada, atau jika sarana bagi perwujudan FirmanNya dan KebenaranNya justru tidak ada??
            Jawabannya jelas “tidak ada FirmanNya dan KebenaranNya yang bisa diketahui oleh manusia / makhluk, karena memang belum / tidak terwujud di alam semesta ini dan sekaigus memang tidak ada manusia / makhluk penyaksinya”, kecuali FirmanNya dan KebenaranNya masih hanya berupa sifat / kehendak Tuhan sendiri.

            Perwujudan atau keberadaan FirmanNya dan KebenaranNya hanya sebatas umur atau keberadaan alam semesta ini, dan tidak kekal mutlak sebagamana halnya sifat / kehendak Tuhan.
            FirmanNya dan KebenaranNya bisa dianggap kekal, hanya jika ditinjau sebagai sifat / kehendak Tuhan, tapi bukan ditinjau sebagai bentuk perwujudan atau keberadaannya di alam semesta ini.

            2. Memang hampir tidak ada manusia, dari jaman dulu sampai jaman sekarang, yang tidak mempunyai dosa sekecil apapun, KECUALI tiap bayi yang baru lahir, dan tiap orang yang cacat mental / gila sejak lahirnya.
            Perbuatan dosa tersebut sama sekali bukan akibat dosa turunan / bawaan, tapi justru akibat segala bentuk keterbatasan / kekurangan / kelemahan manusia, sehingga manusia memang cenderung bisa mudah tergoda / tertipu oleh iblis dan syetan.

            Keberadaan iblis dan syetan memang sengaja diciptakan-Nya, sebagai bentuk ujian / cobaan-Nya bagi manusia, agar bisa diketahui-Nya manakah manusia yang beriman kepada-Nya dan manakah yang tidak.

            Segala jenis makhluk (manusia, malaikat, iblis, syetan, dsb) seluruhnya masih hidup di surga, pada saat paling awal diciptakan-Nya. Lalu kemudiannya, sebagian darinya ada yang melanggar perintah-Nya dan sekaligus menjadikannya terusir dari surga.
            Juga jika sejak lahirnya, tiap manusia bisa selalu menjaga / mensucikan dirinya, iapun akan bisa terhindar dari tiap dosa dan kejahatan.

            3. Sebagaimana menurut ajaran Nasrani, Tuhan Pencipta mewujudkan DIRI-Nya melalui seorang manusia / makhluk ciptaan.

            Hal itu amat berbeda menurut ajaran Islam, Tuhan Pencipta bisa ‘bertajalli’ (mewujudkan SIFAT-Nya, BUKAN mewujudkan DIRI-Nya), melalui segala ciptaan-Nya di seluruh alam semesta ini (BUKAN hanya melalui seorang manusia / makhluk ciptaan).
            Sehingga dengan benar” berusaha memahami segala ciptaan-Nya di alam semesta ini, siapapun manusia / makhluknya justru juga bisa mengenal Tuhan Pencipta dirinya dan keseluruhan alam semesta ini.

            Sekilas perwujudan SIFAT-Nya (ajaran Islam) dan perwujudan DIRI-Nya (ajaran Nasrani) itu seolah serupa, padahal justru amat berbeda.
            Menurut ajaran Islam, segala apapun yang berada di seluruh alam semesta ini, pasti hanya berupa ciptaan / hamba Tuhan, dan sekaligus tentunya pasti BUKAN berupa Tuhan itu sendiri.

            Wallahu a’lam…. Salam….

        • Ones berkata:

          Tuhan adalah kekal, tidak berawal dan tidak berakhir. Sedangkan alam semesta, dunia, dan manusia mempunyai awal karena Tuhan yang menciptakannya. Kesimpulannya, keberadaan Tuhan tidak tergantung pada keberadaan alam semesta dan keberadaan manusia. Anda setuju?

  124. Deni Irwansyah berkata:

    boleh tanya ngak, hukum pembagian zakat sejumlah 10% kepada amil zakat gimana ya hukumnya

    • Syarif Muharim berkata:

      Terkait prosentase dari total jumlah zakat, yg diperuntukan bagi amil zakat, relatif berbeda-beda pendapat para ulama. Berikut ini kutipan dari situs https://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/upah-amil-zakat.htm#.V7QlpvTdchc:

      “Adapun kadar upah atau gaji yang diberikan kepada mereka adalah disesuaikan dengan pekerjaan atau jabatan yang diemban yang kira-kira dengan gaji tersebut ia dapat hidup layak. Ukuran kelayakan itu sendiri sangat relatif, tergantung pada waktu dan tempat. Ini adalah pendapat mazhab Mâliki dan jumhur ulama, hanya saja, Abû Hanîfah membatasi pemberian upah amil tersebut jangan sampai melebihi setengah dari dana yang terkumpul. Sementara itu Imam Syafi’ie membolehkan pengambilan upah sebesar seperdelapan dari total dana zakat yang terkumpul. Bahkan ada juga pendapat ulama sebagai bentuk hati-hati upah amil bisa diambil 10% dari total zakat yang terkumpul.”

      Juga bisa dibaca dari situs:
      http://santri.net/fiqih/panduan-zakat-terlengkap-2/

  125. Muhammad Ilham berkata:

    Assalamualaikum..
    Bagaimana cara hukumnya orang yang sholat ketika kaki dan tangannya dijerat tali,sedangkan dirinya dalam keadaan najis ?
    Sedangkan sholat itu hukumnya wajib bagi orang yang masih berakal .

    • Anonim berkata:

      jika dia berakal, pastinya dia harus membersihkan dari najis (bersuci wudhu/ jika sakit tayamum), , jika di jerat, dengan tali, lepaskan dulu. jika tidak mampu solat, di solatkan saja.,

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam…

      Ada sebuah kaidah fiqih yang cukup penting, yang berhubungan dengan sempurnanya hukum akidah dan amal perbuatan. Kaidah ini berbunyi:

      الأَحْكَامُ العِلْمِيَّهُ وَ الْعَمَلِيَّهُ لاَ تَتِمُّ إِلاَّ بِأَمْرَيْنِ وُجُودُ شُرُوطِهَا وَ أَرْكَانِهَا وَ انْتِفَاءُ مَوَانِعِهَا

      “Semua hukum ilmu dan amal tidak sempurna kecuali dengan dua perkara: terpenuhi syarat dan rukunnya, serta tidak ada penghalangnya.”

      Sebagaimana diketahui syarat-syarat sahnya Shalat, yaitu:
      – Beragama Islam.
      – Sudah baligh dan berakal.
      – Suci dari hadast besar dan hadast kecil.
      – Suci seluruh anggota badan, pakaian dan tempat.
      – Menutup aurat. Laki laki auratnya antara pusar dan lutut. Sedang wanita seluruh anggota badannya kecuali muka dan dua belah tapak tangan.
      – Masuk waktu yang telah ditentukan untuk masing masing shalat.
      – Mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunnah.
      – Menghadap kiblat.

      Jika seorang muslim kaki dan tangannya dijerat tali, sedangkan dirinya dalam keadaan najis, tentunya ia sedang dianiaya, tidak bebas ataupun terhalang dari melakukan shalat.
      Tentunya juga ia tidak akan bisa memenuhi beberapa syarat sahnya shalat. Sehingga berdasar kaidah fiqih di atas, dengan sendirinya gugurlah kewajiban shalat baginya, atau gugurlah penerapan ketentuan hukum baginya terkait pengamalan ibadah shalat.

      Wallahu a’lam…

  126. bagas berkata:

    As Ww..
    Selamat sore pak ..saya mau tanya.mohon pencerahanya.
    Pak…tindakan apa saja yg harus dilakukan anak terhadap seorang ayah yang memutuskan berpindah keyakinan ( murtad ).?
    Karena yang saya tahu dari ayat Alquran dan kotbah kotbah .
    1.diluar islam adalah kafir
    2.orang kafir adalah sejelek jeleknya mahkluk
    Bahkan derajatnya dibawah hewan yg paling
    Hina.
    3.islam melarang seorang kafir dijadikan pe
    Mimpin.?
    4.kafir dipastikan tidak masuk surga.
    5. Yang paling dibenci Allah SWT adalah
    Orang yg tidak menyembahNya/ Kafir
    Dan sebagai orang islam harus menjalankan
    Perintah Allah SWT membenci orang kafir.

    dari pengertian Hal diatas telah membuat saya bingun harus bersikap .
    Karena menurut saya, dari maksud ayat diatas saya harus bersikap untuk menolak pemberian , membenci dan tidak mengakuinya sebagai ayah lagi.karena sudah murtad.
    Sedangkan ayah oranganya sangat baik,tanggung jawab,setia ,dan mengasihi keluarga…
    Dan dengan murtadnya ayah , terlihat juga berdampak terhadap ibu…karena ibu juga bingun harus bersikap ..
    Suami yg dicintainya , sudah bukan mukrimnya lagi..dan zina bila berhubungan suami istri lagi..
    .mohon jawabanya berserta dalilnya ya pak..
    Trimakasih
    As ww…

    • Anonim berkata:

      Alhamdulillah, anak adalah titiapan, sudah punya akal, dan sudah menanggung dosanya, sendiri jika sudah baligh, , ‘Barangsiapa yang tidak bersedia masuk Islam maka dia bebas, tidak ada paksaan dalam Islam.’ Dia berdalil dengan Firman-Nya Ta’ala, ‘Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?’ (QS. Yunus: 99) Dan firman-Nya, ‘Tidak ada paksaan dalam beragama.’ (QS. Al-Baqarah: 256). islam adalah agama peringatan, bukan agama paksaan.

  127. Anonim berkata:

    Mana yang lebih ringan, menghafalkan al-quran, atau menjaga hafalan al-quran itu sendiri ?

  128. Anonim berkata:

    apa hukumnya bila seseorang tidak bisa baca Al-Quran. akan tetapi di mengimani bahwa Al-quran adalah kalam Allah.

    • Syarif Muharim berkata:

      Bisa baca Al-Quran, adalah salah-satu sarana buat memahami Al-Quran. Tapi juga bukan satu-satunya sarana, karena telah banyak diterbitkan tafsir dan terjemah Al-Quran, untuk memudahkan umat manusia bisa memahaminya, lebih khususnya bagi umat yang tidak berbahasa Arab.
      Tentunya tetap ada berbagai manfaat, kebaikan ataupun pahala, jika memang bisa baca Al-Quran.

      Secara umum, tentunya hukum syariat memang mewajibkan tiap umat Islam untuk bisa baca Al-Quran. Namun hukum syariat juga amat kondisional berlakunya, sesuai dengan keadaan pada masing-masing umat, dan tidak bisa dipaksakan harus seragam bagi seluruh umat. Tetap ada berbagai perkecualian khusus, bagi berlakunya hukum syariat.

      Bisa mengimani bahwa Al-quran adalah kalam Allah, meskipun tidak bisa baca Al-Quran, tentunya juga tetap suatu bentuk hidayah-Nya.

      Wallahu a’lam…

  129. Heru Sadhewo berkata:

    QS At-Taubah ayat 91; …..”Tidak ada jalan sedikitpun, untuk mengalahkan orang-orang yang berbuat baik,..” maksudnya mungkin ‘menyalahkan’ yaa?

  130. Nur berkata:

    Assalamualaikum, saya mau bertanya tentang kejadian yg sedang heboh saat ini tentang demo besar2an di jakarta dan tentang bom gereja di samarinda, jujur saya bingung dengan tindakan anarkisme yg timbul saat demo, bukannya saya tidak setuju dengan adanya demo itu untuk membela Al-Qur’an tapi saya kurang suka dengan cara mereka melakukan demo itu sendiri, dan saat terjadi bom di samarinda yg menyebabkan seorang balita tewas jelas itu adalah dosa ya besar karna seorang balita tidaklah mempunyai dosa, tolong berikan tanggapan, terima kasih..

Buat komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s