Teori ‘Big Light’ vs teori ‘Big Bang’ (1): Pengantar

Teori 'Big Light' vs teori 'Big Bang' (1): Pengantar

Teori 'Big Light' adalah konsep kosmologi pada awal penciptaan alam semesta ini
(konsep kosmogoni), yang dikembangkan berdasar ayat-ayat kitab suci Al-Qur'an.
Dimana alam semesta ini diawali dari suatu sinar yang amat sangat panas,
putih dan terang ("sinar alam semesta" atau 'Big Light').

Seri artikel "Teori Big Light vs teori Big Bang", yaitu:

Hampir amat jarang disebut, dikemukakan atau dikembangkan konsep kosmogoni di kalangan umat Islam (konsep kosmologi pada awal penciptaan alam semesta ini), yang berasal langsung dari ajaran-ajaran agama Islam. Bahkan hal yang umum terjadi, justru sebagian besar umat Islam mengakui teori 'Big Bang', yang telah dikembangkan oleh para ilmuwan barat, termasuk dengan mengaitkan antara teori 'Big Bang' dan ayat-ayat kitab suci Al-Qur'an. Dan teori 'Big Bang' memang telah dikenal amat luas di seluruh dunia.

Di lain pihak, teori 'Big Light' tentunya relatif tidak pernah dikenal, karena memang baru dikembangkan oleh "pengelola blog ini", atau minimal belum diketahui ada teori yang serupa sampai saat ini. Teori 'Big Light' ini pada dasarnya kelanjutan atau pengembangan lebih detail atas konsep kosmogoni Islam, yang disebut dalam kitab suci Al-Qur'an.

Konsep kosmogoni Islam justru relatif amat berbeda daripada teori 'Big Bang'. Pada teori 'Big Bang', alam semesta ini diawali dari suatu 'bola raksasa' yang amat sangat padat dan panas, yang meliputi seluruh materi di alam semesta ini. Sedangkan dalam kitab suci Al-Qur'an, alam semesta ini diawali dari suatu 'kabut' yang amat sangat panas. Sehingga seluruh benda langit pada awalnya masih menyatu atau melebur ('bersatu-padu'), dalam bentuk 'kabut' (pada QS.41:11 dan QS.21:30), bukan 'padatan' ataupun 'cairan'.

Konsep kosmogoni Islam relatif lebih maju daripada teori 'Big Bang', selain karena telah diungkap lebih dahulu sekitar 13 abad sebelumnya, juga karena dalam teori 'Big Bang' justru dinyatakan, bahwa 'bola padat raksasa' itu meledak hancur-lebur menjadi partikel-partikel yang amat kecil, lalu terbentuk menjadi 'kabut'. Juga bentuk segala benda dalam keadaannya yang relatif paling panasnya, memang berupa 'gas' (asap atau kabut), ataupun lebih panasnya lagi, berupa 'cahaya' (pada teori 'Big Light'). Dan bentuk awal ini tentunya hanya salah-satu dari perbedaan antara kedua konsep ataupun teori itu.

Sebagian besar umat Islam yang mengakui teori 'Big Bang', umumnya juga memakai ayat-ayat QS.41:11 dan QS.21:30, untuk bisa membenarkan dalil-dalilnya. Ayat-ayat itu dipahami terpisah dan berurutan, pada awalnya alam semesta ini dianggap 'bersatu-padu' dalam bentuk 'bola padat raksasa' (pada QS.21:30). Lalu 'bola padat raksasa' itu meledak hancur-lebur sampai bisa terbentuk menjadi 'kabut' atau 'asap' (pada QS.41:11). Dan hal ini memang relatif amat sesuai dengan teori 'Big Bang'.

Sedangkan pada teori 'Big Light', ayat-ayat QS.41:11 dan QS.21:30 tidak dipahami terpisah, namun justru sebagai satu-kesatuan. Karena perubahan dari 'bola padat raksasa' menjadi 'kabut' justru menimbulkan amat banyak pertanyaan dan sekaligus menimbulkan 'singularitas' yang amat sulit dijelaskan sampai saat ini oleh para ilmuwan. Bahkan dalam kitab suci Al-Qur'an juga tidak pernah disebut, bahwa "seluruh alam semesta ini awalnya 'bersatu-padu' dalam bentuk 'bola padat raksasa'" dan juga bahwa "alam semesta ini ('bola padat raksasa') pernah meledak". Dan bahkan teori 'Big Bang' telah pula melahirkan teori yang amat misterius, seperti: 'energi gelap', 'materi gelap', 'materi yang hilang', 'inflasi', dsb, yang justru belum terbukti untuk bisa mendukung dalil-dalilnya.

Pada teori 'Big Light', konsep kosmogoninya relatif jauh lebih sederhana dan mudah dijelaskan, karena seluruh alam semesta ini awalnya memang hanya tersusun dari elemen-elemen yang paling dasar, yaitu: 'Ruh' (hidup dan gaib), 'Materi terkecil' (mati dan nyata) dan 'Energi'. 'Materi terkecil' adalah materi penyusun yang paling kecil bagi segala benda mati, yang juga disebut sebagai 'CATOM' (composer of atom). Tentunya 'materi terkecil' itu juga materi yang paling ringan (jauh lebih ringan daripada molekul gas), dan tersebar merata di seluruh alam semesta ini. Dan energi yang diciptakan-Nya pada saat paling awal ini ("energi awal alam semesta"), amat sangat panas dan terpakai bagi berjalannya seluruh alam semesta ini, bahkan sampai akhir jaman.

Pada saat awal inipun terjadi tak-terhitung reaksi 'fusi nuklir' (reaksi penggabungan antar materi), dimana 'materi terkecil' itu saling berinteraksi, bertumbukan dan bergabung membentuk menjadi segala jenis materi yang berukuran lebih besar. Pada saat terbentuk segala jenis partikel sub-atom dan atom, juga timbul sinar yang amat sangat panas, putih dan terang di seluruh alam semesta ini ("sinar alam semesta" atau 'Big Light'). Reaksi 'fusi nuklir' disini tentunya dalam pengertiannya yang lebih luas, bukan reaksi 'fusi nuklir' yang biasanya dikenal (bukan hanya semata reaksi penggabungan antar inti atom, namun juga antar materi yang jauh lebih kecil lagi ukurannya).

Makin lanjut lagi, dalam keadaan alam semesta ini yang masih amat sangat panas, namun terus-menerus makin mendingin, selain terbentuk segala jenis partikel sub-atom dan atom, juga secara bertahap terbentuk segala jenis molekul, butir benda, benda, planet, bintang, pusat galaksi, dan bahkan sampai "pusat alam semesta" (hanya ada satu saja).

Saat segala materi di alam semesta ini kebanyakan masih berupa atom, molekul dan butir benda, tentunya seluruh alam semesta ini berbentuk suatu 'kabut' atau 'asap' ("kabut alam semesta"). Dan saat ini pula, bumi dan segala benda langit lainnya yang biasa dikenal oleh umat manusia, tentunya sama sekali belum berbentuk ataupun masih 'bersatu padu', persis seperti halnya yang disebut dalam kitab suci Al-Qur'an. Maha Suci Allah.

Dan harap baca pula buku "Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW", untuk penjelasan yang selengkapnya, tentang teori 'Big Light' dan perbedaannya terhadap teori 'Big Bang', termasuk pula tentang penciptaan bumi dan benda-benda langit lainnya.

Wallahu a'lam bishawwab.

Artikel / buku terkait:

Beranda: "Islam, agama universal"

Resensi buku: "Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW"

Buku on-line: "Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW"

Al-Qur'an on-line (teks Arab, latin dan terjemah)

Download terkait:

Al-Qur'an digital (teks Arab, latin dan terjemah) (chm: 2,45MB)

Buku elektronik (chm): "Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW" (+Al-Qur'an digital) (chm: 5,44MB)

Buku elektronik (pdf): "Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW" (pdf: 8,04MB)

Buku elektronik (chm + pdf): "Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW" dan Al-Qur'an digital (zip: 15,9MB)

 

Tentang Syarif Muharim

Alumni Teknik Mesin (KBK Teknik Penerbangan) - ITB - angkatan 1987 Blog: "islamagamauniversal.wordpress.com"
Pos ini dipublikasikan di Hikmah, Saduran buku dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Teori ‘Big Light’ vs teori ‘Big Bang’ (1): Pengantar

  1. Muhammad abighiffar berkata:

    Subhanallah…

  2. Akung Ibnu berkata:

    Sekedar pembanding teori Big Light versi RS (Agama Langit khususnya Agama Islam), Teori Big Bang versi MS yang menganggap isi Alam Semesta hanya materi (matter) atau partikel dan Teori Bigbang versi Teori Minimalis: yang sesuai dengan teori penciptaan Alam Semesta berdasar keseimbangan antara akal dan batin, sesuai dengan SS. bukan berdasar keseimbangan fikiran dan dogma sesuai dengan RS..

    I. Teori Minimalis menginformasikan (boleh dipercaya atau tidak dipercaya): Alam Semesta merupakan sebuah sistem tertutup dimana jumlah energinya tetap, yang berubah hanya kesadaran energinya atau dimensinya.
    II.. Berdasar kesadaran energi, maka Alam Semesta dapat dibedakan menjadi:

    1. Sub Alam Gaib atau Sub Alam Dogma dimana terdapat energi gaib E=-x 0<0, karena x=0. Sesama y dapat saling bergabung (operator MM nya +) membentuk rantai ny atau menyatu (operator MM nya *) membentuk energi y^n. Energi y^n dapat membentuk rantai ny^n. . Rantai terbuka dapat membentuk rantai tertutup [ny + y^n]. Rantai tertutup dapat melepaskan diri dari Sub Alam Gaib memasuki Sub Alam Transien. Saat memasuki Sub Alam Transien, kesadarannya berubah, sesama y saling tolak menolak sehingga rantai [ ny + y^n] akan pecah menjadi y dan y^n yang berosilasi membentuk gelombang dasar sinusoidal.:y= a2*sin (u2 + w2t).
    Kedua jenis gelombang tersebut , gelombang x dan y, tersebar merata di seluruh Alam Semesta sebagai gelombang cosmic.
    3. Sub Alam Transien atau Sub Alam Astral terisi oleh energi transien E= – x + y dengan x#0, y#0 dan E#0. Sesama x saling tolak menolak, sesama y saling tolak menolak, sedangkan antara x dan y akan saling tarik menarik. Kesadaran x dan y berubah dari kesadaran energi gaib dan kesadaran energi metafisika menjadi kesadaran kutub magnet Weber x dan kutub magnet Weber y. Mula-mula x dan y bergetar membentuk gelombang sinusoidal, kemudian setelah selesai masa transisi menjadi kutub magnet Weber x dan kutub magnet Weber y yang saling tarik menarik mempentuk dipole magnet Weber.
    Ada dua jenis dipole magnet Weber. a. dipole magnet yang kedua kutubnya tidak sama besarnya x#y akan membentuk eteric (e) yang merupakan fenomena Sub Alam Transien yang hanya terakses oleh kemampuan bawah sadar. b. dipole magnet Weber yang kedua kutubnya sama besarnya x= y atau E=0 menghasilkan quantum minimalis (qm) yang merupakan dasar energi fisika hingga terakses oleh pancaindera atau peralatan fisika.
    4. Sub Alam Fisika dilahirkan lewat Bigbang versi Teori Minimalis. dari unsur premordial.
    Teorfi Big Bang versi Teori Minimlis dapat digunakan sebagai bukti bahwa Alam Semesta sebelum Big Bang sudah ada namun dalam ujut Alam Semu. Bigbang merupakan kelahiran Sub Alam Fisika.
    Saat akan terbentuk quantum minimalis (0qq) di Sub Alam Transien diciptakan oleh Tuhan YME bayangan super simetri (0-q-q) untuk mengimbangi quantum minimlais, sehingga terbentuklah unsur premordial (000). Unsur premordial adalah valid, jadi merupakan energi fisika, namun Tuhah Yang Maha Esa me non aktifkan agar tidak membutuhkan ruang nyata. Unsur premordial dapat disimpan dalam titik singular yang sangat kecil, dengan tujuan untuk menyiapkan kelahiran Sub Alam Fisika.
    Saat Tuhan YME meniadakan bayangan super semitri, maka seluruh unsur premordial menjadi quantum minimalis dengan berbagai nilai q dari kecil hingga sangat besar yang membutuhkan ruang nyata. Berdasar Hukum Ekologi Alam Semesta, maka titik singular mengembang dengan sangat cepat sehingga meledak. Fenomena inilah yang dinamakan Bigbang versi Teori Minimalis.
    Proses seteruanya Teori Bigbang versi TM, sesuai dengan Bigbang versi MS. Kedua Bigbang tersebut berdasar akal budi manusia, bukan atas dasar dogma seperti Teori Big Light. Teori Bigbang versi TM dimaksud untuk mengkritisi Teori Bigbang sersi MS yang beranggapan Alam Semesta terbentuk secara kebetulan dengan tujuan mereka yang atheis menjadi sadar bahwa Alam Semesta bukan terjadi secara kebetulan melainkan diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan SS.
    TM Plus menginformasikan adanya Non Energi E#-x + y, sehingga tidak valid. Diantara non energi adalah z (soul). Karena bukan energi z dapat keluar masuk Alam Semesta sesuai dengan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, sesuai dengan RS.
    Interaksi antara body yang dibangun oleh energi dengan z akan menghasilkan microcosmos.
    Ada tujuh lapis microcosmos yang mengisi Alam Semesta sebagai pendamping macrocosmos yang hanya tersusun dari energi.
    Ingin tahu lebih banyak rahasia Alam Semesta berdasar TM atau SS, silakan akses http://www.akungibnu.wordpress.com. Silakan beri mkkomentar.

  3. Akung Ibnu berkata:

    Koreksi dari tulisan sebelumnya
    1. Sub Alam Gaib (SAG) , dapat dijelaskan dengan Formula Supernatural (FSM) E = – x + y , saat nilai y=0, sehingga terbentuk dari energi Gaib E=-x 0 yang hanya terakses lewat fikiran.. Sesama y dapat bergabung menjadi ny atau menyatu menjadi y^n. Keduanya ny dan y^n dapat membentuk rantai terbuka ny + y^n yang terikat pada dimensi y dan t. Rantai terbuka ini dapat pecah menjadi fragmen ny + y^n yang dapat membentuk rantai tertutup [ ny + y^n] yang tak terikat pada dimensi Sub Alam Metafisika.. Rantai terutup [ny + y^n] dapat memasuki Sub Alam Transien yang berbeda dimensinya, sehingga kesadaran energi y merubah menjadi kesadaran energi Sub Alam Transien, yaitu sesama energi y yang saling tolak menolak sehingga rantai tertutup [ ny + y^n] pecah menjadi energi transien y yang saling tolak menolak sesama dan bergetar membentuk gelombang y dan gelombang y^n dengan berbagai frekwensi dan amplitudo. Setelah mengalami fase seimbang y akan berubah menjadi Monople Magnet Weber (MMW) y yang memiliki E#0 sehingga tak terakses oleh pancaindera, peralatan fisika mapun kemampuan berfikir manusia,
    3. Di Sub Alam Transien energi x dan y akan saling menarik membentuk Dipole Magnet Weber (DPW) yang kedua kutubnya terbuka sehingga dapat saling bergabung membentuk rantai terbuka energi transien. Ada dua jenis DMW
    a. DPW yang sepasang kutubnya tidak sama besarnya x#y (E#0) tak terakses oleh pancaindera dan peralatan fisika namun dapat terakses lewat kemampuan bawah sadar.
    DPW jenis ini dinamakan eter(e) atau eteric (e). Eteric adalah eter terkecil yang memiliki E #0 namun mendekati 0, sehingga merupakan fenomena Sub Alam Transien.
    b.DPW yang sepasang kutubnya sama besarnya x=y=q (E=0) terakses oleh pancaindera dan peralatan fisika dan merupakan fenomena Sub Alam Fisika.
    DPW jenis ini dinamakan quantum minimalis (qm) atau quanta (qam). Besarnya kutub magnet ditentukan oleh nilai x=y=q. DPW yang memiliki nilai q besar dapat terakses oleh pancaindera misalnya magnet permanen, sedang yang memiliki nilai q kecil hanya dapat terakses oleh peralatan fisika dan partikel yang peka terhadap gaya magnet, misalnya serbuk besi.
    Gelombang magnet x dan y dengan frequensi tinggi merupakan gelombang cosmok yang tersebar merata diseluruh alam semesta yang masih dapat terakses saat ini yang merupakan latar belakan penciptaan Sub Alam Transien, terjadi sebelum fenomena Big Bang.
    Ketiga Sub Alam tersebut dimasukkan dalam Alam Semu atau Supernatural sebab belum membutuhkan ruang nyata, kecuali quantum minimalis.

    4. Sub Alam Fisika dilahirkan lewat Bigbang versi Teori Minimalis. dari unsur premordial.
    Teorfi Big Bang versi Teori Minimlis dapat digunakan sebagai bukti bahwa Alam Semesta sebelum Big Bang sudah ada namun dalam ujut Alam Semu. Bigbang merupakan kelahiran Sub Alam Fisika.
    Saat akan terbentuk quantum minimalis (0qq) di Sub Alam Transien diciptakan oleh Tuhan YME bayangan super simetri (0-q-q) untuk mengimbangi quantum minimlais, sehingga terbentuklah unsur premordial (000). Unsur premordial adalah valid, jadi merupakan energi fisika, namun Tuhah Yang Maha Esa me non aktifkan agar tidak membutuhkan ruang nyata. Unsur premordial dapat disimpan dalam titik singular yang sangat kecil, dengan tujuan untuk menyiapkan kelahiran Sub Alam Fisika.
    Saat Tuhan YME meniadakan bayangan super semitri, maka seluruh unsur premordial menjadi quantum minimalis dengan berbagai nilai q dari kecil hingga sangat besar yang membutuhkan ruang nyata. Berdasar Hukum Ekologi Alam Semesta, maka titik singular mengembang dengan sangat cepat sehingga meledak. Fenomena inilah yang dinamakan Bigbang versi Teori Minimalis.
    Proses seteruanya Teori Bigbang versi TM, sesuai dengan Bigbang versi MS. Kedua Bigbang tersebut berdasar akal budi manusia, bukan atas dasar dogma seperti Teori Big Light. Teori Bigbang versi TM dimaksud untuk mengkritisi Teori Bigbang sersi MS yang beranggapan Alam Semesta terbentuk secara kebetulan dengan tujuan mereka yang atheis menjadi sadar bahwa Alam Semesta bukan terjadi secara kebetulan melainkan diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan SS.
    TM Plus menginformasikan adanya Non Energi E#-x + y, sehingga tidak valid. Diantara non energi adalah z (soul). Karena bukan energi z dapat keluar masuk Alam Semesta sesuai dengan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, sesuai dengan RS.
    Interaksi antara body yang dibangun oleh energi dengan z akan menghasilkan microcosmos.
    Ada tujuh lapis microcosmos yang mengisi Alam Semesta sebagai pendamping macrocosmos yang hanya tersusun dari energi.
    Paska Bigbang Alam Semu masih ada sebab Bigbang tidak berpengaruh pada Sub Alam Semu. Sebagai buktinya adalah latar belakang Alam Semesta berupa gelombang cosmic yang merata di seluruh Alam Semesta.
    Fenomena yang dijelaskan oleh MS paska Bigbang sesuai dengan Bigbang versi Teori
    Minimalis, namun ada sedikit perbedaan: TM menganggap Alam Semesta versi MS tidak lain adalah Sub Alam Nyata yang membutuhkan ruang nyata, terdiri dari Sub Alam Fisika dan Sub Alam Organisme
    Teori Minimalis (TM) dan turunannya dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan rahasia Alam Semesta yang memilki 11 dimensi dalam ujut macrocosmos dan satu dimensi non energi yang dapat menjelaskan fenomena microcosmos. Hal TM dapat digunakan sebagai Teori Alternatif bagi Teori Membran (T-M) yang juga menyatakan Alam Semesta memiliki 11 dimensi.’ berbeda dengan Sub Alam Fisika yang hanya memiliki lima dimensi.
    Ibaratnya tiada rotan akarpun dapat berguna.

  4. Akung Ibnu berkata:

    Maaf saya sudah membuat koreksi, ternyata setelah saya postet terjadi kesalaman lagi, ada bagian yang hilang entah kemana perginya. Agar lebih bamblang tak terjadi kebingunan silakan akses saja Akungibnu di wordprees.

    • Syarif Muharim berkata:

      Terima kasih pak Akung Ibnu, atas uraian panjang-lebarnya ttg teori Bigbang versi Minimalis.
      Semoga bermanfaat bagi umat manusia, terutama utk makin memperkaya dan memperjelas pemahamannya ttg penciptaan alam semesta ini. Aamiin.

      Dgn sdh terungkapnya teori Big light, teori Bigbang (versi TM), dan teori Bigbang (versi Minimalis) melalui blog ini, saya pikir tidak perlu saya bandingkan lagi, dan para pembaca bisa langsung mempelajari dan membandingkannya sendiri.

Buat komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s