Daftar isi buku hikmah

Daftar isi buku: “Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW”



Judul buku:

Menggapai Kembali
Pemikiran Rasulullah SAW

(Al-Hikmah yang terlupakan)

 

Tindakan-Nya pada penciptaan manusia
dan alam semesta ini, melalui Sunatullah

Penulis:

Syarif Muharim

Tebal : ±1460 halaman

Ukuran : 16 x 24 cm

Catatan:

Buku ini berisi kumpulan dan bangunan pemahaman hikmah, dari ayat-ayat kitab suci Al-Qur'an.

Harap maklum, buku ini belum diterbitkan.

Daftar isi buku

 

KATA PENGANTAR

Perselisihan pemahaman umat atas ajaran agama Islam

Tawaran solusi atas persoalan pemahaman umat Islam

Struktur ringkas pembahasan pada buku ini

Kritik dan saran pembaca bagi perbaikan buku ini

 

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL DAN GAMBAR

Daftar tabel

Daftar gambar

 

I.   PENDAHULUAN

Terminologi pada judul buku ini

a.   “Al-Hikmah yang terlupakan”

b.   “Pemikiran Rasulullah SAW”

c.   “Menggapai Kembali”

d.   “Tindakan-Nya di alam semesta, melalui Sunatullah”

e.   “Penciptaan manusia dan alam semesta ini”

Tujuan dan ruang lingkup pembahasan buku ini

Pembahasan pada buku ini yang telah amat luas

Berbagai kelebihan dan kekurangan buku ini

Harapan adanya ‘kitab Al-Hikmah’ dari Majelis alim-ulama

Kemunduran ilmu-pengetahuan di kalangan kaum Muslim

Keutamaan berilmu-pengetahuan menurut Al-Qur’an

Berbagai golongan pemahaman atas ajaran agama Islam

Harapan kembalinya jaman keemasan di kalangan kaum Muslim

Pencarian pemahaman mendasar atas hakekat kehidupan

Penafsiran Al-Qur’an dengan Al-Qur’an

Pemakaian terjemahan kitab suci Al-Qur’an pada buku ini

Pencarian pemahaman hikmah dan hakekat kebenaran-Nya

Harapan adanya ‘bangunan pemahaman’ atas Al-Qur’an

Isi buku ini hanyalah salah-satu bentuk pemahaman

Tiap bentuk pemahaman mesti dicermati sangat hati-hati

Topik-topik pembahasan yang terstruktur

Topik-topik pembahasan yang saling terkait

 

II.   HAKEKAT PENCIPTAAN ALAM SEMESTA

Tujuan utama penciptaan alam semesta, pengujian khalifah-Nya

Kehendak Allah dalam penciptaan alam semesta

Sunatullah, Sunnah Allah dalam penciptaan alam semesta

Gambaran umum tujuan penciptaan alam semesta

Penutup tentang hakekat dan tujuan penciptaan alam semesta

 

III.   CIPTAAN-CIPTAAN ALLAH DI ALAM SEMESTA

Gambaran umum ciptaan-ciptaan-Nya di alam semesta

Penutup tentang ciptaan-ciptaan-Nya di alam semesta

 

IV.   AWAL PENCIPTAAN ALAM SEMESTA, DAN ELEMEN DASARNYA

Keadaan awal penciptaan alam semesta

Energi awal di alam semesta dan “big bang”

Penciptaan elemen paling dasar penyusun alam semesta

Proses penciptaan alam semesta secara ringkas

Berbagai kelemahan teori ‘big bang’ (dentuman besar)

Lebih lanjut, teori ‘big light’ dan model alam semestanya

Perbandingan antara teori ‘big bang’ dan teori ‘big light’

Teori ‘big bang’ amat disukai oleh umat Kristiani

Penutup tentang awal penciptaan alam semesta

IV.A.   Atom-atom

Atom, elemen paling dasar penciptaan segala benda mati

Jenis-jenis lain atom di alam semesta

Beberapa sifat atom, secara ringkas

Proses-proses di alam semesta dan unsur yang terjadi

Proses pembentukan benda mati

Atom, bukan benda nyata terkecil yang sebenarnya

Kekeliruan teori tentang zat ‘anti-materi’

IV.B.   Ruh-ruh

Ruh, elemen paling dasar penciptaan segala makhluk hidup

Energi, sarana penting penunjang kehidupan ruh

Keadaan awal ruh saat penciptaannya, dan keadaan akhirnya

Keadaan awal ruh pada kelahiran anak manusia

Gambaran umum keadaan awal dan akhir ruh makhluk-Nya

Perumpamaan sederhana proses kehidupan dunia fana

Beberapa sifat khas ruh makhluk-Nya

a.   Gaib (tidak tampak dan tidak bisa diraba)

b.   Wujud (ada)

c.   Tidak memerlukan ruang (tidak berdimensi)

d.   Memiliki akal (sempurna ataupun tidak)

e.   Memiliki hati atau kalbu (indera batiniah)

f.   Memiliki catatan amalan (memori-ingatan)

g.   Memiliki hati-nurani (informasi atas kebenaran-Nya)

h.   Memiliki nafsu (sempurna ataupun tidak)

i.   Bisa memerlukan tubuh wadah

j.   Memerlukan energi

k.   Memiliki wilayah kekuasaan dan pengaruh

l.   Bisa saling berinteraksi

m.   Memiliki tugas-amanat yang diberikan-Nya

n.   Memiliki jenis kelamin dan bisa berkembang-biak

o.   Tidak bisa menitis atau berreinkarnasi

Reinkarnasi, pengertian dan berbagai keraguan atasnya

Nabi Isa as dan Ruhul kudus (malaikat Jibril)

Hati-nurani dan fitrah ruh manusia

Pertentangan dalam fitrah manusia, sebagai ujian-Nya

Fitrah dasar manusia, untuk mengenal Tuhannya

Taubat atau penebusan dosa, untuk membersihkan ruh

Tauhid, sebagai fitrah dasar manusia

Berbagai jenis ruh makhluk-Nya

Lebih lanjut, hubungan antara ruh dan benda mati

Gambaran sederhana benda mati dengan ruh

Gambaran sederhana struktur benda mati dengan ruh

Ruh-ruh dan pengabdiannya kepada-Nya

 

V.   JENIS-JENIS CIPTAAN-NYA

Gambaran umum segala jenis ciptaan-Nya di alam semesta

V.A. Makhluk Hidup Nyata

Makhluk nyata dan awal proses penciptaannya

Sel, makhluk nyata paling sederhana

Catatan-catatan tambahan sekitar sel

Gambaran sederhana proses penciptaan sel

Awal kehidupan menurut Islam vs ilmuwan barat

Bahan benih dasar tubuh semua makhluk nyata

Proses fotosintesa dalam pembentukan kehidupan

Air, unsur penting pendukung proses metabolisme tubuh

Contoh-contoh terbentuknya kehidupan dalam Al-Qur’an

Proses awal pembentukan benih tubuh makhluk nyata

Proses pembentukan benih tubuh makhluk nyata “pertama”

Proses pertumbuhan tubuh makhluk nyata

Proses kelahiran makhluk nyata “pertama”

Gambaran sederhana proses penciptaan makhluk nyata

Urutan proses penciptaan manusia “pertama” pengembangan

Urutan proses penciptaan manusia “pertama” dalam Al-Qur’an

Siklus kejadian manusia “pertama” dan keturunannya

Beberapa keadaan khusus proses kejadian manusia

Kesimpulan sekitar penciptaan manusia “pertama”

Makhluk hidup nyata di angkasa luar

Proses “kloning” atas makhluk hidup nyata

Lebih lanjut, teori ‘evolusi’ Darwin dan berbagai bantahannya

V.B. Makhluk Hidup Gaib

Para makhluk gaib pasti tunduk kepada segala perintah-Nya

Manusia dan pengujiannya di dunia

Tugas makhluk gaib, mengajar dan menguji secara batiniah

Keseimbangan pengajaran dan pengujian secara batiniah

Ijin-Nya atas ujian dari iblis dan syaitan kepada manusia

Kewaspadaan terhadap ujian dari iblis dan syaitan

Kekafiran iblis, kemustahilan dan bersifat peringatan

Sujudnya para makhluk gaib kepada manusia

Lebih lanjut, kekafiran iblis dan syaitan

Orang yang Mukhlis, yang tidak mudah tersesatkan

Segala ‘pikiran buruk’ mustahil bisa ditolak manusia

Cara-cara mengatasi segala ‘pikiran buruk’

Pengelompokan pada para makhluk gaib

Interaksi antara para makhluk gaib dan manusia

Interaksi terang-terangan dengan para makhluk gaib

Gambaran tentang interaksi terang-terangan

Lebih lanjut, interaksi terang-terangan dengan para makhluk gaib

Interaksi terselubung dengan para makhluk gaib, melalui ilham

Lebih lanjut, ilham-bisikan-godaan para makhluk gaib

Hikmah dan hidayah-Nya atas pengajaran para makhluk gaib

Perolehan hikmah dan hidayah-Nya pada para nabi-Nya

Wahyu bukanlah berupa ‘ilham’, tetapi ‘pengetahuan’

Gambaran sederhana proses perolehan wahyu para nabi-Nya

Keadaan Nabi saat menerima wahyu dari malaikat Jibril

Nabi bukan hanya ‘2 kali saja’ bertemu malaikat Jibril

Wahyu-Nya ada empat macam bentuknya

Lebih lanjut, berbagai bentuk dan sifat wahyu yang umum dikenal

Keterbatasan bahasa tulisan dalam penyampaian wahyu-Nya

Syaitan yang diusir dan diikat

“Jembatan siratal mustaqim” dan filter batiniah ruh

Wujud asli para makhluk gaib

Cara-cara lain interaksi para makhluk gaib dengan manusia

Shalatnya para makhluk gaib

Pemahaman atas wujud asli para makhluk gaib

Hakekat pengajaran dan pengujian dari para makhluk gaib

Syaitan yang berwujud manusia

Tugas-tugas khusus para malaikat

Kecerdasan dan pengetahuan para makhluk gaib

Kekurangan manusia, dan ketundukan para makhluk gaib

Keistimewaan manusia atas makhluk lain, dari kekurangannya

Para makhluk gaib yang selalu mengikuti manusia

Lebih lanjut, ketundukan para makhluk gaib kepada-Nya

V.C. Benda Mati Nyata

Gambaran umum semua benda mati di alam semesta

V.C.1.   Proses penciptaan benda-benda mati

Perubahan energi alam semesta, sejak awal penciptaannya

Pembentukan benda mati, setelah stabilnya keadaan energi

V.C.2.   Proses penciptaan benda-benda langit

“Atom Pusat”, cikal-bakal semua benda langit

Perubahan ukuran benda langit

Pengaruh ukuran benda langit terhadap jenis-jenisnya

V.C.2.a. Berukuran besar (pusat galaksi dan bintang)

Bentuk umum dan susunannya

Bentuk pergerakannya

Struktur umum lapisannya

Proses pembentukan energi panas radiasi pada bintang

Sumber energi bagi kehidupan di sekitarnya

Keadaan energi di alam semesta

Bintang mati dan “black hole” (lubang hitam)

Data-data umum bintang Matahari

V.C.2.b. Berukuran sedang (planet dan satelit)

Bentuk umum dan susunannya

Bentuk pergerakannya

Bentuk awalnya

Proses pendinginan dan pembentukan lapisan permukaan

Keadaan-keadaan tidak adanya siklus air hujan

Keadaan akhir setelah proses pendinginan

Data-data umum planet Bumi

Data-data umum satelit planet pada sistem tata surya

Data-data umum satelit Bumi (bulan)

V.C.2.c. Berukuran kecil (komet, asteroid, meteor, dsb)

Bentuk umum dan pergerakannya

Kasus khusus pada komet

Penutup tentang proses penciptaan benda-benda langit

V.C.3.   Proses penciptaan Bumi (tambahan)

Bumi pada awal perkembangannya

Bumi pada perkembangan terakhirnya

V.C.4.   Proses penciptaan gunung, pulau dan benua

Pergolakan isi perut Bumi

Proses ringkas pembentukan gunung

Proses ringkas pembentukan pulau dan benua

Gunung sebagai “pelindung” Bumi

V.C.5.   Proses penciptaan air dan lautan

Atmosfir Bumi dan kandungannya

Proses pembentukan air

Proses awal pembentukan lautan, dan siklus air hujan

Sumber air di Bumi menurut ilmuwan barat, keliru

Siklus umum air hujan di masa sekarang

Siklus air hujan, penunjang penting kehidupan di Bumi

V.D. Benda Mati Gaib (termasuk Surga dan Neraka)

Sebagai infrastruktur batiniah dan alat interaksi antar ruh

Interaksi lahiriah, hanya perwujudan dari interaksi batiniah

Proses interaksi batiniah, juga diatur dalam sunatullah

Sebagai informasi batiniah ruh yang permanen

Meliputi pula pahala, dosa dan hati-nurani

Surga dan Neraka, rangkuman informasi batiniah ruh

Mengukur tingkat keimanan dan penemuan jati diri

Pembentukan berbagai akhlak positif, dan hikmahnya

Surga dan Neraka, definisi dan catatan ringkas

Harta, tahta dan wanita, sebagai ilah-ilah selain Allah

Dosa-dosa besar, yang sulit dihapus

Menghindari dosa besar dan mengurangi dosa kecil

Metode-metode untuk makin membersihkan ruh

a.   Sebanyak mungkin bertafakur.

b.   Banyak beribadah dan menyembah Allah.

c.   Banyak berzikir (mengingat Allah).

d.   Terbiasa berbuat dan berakhlak positif.

e.   Terbiasa berkumpul dengan orang-orang seiman.

f.   Makin memperdalam ilmu-pengetahuan.

g.   Banyak mengingat kematian.

h.   Urusan duniawi melihat ke bawah, akhirat ke atas.

i.   Banyak bertaubat atas berbagai amal-keburukan.

Kehidupan akhirat, kehidupan batiniah ruh

Kehidupan akhirat, menurut Al-Qur’an

Membangun kehidupan akhirat (kehidupan batiniah ruh)

“Jumlah” pahala-Nya tidak perlu dikejar

Kehidupan akhirat, kehidupan dan urusan pribadi

Kehidupan akhirat, sangat sulit dipahami

Janji-Nya, kehidupan akhirat yang kekal di Hari Kiamat

Nama-nama sebutan Hari Kiamat

Tanda-tanda kedatangan Hari Kiamat

Kejadian-kejadian umum di Hari Kiamat, secara ringkas

Ada dua macam Hari Kiamat (‘besar’ dan ‘kecil’)

Lebih lanjut, Hari Kiamat ‘kecil’ (kematian tiap makhluk)

Hasil dari beriman kepada Hari Kiamat

Berbagai tahapan kejadian manusia, sampai akhir jaman

Tidak ada taubat atau penebusan dosa di Hari Kiamat

Konsep taubat atau penebusan dosa dalam agama Islam

Taubat atas berbagai dosa batiniah (berpikir buruk)

Syafaat, dan tidak diterima-Nya segala syafaat di Hari Kiamat

Lebih lanjut, Syafaat di Hari Kiamat

Gambaran hubungan Syafaat dan penyaksian di Hari Kiamat

Proses pada pengadilan akhirat di Hari Kiamat

Proses Penyaksian di Hari Kiamat (simbolik)

Proses dibukakan kebenaran-Nya di Hari Kiamat (simbolik)

Proses Penghisaban di Hari Kiamat (simbolik)

Proses Pemutusan di Hari Kiamat (simbolik)

Proses Pembalasan di Hari Kiamat (simbolik)

Proses Penyaksian di Hari Kiamat (hakekat)

Proses dibukakan kebenaran-Nya di Hari Kiamat (hakekat)

Proses Penghisaban di Hari Kiamat (hakekat)

Proses Pemutusan di Hari Kiamat (hakekat)

Proses Pembalasan di Hari Kiamat (hakekat)

‘Wujud’ kehidupan manusia di akhirat setelah Hari Kiamat

Berbagai permasalahan terkait Neraka (dan Surga)

Berbagai permasalahan terkait kejahatan atau keburukan

 

VI.   SIFAT-SIFAT CIPTAAN-NYA

Gambaran umum sifat-sifat zat ciptaan-Nya di alam semesta

Sifat pembeda (statis) dan sifat proses (dinamis)

Perbuatan zat ciptaan-Nya, yang bersifat mutlak dan relatif

Sifat dari zat ciptaan-Nya, bukan sifat sesungguhnya

Sifat-sifat-Nya dipahami dari sifat segala zat ciptaan-Nya

Catatan dan permasalahan pemahaman atas sifat-sifat-Nya

Kelompok manusia yang terhijab dari mengenal Allah

Sifat-sifat-Nya tersebar dalam segala hal di alam semesta

Sifat-sifat-Nya yang ‘seolah-olah’ saling bertentangan

Penutup tentang sifat-sifat ciptaan-Nya

VI.A.   Sunatullah (sifat proses)

Sunatullah, perbuatan atau tindakan-Nya di alam semesta

Sunatullah mengatur segala proses di alam semesta

Sunatullah berlaku sesuai segala keadaan zat ciptaan-Nya

Sunatullah mengatur proses pemberian balasan-Nya

Sunatullah bersifat mutlak dan memaksa

Tindakan-Nya di alam semesta, pasti melalui sunatullah

Segala tindakan-Nya yang terselubung

Sunatullah, sebagian dari ilmu-Nya di alam semesta

Beberapa keterangan penting lain tentang sunatullah

a.   Ilmu-pengetahuan manusia, wujud sunatullah.

b.   Allah bertindak di alam semesta, melalui sunatullah.

c.   Sunatullah berupa tak-terhitung aturan / rumus proses.

d.   Perkiraan kejadian, dengan memahami sunatullah.

e.   Sunatullah tidak pernah berubah, sampai akhir jaman.

f.   Semua sunatullah tidak saling bertentangan.

g.   Sunatullah mengatur segala proses lahiriah & batiniah.

h.   Alam semesta diciptakan-Nya melalui sunatullah.

i.   Sunatullah memiliki unsur pemaksaan (pasti berlaku).

j.   Alam semesta kokoh, karena berjalannya sunatullah.

k.   Sunatullah menjaga keseimbangan alam semesta.

l.   Tiap makhluk-Nya bebas memanfaatkan sunatullah.

m.   Allah mengutus para nabi-Nya, melalui sunatullah.

n.   Allah menurunkan berbagai hal, melalui sunatullah.

o.   Pengetahuan dan pengalaman, wujud sunatullah.

p.   Do’a, usaha batiniah yang diatur oleh sunatullah.

q.   Pelaksanaan sunatullah dikawal tak-terhitung malaikat.

Diturunkan atau ditimpakan-Nya, siksa atau azab-Nya

Diturunkan atau dilimpahkan-Nya, mu’jizat-Nya

Manusia mengenal Allah, dengan memahami sunatullah

Cara memahami sunatullah (Sunnah Allah)

Keistimewaan akal-pikiran manusia

Islam, agama yang paling sesuai ilmu-pengetahuan

Para ilmuwan Muslim terdahulu

VI.A.1.   Berbagai penerapan fungsi sunatullah

Gambaran sederhana fungsi sunatullah

Gambaran penerapan fungsi sunatullah

Lebih lanjut, proses berpikir manusia

Akal, pengendali satu-satunya ruh makhluk-Nya

Elemen-elemen ruh, menurut para alim-ulama

Sunatullah batiniah, paling penting dalam beragama

Syariat, ijtihad Nabi dari pemahaman atas sunatullah batiniah

VI.A.2.   Usaha dan jalan hidup makhluk ciptaan-Nya

“Jalan hidup” dan hubungannya dengan sunatullah

Fungsi akal dalam memilih “Jalan hidup”

Daya atau kemampuan dalam menjalani hidup

Daya dukungan dari lingkungan bagi manusia

Pengaruh daya atau perbuatan Allah bagi manusia

Perbuatan segala makhluk-Nya, bukan perbuatan Allah

Cobaan dan ujian-Nya, bukan siksaan-Nya

Cobaan dan ujian-Nya, pasti mampu dipikul manusia

Pengaruh ujian-Nya atas kemampuan manusia

“Proses berusaha” jauh lebih penting, daripada hasilnya

Ke-Maha Adil-an-Nya pada aspek batiniah, bukan lahiriah

Paling penting memakmurkan kehidupan akhirat

Konsep reinkarnasi, sekedar solusi masalah keadilan duniawi

Allah Maha Adil, berapapun usia hidup tiap manusia

Segala hasil usaha manusia, tetap kembali kepadanya

Makna absolut tiap usaha manusia, yang sebesar biji zarrah

Makna do’a kepada orang yang telah meninggal dunia

Manusia, khalifah-Nya terutama pada aspek batiniah

Kemampuan batiniah tak-terbatas, jika nafsu telah tenang

Sabar, ikhlas, tawakal dan syukur dalam menjalani hidup

Gambaran sederhana proses pemilihan jalan hidup

VI.A.3.   Jalan-Nya yang lurus

Jalan-Nya yang lurus, jalan hidup yang diajarkan agama-Nya

Gambaran sederhana berbagai jalan hidup vs keimanan

Gambaran pengaruh pengajaran para makhluk gaib

Jalan-Nya yang lurus dan “kembali” ke hadapan ‘Arsy-Nya

Dua macam “kembali” ke hadapan ‘Arsy-Nya

Kembalinya Nabi ke hadapan ‘Arsy-Nya pada ‘Isra Mi’raj

Kembalinya para Sufi & orang beriman ke hadapan ‘Arsy-Nya

Kemustahilan ‘penyatuan’ diri manusia dan Allah

Ka’bah sebagai simbol “kembali” ke hadapan ‘Arsy-Nya

Keadaan manusia saat kembali ke hadapan ‘Arsy-Nya

Umat manusia yang dikehendaki-Nya

VI.A.4.   Takdir-Nya

Takdir-Nya, definisi umum dan persoalan pemahamannya

Takdir-Nya menurut pemahaman di sini, dan definisinya

Perbandingan berbagai pendapat terkait takdir-Nya

Penentuan takdir-Nya, pasti melalui sunatullah

Kebebasan manusia dalam memilih takdir-Nya

Lebih lanjut, kebebasan manusia dalam memilih takdir-Nya

Kandungan isi kitab mulia (Lauh Mahfuzh) di sisi ‘Arsy-Nya

Pengetahuan-Nya, yang bersifat mutlak dan relatif

Takdir-Nya tentang jodoh dan rejeki

Takdir-Nya tentang kematian

Manusia memilih takdir-Nya, dari usaha dan kemampuannya

Gambaran sederhana proses pemilihan takdir-Nya

Allah tidak tahu pilihan manusia, sebelum terjadi

Penutup tentang Sunatullah (sifat proses)

VI.B.   Sifat Pembeda Ciptaan-Nya (ciri khas)

Gambaran umum sifat pembeda ciptaan-Nya

Contoh sifat pembeda ciptaan-Nya dan perubahannya

Penutup tentang sifat pembeda ciptaan-Nya

 

VII.   PENGAJARAN DAN TUNTUNAN-NYA

Fitrah Allah dalam memberi pengajaran dan tuntunan-Nya

Hati-nurani, tuntunan-Nya paling dasar

Ayat-ayat-Nya yang tak-tertulis, pengajaran-Nya paling dasar

Perbedaan pengajaran-Nya dan tuntunan-Nya

Pengajaran dan tuntunan-Nya melalui para nabi dan kitab-Nya

Gambaran sederhana hubungan Fitrah-Nya dan agama-Nya

Tidak ada seorangpun tanpa pengajaran dan tuntunan-Nya

VII.A.   Para Nabi dan Rasul Utusan-Nya

Definisi nabi dan rasul-Nya, serta iman kepada mereka

Para calon nabi-Nya, manusia unggul dalam kaumnya

Para calon nabi-Nya pada kaumnya yang penuh kezaliman

Fitrah manusia untuk mencegah kebatilan di sekitarnya

Pondasi awal para calon nabi-Nya, akhlak dan budi-pekerti

Proses perolehan kenabian oleh para calon nabi-Nya

Para calon nabi-Nya memproklamirkan diri sebagai utusan-Nya

Para nabi-Nya sangat banyak, yang dikenal ataupun tidak

Utusan-Nya bukanlah perantara-Nya

Diturunkan-Nya para nabi-Nya, proses alamiah

VII.B.   Kitab-kitab Tuntunan-Nya (Kitab-kitab Tauhid)

Wahyu-Nya, pengetahuan dan pemahaman para nabi-Nya

Wahyu-Nya ‘berdasar’ ilham pada para nabi-Nya

Pondasi keimanan para nabi-Nya dalam menerima Wahyu-Nya

Integritas keimanan para nabi-Nya

Hubungan wahyu-Nya dan akal, menurut beberapa aliran

Hubungan wahyu-Nya dan akal, menurut pembahasan di sini

Lebih lanjut, hubungan wahyu-Nya dan akal

Penyampaian dan penulisan Wahyu-Nya secara bertahap

Pengaruh keadaan dan sifat manusiawi Nabi pada Al-Qur’an

Pembukuan kitab suci Al-Qur’an dan Hadits

Hikmah pengulangan ayat-ayat Al-Qur’an

Al-Qur’an, Fitrah Allah pada penciptaan alam semesta

Al-Qur’an (gaib), telah ada sejak awal penciptaan alam semesta

Kitab suci Al-Qur’an, rangkuman pemahaman Nabi

Bahasa kitab suci Al-Qur’an, “bahasa pertengahan”

Perbedaan “penglihatan” manusia atas cahaya kebenaran-Nya

“Penglihatan” dengan keimanan atau pengetahuan

Gambaran perbedaan keimanan antara umat berilmu & tidak

Al-Qur’an berasal langsung dari Allah

“Benar”, bukti utama sesuatu hal berasal dari Allah

Pembenaran Al-Qur’an atas para nabi dan kitab-Nya

Al-Qur’an ada empat macam bentuknya

Al-Qur’an bukan produk budaya manusia

Al-Qur’an bukan kitab sastra

Otentisitas teks kitab suci Al-Qur’an, tak-ternilai harganya

Allah pasti memelihara Al-Qur’an

Wahyu-Nya, hasil ilmu-pengetahuan yang ‘paling benar’

Alat sederhana untuk menguji wahyu-Nya, bagi orang awam

Islam dan Al-Qur’an, agama dan kitab-Nya yang terakhir

VII.C.   Nabi Terakhir, untuk Seluruh Umat Manusia

Syarat kenabian, bisa menjawab semua persoalan umat

Batas manusiawi para nabi-Nya dalam menjawab persoalan

Kelengkapan ajaran para nabi-Nya

Al-Qur’an, pemahaman maksimal atas kebenaran-Nya

Kemustahilan atas turunnya nabi dan kitab tauhid baru

Gambaran teoretis tentang kenabian terakhir

Kemustahilan atas turunnya nabi Isa as & Imam Mahdi

Ramalan atas kedatangan nabi Muhammad saw dalam Injil

Alasan lain kemustahilan turunnya nabi Isa as & Imam Mahdi

Kemenangan hakiki orang beriman, pada kehidupan akhiratnya

Pertanyaan lanjutan atas turunnya nabi Isa as & Imam Mahdi

Pengutusan nabi terakhir, proses alamiah

VII.D.   Pemahaman atas Agama dan Kitab-Nya di Jaman Modern

Bagaimana ajaran Islam menjawab persoalan manusia modern?

Perkembangan aspek moral-spiritual dan fisik-material

Contoh persoalan umat Islam modern

Solusi para nabi bagi kelangsungan ajarannya di masa depan

Ijtihad, solusi Nabi bagi aktualisasi ajaran agama Islam

Ijtihad di atas ijtihad terdahulu

Hikmah dan hakekat Al-Qur’an, untuk atasi tantangan jaman

Metode-metode pencapaian hikmah dan hakekat Al-Qur’an

a.   Menguasai bahasa Arab.

b.   Kumpulkan segala keterangan dan penjelasan terkait.

c.   Berpengetahuan dan berwawasan sangat luas.

d.   Pisahkan hal-hal gaib dan bukan.

e.   Hindari pemahaman secara tekstual-harfiah.

f.   Pisahkan hal-hal sebenarnya dan contoh simbolik.

g.   Hilangkan konteks ruang, waktu dan budaya.

h.   Berdasar ilmu-pengetahuan yang obyektif.

i.   Hindari penafsiran agama dengan ilmu filsafat.

j.   Kurangi mengacu dari pemikiran orang terdahulu.

k.   Hilangkan segala bentuk dogma.

l.   Pisahkan pemahaman atas para nabi-Nya terdahulu.

m.   Pahami perbedaan Sunnah Nabi dan Hadits Nabi.

n.   Harus utuh, konsisten dan tidak saling bertentangan.

o.   Berdiskusi dengan orang berilmu agama tinggi.

p.   Banyak mempelajari pemahaman yang berbeda-beda.

q.   Memiliki bangunan pemahaman atas ajaran agama.

r.   Persiapkan sikap-sikap mental tertentu sebelumnya.

Pemahaman utuh, konsisten dan tidak saling bertentangan

Pembentukan ‘bangunan pemahaman’ atas ayat Al-Qur’an

Catatan tentang ‘bangunan pemahaman’ atas ayat Al-Qur’an

Hikmah dan hakekat Al-Qur’an yang universal, dan aplikasinya

Mendekati bangunan pemahamannya nabi Muhammad saw?

Perlunya para alim-ulama menguasai ilmu-ilmu terkait

Para alim-ulama menjadi saksi bagi umatnya di Hari Kiamat

Segala ilmu bersifat netral, nilainya tergantung manusianya

Perbedaan pemahaman dan Ijtihad (penafsiran)

Lebih lanjut, perbedaan pemahaman dan Ijtihad (penafsiran)

Gambaran umum proses pengajaran-Nya sepanjang masa

Al-Qur’an dan Sunnah Nabi, bentuk ‘ijtihad’ dari Nabi

Pembentukan pemahaman bersama pada Majelis alim-ulama

Mungkinkah “kitab Al-Hikmah” bisa disusun?

Keadaan bagi penyampaian Al-Hikmah

Pemahaman universal untuk atasi isu-isu umat Islam modern

Contoh isu-isu umat Islam modern dan solusi sederhananya

a.   Isu hukum syariat yang tidak populer dan aplikatif.

b.   Isu pengekangan terhadap wanita.

c.   Isu poligami.

d.   Isu pendirian negara Islam.

e.   Isu jihad dan terorisme.

Kembali kepada hikmah dan hakekat ajaran agama-Nya

 

VIII.   PENUTUP

Berbagai pemahaman praktis bagi kehidupan umat

Hubungan antara pengetahuan Allah dan pengetahuan manusia

Segala tindakan Allah bersifat mutlak, kekal dan amat alamiah

Perbedaan pemahaman umat, suatu rahmat-Nya

Cakupan pemahaman atas ayat Al-Qur’an pada buku ini

Catatan umum bagi pemahaman atas ajaran agama-Nya

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Lampiran A: Daftar nama terbaik Allah (Asmaul Husna)

Lampiran B: Daftar istilah yang terkait dengan Allah

Lampiran C: Daftar istilah keagamaan lainnya

Lampiran D: Perbandingan aliran-aliran teologi Islam

A.   Daya, kehendak dan perbuatan manusia

B.   Kemutlakan kehendak dan kekuasaan Allah

C.   Berbagai topik lainnya

D.   Berbagai hakekat tambahan (dari pembahasan di sini)

E.   Kesimpulan perbandingan antar aliran-aliran

Pemahaman pada aliran Mu’tazilah vs pada buku ini

Sifat mutlak yang ‘kekal’ dan yang ‘tak-kekal’

Berbagai pertanyaan tentang perubahan kehendak-Nya

Hal-hal yang dikehendaki-Nya

Kemutlakan semua sifat-Nya, kesatuan yang utuh

Hindari menganalogikan sifat-Nya, dengan sifat makhluk-Nya

Hindari berfilsafat tentang sifat-sifat-Nya

Kebebasan dan keterbatasan manusia

Perbedaan penafsiran atas perbuatan Allah Yang Maha Halus

Sunatullah tentang hal-hal batiniah

Hasil perbandingan antar aliran-aliran

Lampiran E: Kumpulan terjemahan ayat-ayat Al-Qur’an

1)   Perselisihan pemahaman atas ajaran agama-Nya

2)   Keutamaan orang yang berilmu-pengetahuan (alim-ulama)

3)   Banyaknya golongan dalam agama-agama tauhid maupun Islam

4)   Asmaul Husna, sebagai cerminan dari sifat, wajah atau Fitrah Allah

5)   Hakekat dan tujuan penciptaan alam semesta

6)   Semua ciptaan-Nya lainnya untuk mendukung kehidupan manusia

7)   Sunatullah (Sunnah Allah)

8)   Penciptaan alam semesta dengan sunatullah

9)   Awal penciptaan alam semesta secara lahiriah

10)   Matahari sebagai sumber energi kehidupan di bumi

11)   Ciptaan-Nya yang gaib dan yang nyata

12)   Unsur atau elemen paling dasar pembentuk alam semesta

13)   Atom atau biji zarrah sebagai benda terkecil

14)   Penciptaan ruh dari energi

15)   Pentingnya mensucikan ruh

16)   Kesamaan dan perbedaan dasar setiap anak manusia

17)   Akal makhluk-makhluk-Nya

18)   Nafsu makhluk-makhluk-Nya

19)   Tubuh wadah makhluk-Nya

20)   Berinteraksi langsung dengan ruh-ruh

21)   Tugas-tugas makhluk ciptaan-Nya

22)   Pentingnya air bagi kehidupan

23)   Beberapa surat dan ayat Al-Qur’an tentang penciptaan manusia

24)   Rangkuman proses penciptaan manusia

25)   Kehidupan dunia dan kehidupan akhirat

26)   Para makhluk gaib dan tugas-tugasnya

27)   Keseimbangan pengajaran dan ujian-Nya bagi manusia

28)   Perlunya mewaspadai kepada iblis, syaitan dan jin

29)   Pengelompokan para makhluk gaib

30)   Pemberian hikmah dan hidayah-Nya kepada manusia

31)   Para malaikat dan tugas-tugasnya

32)   Para makhluk gaib tidak mengetahui semua rahasia-Nya

33)   Penciptaan galaksi dan bintang

34)   Penciptaan gunung sebagai pelindung bumi

35)   Proses interaksi lahiriah dan batiniah

36)   Segala hal di alam semesta ini hanyalah milik Allah

37)   Surga dan orang-orang yang dimasukkan ke dalamnya

38)   Neraka dan orang-orang yang dimasukkan ke dalamnya

39)   Perbuatan dosa manusia dan balasan-Nya

40)   Pentingnya lingkungan pergaulan

41)   Pentingnya membangun kehidupan akhirat selama hidup di dunia

42)   Perwujudan hasil amal-ibadah dalam kehidupan

43)   Ujian-Nya bagi orang beriman

44)   Berbagai kejadian di Hari Kiamat

45)   Penyempurnaan setiap amal perbuatan manusia

46)   Peristiwa-peristiwa pada Hari Kiamat secara ringkas

47)   Hari Kiamat dan berbagai peristiwa di dalamnya

48)   Penyaksian atas kebenaran-Nya di dunia dan di Hari Kiamat

49)   Dua macam “kembali” kepada Allah

50)   Pemahaman tentang Allah dan sifat-sifat-Nya (tauhid)

51)   Berbagai balasan-Nya melalui sunatullah

52)   Sunatullah yang bersifat mutlak dan memaksa

53)   Ilmu Allah dan ilmu manusia

54)   Zat Allah dan ruh yang gaib

55)   Pemahaman atas sunatullah dan kemampuan memperkirakan

56)   Tidak ada ilah selain Allah, dan kokohnya alam semesta

57)   Proses sunatullah tergantung keadaan tiap zat ciptaan-Nya

58)   Segala kehendak dan tindakan-Nya, melalui sunatullah

59)   Proses berusaha lebih penting, daripada hasilnya

60)   Setiap amal perbuatan akan dihisab-Nya

61)   Tentang sikap-sikap mulia sabar, ikhlas, tawakal dan syukur

62)   Keadaan manusia pada saat kembali ke hadapan ‘Arsy-Nya

63)   Umat yang dikehendaki-Nya

64)   Pemahaman tentang takdir-Nya

65)   Rejeki dan jodoh yang ditetapkan-Nya

66)   Takdir-Nya (berlakunya sunatullah) mengenai kematian

67)   Allah tidak mengetahui segala kejadian atas makhluk-Nya

68)   Berbagai sifat ciptaan-Nya

69)   Akal yang disertai berbagai pengajaran dan tuntunan-Nya

70)   Hati nurani sebagai tuntunan-Nya

71)   Turunnya kitab-kitab-Nya (kitab-kitab tauhid)

72)   Manusia yang pasti telah mendapat pengajaran dan tuntunan-Nya

73)   Sunatullah dalam kedatangan para nabi dan rasul-Nya

74)   Kedatangan para nabi-Nya untuk mengatasi persoalan kaumnya

75)   Diutus-Nya para nabi-Nya kepada kaumnya yang zalim

76)   Beberapa pengajaran dan tuntunan-Nya

77)   Beberapa perbuatan buruk yang melampaui batas

78)   Keadaan awal kalangan kaumnya para nabi-Nya

79)   Pondasi awal kenabian

80)   Para nabi dan keturunannya

81)   Proses perolehan kenabian

82)   Al-Qur’an yang penuh hikmah

83)   Pengangkatan para nabi dan rasul-Nya

84)   Kisah para nabi dan rasul-Nya sebagai contoh suri teladan

85)   Proses diturunkan-Nya wahyu-Nya

86)   Bertahapnya wahyu-Nya disampaikan dan ditulis

87)   Pengaruh kehidupan Nabi Muhammad saw dalam Al-Qur’an

88)   Al-Qur’an adalah bagian dari Fitrah Allah

89)   Al-Qur’an (gaib) telah ada sejak awal penciptaan alam semesta

90)   Al-Qur’an disempurnakan diturunkan-Nya

91)   Dasar ajaran semua kitab-Nya sama-sama berasal dari Allah

92)   Hal-hal gaib sebagai bukti ketinggian ilmu para nabi-Nya

93)   Agama dan kitab tauhid

94)   Kesamaan dasar ajaran para nabi dan rasul-Nya

95)   Islam sebagai agama tauhid terakhir

96)   Para nabi-Nya menjawab semua persoalan umat

97)   Agama dan kitab tauhid dalam perkembangannya

98)   Kematian dan kebangkitan Nabi Isa as, serupa manusia lainnya

99)   Kesaksian Nabi Isa as yang dianggap umatnya sebagai Tuhan

100)   Ajaran Nabi Isa as dan solusi kedepannya

101)   Para nabi dan rasul-Nya sebagai utusan-Nya

102)   Kedatangan hari kiamat yang tiba-tiba

103)   Penciptaan alam semesta sebagai ujian bagi manusia

104)   Kemenangan hakiki orang beriman bukan kemenangan duniawi

105)   Masalah keyakinan diserahkan kepada tiap individu

106)   Keimanan sebagai perlombaan tanpa akhir

107)   Kemenangan orang beriman atas orang kafir

108)   Berbagai persoalan muncul dari perbuatan melampaui batas

109)   Nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir

110)   Kitab-Nya sebagai kitab tuntunan yang lengkap

111)   Dasar-dasar ajaran agama Islam

112)   Majelis ulama untuk menangani persoalan umat

113)   Al-Qur’an diturunkan-Nya bukan berupa ‘teks’, tetapi ‘hikmah’

 

Suplemen: Kitab suci Al-Qur’an Digital

QS.001:   Al-Fatihah (Pembukaan)

QS.002:   Al-Baqarah (Sapi betina)

QS.003:   Ali-Imran (Keluarga Imran)

QS.004:   An-Nisaa’ (Wanita)

QS.005:   Al-Maa-idah (Hidangan)

QS.006:   Al-An’aam (Binatang ternak)

QS.007:   Al-A’raaf (Tempat tertinggi)

QS.008:   Al-Anfaal (Rampasan perang)

QS.009:   At-Taubah (Pengampunan)

QS.010:   Yunus (Yunus)

QS.011:   Hud (Huud)

QS.012:   Yusuf (Yusuf)

QS.013:   Ar-Ra’d (Guruh)

QS.014:   Ibrahim (Ibrahim)

QS.015:   Al-Hijr (Al-Hijr)

QS.016:   An-Nahl (Lebah)

QS.017:   Al-Isra’ (Memperjalankan di malam hari)

QS.018:   Al-Kahfi (Gua)

QS.019:   Maryam (Maryam)

QS.020:   Thaha (Thaha)

QS.021:   Al-Anbiyaa’ (Nabi-nabi)

QS.022:   Al-Hajj (Haji)

QS.023:   Al-Mu’minuun (Orang-orang yang beriman)

QS.024:   An-Nuur (Cahaya)

QS.025:   Al-Furqaan (Pembeda)

QS.026:   Asy-Syu’araa’ (Para penyair)

QS.027:   An-Naml (Semut)

QS.028:   Al-Qashash (Cerita-cerita)

QS.029:   Al-Ankabut (Laba-laba)

QS.030:   Ar-Ruum (Bangsa Rumawi)

QS.031:   Luqman (Luqman)

QS.032:   As-Sajadah (Sujud)

QS.033:   Al-Ahzab (Golongan yang bersekutu)

QS.034:   Saba’ (Kaum Saba’)

QS.035:   Faathir (Pencipta)

QS.036:   Yaa Siin (Yaa siin)

QS.037:   Ash-Shaffaat (Yang bershaf-shaf)

QS.038:   Shaad (Shaad)

QS.039:   Az-Zumar (Rombongan-rombongan)

QS.040:   Al-Mu’min (Orang yang beriman)

QS.041:   Fush Shilat (Yang dijelaskan)

QS.042:   Asy-Syuura (Musyawarat)

QS.043:   Az-Zukhruf (Perhiasan)

QS.044:   Ad-Dukhaan (Kabut)

QS.045:   Al-Jaatsiyah (Yang berlutut)

QS.046:   Al-Ahqaaf (Bukit-bukit pasir)

QS.047:   Muhammad (Nabi Muhammad SAW.)

QS.048:   Al-Fath (Kemenangan)

QS.049:   Al-Hujurat (Kamar-kamar)

QS.050:   Qaaf (Qaaf)

QS.051:   Adz-Dzaariyaat (Angin yang menerbangkan)

QS.052:   Ath-Thuur (Bukit)

QS.053:   An-Najm (Bintang)

QS.054:   Al-Qamar (Bulan)

QS.055:   Ar-Rahmaan (Yang Maha Pemurah)

QS.056:   Al-Waaqiah (Hari Kiamat)

QS.057:   Al-Hadiid (Besi)

QS.058:   Al-Mujaadilah (Wanita yang mengajukan gugatan)

QS.059:   Al-Hasyr (Pengusiran)

QS.060:   Al-Mumtahanah (Perempuan yang diuji)

QS.061:   Ash-Shaff (Barisan)

QS.062:   Al-Jumu’ah (Hari Jum’at)

QS.063:   Al-Munaafiquun (Orang-orang munafik)

QS.064:   At-Taghaabun (Hari ditampakkan kesalahan-kesalahan)

QS.065:   Ath-Thalaaq (Talak)

QS.066:   At-Tahrim (Mengharamkan)

QS.067:   Al-Mulk (Kerajaan)

QS.068:   Al-Qalam (Kalam)

QS.069:   Al-Haaqqah (Hari kiamat)

QS.070:   Al-Ma’aarij (Tempat-tempat naik)

QS.071:   Nuh (Nabi Nuh)

QS.072:   Al-Jin (Jin)

QS.073:   Al-Muzzammil (Orang yang berselimut)

QS.074:   Al-Muddatstsir (Orang yang berkemul)

QS.075:   Al-Qiyaamah (Hari Kiamat)

QS.076:   Al-Insaan (Manusia)

QS.077:   Al-Mursalaat (Malaikat-malaikat yang diutus)

QS.078:   An-Naba’ (Berita besar)

QS.079:   An-Naazi’aat (Malaikat-malaikat yang mencabut)

QS.080:   ’Abasa (Ia bermuka masam)

QS.081:   At-Takwir (Menggulung)

QS.082:   Al-Infithar (Terbelah)

QS.083:   Al-Muthaffifiin (Orang-orang yang curang)

QS.084:   Al-Insyiqaaq (Terbelah)

QS.085:   Al-Buruuj (Gugusan bintang)

QS.086:   Ath-Thaariq (Yang datang di malam hari)

QS.087:   Al-A’laa (Yang paling tinggi)

QS.088:   Al-Ghaasyiyah (Hari pembalasan)

QS.089:   Al-Fajr (Fajar)

QS.090:   Al-Balad (Negeri)

QS.091:   Asy-Syams (Matahari)

QS.092:   Al-Lail (Malam)

QS.093:   Ad-Dhuhaa (Waktu matahari sepenggalan naik)

QS.094:   Alam-Nasyrah (Melapangkan)

QS.095:   At-Tiin (Buah tin)

QS.096:   Al-’Alaq (Segumpal darah)

QS.097:   Al-Qadar (Kemuliaan)

QS.098:   Al-Bayyinah (Bukti)

QS.099:   Al-Zalzalah (Kegoncangan)

QS.100:   Al-’Aadiyaat (Kuda perang yang berlari kencang)

QS.101:   Al-Qaari’ah (Hari Kiamat)

QS.102:   At-Takaatsur (Bermegah-megahan)

QS.103:   Al-’Ashr (Masa)

QS.104:   Al-Humazah (Pengumpat)

QS.105:   Al-Fiil (Gajah)

QS.106:   Al-Quraisy (Suku Quraisy)

QS.107:   Al-Maa’un (Barang-barang yang berguna)

QS.108:   Al-Kautsar (Nikmat yang banyak)

QS.109:   Al-Kaafiruun (Orang-orang kafir)

QS.110:   An-Nashr (Pertolongan)

QS.111:   Al-Lahab (Gejolak api)

QS.112:   Al-Ikhlash (Memurnikan Keesaan Allah)

QS.113:   Al-Falaq (Waktu subuh)

QS.114:   An-Naas (Manusia)

 

Daftar tabel dan gambar

 

DAFTAR TABEL

Tabel 1:   Susunan berkala unsur-unsur kimia (atom-atom)

Tabel 2:   Proses di alam semesta dan unsur yang terjadi

Tabel 3:   Sifat-sifat ruh makhluk-Nya

Tabel 4:   Urutan penciptaan Adam, dari pembahasan di sini

Tabel 5:   Urutan penciptaan Adam, dari Al-Qur’an

Tabel 6:   Rangkuman urutan siklus proses kejadian manusia

Tabel 7:   Beberapa keadaan khusus proses kejadian manusia

Tabel 8:   Empat macam bentuk dari Wahyu-Nya

Tabel 9:   Metode-metode untuk membersihkan ruh

Tabel 10:   Kejadian-kejadian umum di Hari Kiamat, secara ringkas

Tabel 11:   Tingkatan hijab antara manusia dan Allah

Tabel 12:   Beberapa sifat-Nya yang seolah-olah saling bertentangan

Tabel 13:   Beberapa hal penting tentang aturan-Nya (sunatullah)

Tabel 14:   Keistimewaan akal manusia (terhadap mata lahiriah)

Tabel 15:   Daftar para ilmuwan Muslim terdahulu

Tabel 16:   Sikap-sikap sabar, ikhlas, tawakal dan syukur

Tabel 17:   Berbagai hal dalam Kitab mulia (Lauh Mahfuzh)

Tabel 18:   Empat macam bentuk dari Al-Qur’an

Tabel 19:   Metode-metode untuk mencapai hikmah dan hakekat

Tabel 20:   Hubungan antara pengetahuan Allah dan manusia

Tabel 21:   Perbuatan manusia, bagi aliran-aliran (kesimpulan)

Tabel 22:   Perbuatan manusia, bagi aliran-aliran (pernyataan)

Tabel 23:   Perbuatan manusia, bagi pembahasan di sini

Tabel 24:   Perbuatan manusia, bahas pernyataan aliran-aliran

Tabel 25:   Perbuatan manusia, bagi aliran-aliran (kuantitatif)

Tabel 26:   Kemutlakan sifat-Nya, bagi aliran-aliran (kesimpulan)

Tabel 27:   Kemutlakan sifat-Nya, bagi aliran-aliran (pernyataan)

Tabel 28:   Kemutlakan sifat-Nya, bagi pembahasan di sini

Tabel 29:   Kemutlakan sifat-Nya, bahas pernyataan aliran-aliran

Tabel 30:   Kemutlakan sifat-Nya, bagi aliran-aliran (kuantitatif)

Tabel 31:   Berbagai topik, bagi aliran-aliran (pernyataan)

Tabel 32:   Berbagai topik, bagi pembahasan di sini

Tabel 33:   Berbagai hakekat tambahan dari pembahasan di sini

 

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1:   Diagram tujuan penciptaan alam semesta

Gambar 2:   Diagram umum penciptaan alam semesta

Gambar 3:   Diagram umum segala jenis ciptaan-Nya

Gambar 4:   Skema sederhana penciptaan elemen dasar alam semesta

Gambar 5:   Skema umum sistem benda nyata terkecil

Gambar 6:   Diagram umum penciptaan dan keadaan ruh

Gambar 7:   Skema sederhana hubungan antara ruh dan benda

Gambar 8:   Skema sederhana perkembangan struktur benda

Gambar 9:   Skema sederhana pengabdian ruh-ruh kepada-Nya

Gambar 10:   Diagram umum penciptaan sel (makhluk nyata terkecil)

Gambar 11:   Diagram umum penciptaan makhluk nyata

Gambar 12:   Diagram umum tugas para makhluk gaib

Gambar 13:   Diagram sederhana proses perolehan wahyu

Gambar 14:   Diagram empat macam bentuk wahyu-Nya

Gambar 15:   Skema umum siklus air

Gambar 16:   Skema umum tahapan kejadian manusia

Gambar 17:   Diagram hubungan syafaat dan Penyaksian di Hari Kiamat

Gambar 18:   Diagram umum sifat dan fitrah zat

Gambar 19:   Diagram umum proses pemahaman sifat-sifat-Nya

Gambar 20:   Diagram umum sifat-Nya pada sifat zat ciptaan-Nya

Gambar 21:   Diagram sederhana fungsi sunatullah

Gambar 22:   Diagram siklus proses sesaat fungsi sunatullah

Gambar 23:   Diagram siklus proses sesaat perbuatan manusia

Gambar 24:   Diagram pemakaian daya pada perbuatan manusia

Gambar 25:   Diagram siklus proses sesaat pikiran manusia

Gambar 26:   Diagram detail proses berpikir manusia

Gambar 27:   Diagram sederhana elemen ruh dan fungsinya

Gambar 28:   Skema pemilihan jalan hidup (rangkaian sunatullah)

Gambar 29:   Skema beberapa contoh jalan hidup manusia

Gambar 30:   Skema pengaruh pengajaran para makhluk gaib

Gambar 31:   Skema sederhana proses pemilihan takdir/qadar-Nya

Gambar 32:   Skema sederhana wilayah kebebasan manusia

Gambar 33:   Diagram hubungan Fitrah Allah dan agama Islam

Gambar 34:   Skema hubungan aplikasi wahyu-Nya dan akal

Gambar 35:   Skema umum perbedaan keimanan umat berilmu & tidak

Gambar 36:   Diagram empat macam bentuk Al-Qur’an

Gambar 37:   Skema teoretis sederhana, kenabian terakhir

Gambar 38:   Diagram aspek pemahaman ajaran agama-Nya

Gambar 39:   Skema bangunan pemahaman atas Al-Qur’an

Gambar 40:   Diagram umum proses pengajaran-Nya sepanjang masa

 

Artikel / buku terkait:

Beranda: “Islam, agama universal”

Resensi buku: “Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW”

Buku on-line: “Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW”

Al-Qur'an on-line (teks Arab, latin dan terjemah)

Download terkait:

Al-Qur'an digital (teks Arab, latin dan terjemah) (chm: 2,45MB)

Buku elektronik (chm): “Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW” (+Al-Qur'an digital) (chm: 5,44MB)

Buku elektronik (pdf): “Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW” (pdf: 8,04MB)

Buku elektronik (chm + pdf): “Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW” dan Al-Qur'an digital (zip: 15,9MB)

 

5 Balasan ke Daftar isi buku hikmah

  1. Ping balik: Manusia Dan Agama | saiful runardi

  2. Anonim berkata:

    Asalamu’alaikum WR WB. bagaimana cara membeil buku dengan Judul buku:

    Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW (Al-Hikmah yang terlupakan) ini saya ingin memilikinya demikian dan terimakasih Wassalamu’alaikum WR WB.

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam Wr. Wb.
      Maaf, buku “Menggapai kembali” tsb belum dicetak. Mungkin penerbit tidak mau mencetaknya, karena terlalu tebal dan terlalu serius (bukan bahasa populer).
      Silahkan mendownload langsung bukunya dalam bentuk ebook, melalui link pada blog ini.
      Terima kasih kembali.

  3. Anonim berkata:

    Assalamualaikum Pak, saya sangat tertarik dengan pemikiran Bapak, bagaimana Bapak bisa menemukan konsep-konsep ini?

    • Syarif Muharim berkata:

      Wa ‘alaikum salam Wr.Wb.,
      Alhamdulillah, semua pemikiran pada blog ini timbul berdasarkan hasil kajian saya pribadi atas ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an, termasuk dari mengkaji keterkaitan antar ayatnya (bukan hanya dikaji ayat-per-ayat). Meskipun memang belum sempat dikaji keseluruhan ayatnya (6236 ayat), dan baru dikaji sekitar 2900 ayat saja.

      Pengkajian inipun dilakukan, terutama karena masih banyak pertanyaan selama ini, yang belum terjawab dengan cukup memadai dalam pikiran, serta sekaligus karena ada pengalaman rohani-batiniah-spiritual yang kebetulan sempat saya alami, sehingga saya amat terpancing untuk mencari sendiri semua jawabannya dari kitab suci Al-Qur’an, sebagai kitab pengajaran dan tuntunan-Nya yang memang paling lengkap, paling sempurna dan paling akhir.

      Kesimpulan hasil kajian saya, seluruh kebenaran-Nya yang terkandung dalam kitab suci Al-Qur’an memang benar-benar amat sempurna (amat lengkap, amat mendalam, amat konsisten, saling terkait utuh dan tidak saling bertentangan secara keseluruhannya). ….. Subhanallah (Maha Suci Allah).

      Semoga hasil kajian ini bisa bermanfaat bagi umat. Aamiin.

Buat komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s