Kata pengantar

Buku: "Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah SAW"

Sebelumnya

Daftar isi

Terbawah

Berikutnya

  

"Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan
mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan,
tidak ada sedikitpun tanggung-jawabmu terhadap mereka.
Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah.
Kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka,
apa yang telah mereka perbuat."
"Barangsiapa membawa amal yang baik,
maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.
Dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat,
maka dia tidak diberi pembalasan, melainkan seimbang dengan kejahatannya.
Sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)."
(QS. AL-AN'AAM:6:159-160).

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada
kebaikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar.
Mereka adalah orang-orang yang beruntung."
"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih,
setelah datang keterangan yang jelas kepada mereka.
Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksaan-Nya yang berat,"
(QS. ALI IMRAN:3:104-105).

 

KATA PENGANTAR

Perselisihan pemahaman umat atas ajaran agama Islam

Telah menjadi sesuatu kenyataan umum di tengah masyarakat, bahwa sejak jaman dahulu (sejak setelah wafatnya nabi Muhammad saw) sampai jaman modern sekarang ini, telah ada berkembang relatif banyak aliran-mazhab-golongan pemahaman teologi atau keagamaan di kalangan umat Islam dalam memahami ajaran-ajaran agama Islam, terutama kitab suci Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Dari aliran yang bisa memiliki pemahaman sangat maju sampai sangat tradisional, dari yang sangat mendalam sampai sangat sederhana.
Di samping itu ada pula sebagian sangat besar umat Islam lain, yang sama-sekali tidak mengikuti secara tegas atau langsung kepada salah-satu dari aliran-aliran itu. Secara sederhananya para umat inipun disebut beraliran 'non-aliran'. 93)

Sejak jaman dahulu sampai sekarang ini, dari segala perbedaan pemahaman itu juga ada yang telah bisa mengakibatkan segala bentuk perselisihan antar aliran-aliran tersebut, dari tingkat yang amat ringan, bahkan sampai amat berat (seperti pembunuhan dan peperangan).
Bahkan segala bentuk perbedaan dan perselisihan antar umat manusia telah terjadi sejak awal diciptakan-Nya manusia itu sendiri. Seperti misalnya perselisihan di antara kedua anaknya nabi Adam as, yaitu: Habil dan Qabil. Dan bahkan hal inipun merupakan bagian dari fitrah manusia, sebagai sesuatu bentuk ujian-Nya bagi setiap manusia, terutama dengan diberikan-Nya 'akal' dan 'nafsu'. 1)

Maka perbedaan dan perselisihan antar umat manusia itu (antar seagama ataupun berlainan), merupakan suatu hal yang mustahil bisa dihilangkan, atau bahkan pasti bisa terjadi sampai akhir jaman. Walau begitu sebagai makhluk yang berbudaya, manusia memang semestinya bisa makin berkembang dan bisa menghadapi berbagai perbedaan dan perselisihannya secara makin cerdas, proporsional, arif dan bijaksana, terutama lagi pada perselisihan yang terjadi antar umat Islam sendiri.
Bahkan kehadiran para nabi-Nya, dari jaman ke jamannya, dari nabi Adam as sampai nabi-Nya yang terakhir, nabi Muhammad saw, justru bertujuan untuk makin memperbaiki keadaan kehidupan seluruh umat manusia, khususnya agar bisa menyempurnakan akhlak ataupun menyempurnakan kehidupan batiniah ruhnya (kehidupan akhiratnya).

Di lain pihak, setiap ajaran agama Islam pada dasarnya justru mengandung nilai kebenaran-Nya yang bersifat hakiki dan universal, yang pastilah berlaku sama bagi seluruh umat Islam, bahkan juga bagi seluruh umat manusia, sampai akhir jaman. Dengan begitu akan amat diharapkan, dengan semakin dipahaminya setiap ajaran di dalam kitab suci Al-Qur'an dan Hadits Nabi, setiap umat Islam justru bisa semakin menganggap setiap perbedaan pemahaman antar umat dan antar aliran, merupakan suatu bentuk kekayaan rahmat-Nya.
Setiap perbedaan pemahaman atau penafsiran tidak semestinya menjadi suatu sumber perselisihan. Perselisihan semestinya hanya bisa terjadi, jika ada aliran-mazhab-golongan yang telah berbuat zalim atau melampaui batas di dalam memaksakan pemahamannya, ataupun telah mudah menuduh pihak-pihak lain sebagai 'kafir'. Padahal hanya hak Allah, Yang Maha mengetahui pemahaman yang paling benar, siapa yang pengamalannya paling baik, ataupun siapa yang paling beriman.

Penulisan buku ini merupakan sesuatu usaha, agar setiap umat Islam makin memahami setiap ajaran agama-Nya (terutama kitab suci Al-Qur'an), dengan makin jernih, mendalam dan benar, ataupun agar makin mendekati tingkat pemahaman Al-Hikmah (hikmah dan hakekat kebenaran-Nya) 'di balik' setiap teks wahyu-Nya. Seperti halnya yang dipahami oleh nabi Muhammad saw, setelah diturunkan-Nya melalui malaikat mulia Jibril. Dan akhirnya diharapkan, agar makin meningkat ketentraman kehidupan beragama dan kehidupan umat Islam sehari-harinya, sesuai segala bentuk dan tingkat kedalaman pemahamannya masing-masing (asalkan tidak melewati berbagai dasar pokok agama).

Tawaran solusi atas persoalan pemahaman umat Islam

Dari berbagai fakta-kenyataan sekitar keberadaan aliran-aliran pemahaman teologi atau keagamaan dalam kalangan umat Islam, serta berbagai persoalan antar alirannya yang terus-menerus terjadi sejak jaman dahulu sampai saat sekarang ini, amat mudah dirasakan bahwa hal ini telah relatif sangat banyak menguras waktu, energi dan pikiran umat Islam. Sehingga umat Islam justru lebih banyak terkungkung dan diliputi oleh berbagai persoalan internal seperti ini (terjadi antar umat Islam sendiri).
Sedang di lain pihak, hampir tidak ada kemajuan berarti pada pemahaman umat atas kitab suci Al-Qur'an dan sunnah Nabi, terutama agar bisa diperoleh pemahaman Al-Hikmah yang semakin mendalam. Padahal hanya melalui Al-Hikmah yang bersifat universal inilah, para alim-ulama ahli tafsir dan para cendikiawan Muslim bisa menafsirkan kembali teks-teks wahyu dalam kitab suci Al-Qur'an, bagi penerapan aktualnya sesuai segala keadaan, kebutuhan, tantangan dan persoalan umat pada setiap jamannya (melalui usaha berijtihad).

Padahal proses pencarian pemahaman Al-Hikmah, serta usaha untuk bisa menjawab persoalan umat itulah, yang telah dilakukan oleh seluruh para nabi-Nya, dari jaman ke jaman, terutama terhadap segala persoalan yang paling penting, mendasar dan hakiki dalam kehidupan umat manusia. Hal ini semestinya dilanjutkan oleh Majelis para alim-ulama pada setiap negeri dan jaman, agar para alim-ulama benar-benar bisa ikut mewarisi setiap 'tugas' dan 'ajaran' para nabi-Nya.

Penting pula bagi setiap umat, agar memiliki suatu 'bangunan pemahaman' atas kitab suci Al-Qur'an dan Hadits Nabi, yang tersusun konsisten, utuh dan tidak saling bertentangan keseluruhan pemahaman yang terkait sesuai dengan keadaan, pengetahuan dan kemampuannya. Padahal adanya bangunan pemahaman seperti itulah yang justru telah mengantarkan nabi Muhammad saw ke tingkat kenabiannya (juga para nabi-Nya lainnya). Selain itu telah terpenuhi pula, relatif amat lengkap dan mendalam pemahamannya, serta amat konsisten pengamalannya.
Di lain pihaknya, amat jarang ada buku agama yang diketahui menyinggung tentang 'bangunan pemahaman' seperti itu atau mungkin para ahli tafsir dan ijtihad relatif jarang mau mengungkapnya. Padahal adanya pembentukan bangunan pemahaman itu, adalah salah-satu cara amat penting, agar setiap umat Islam bisa memiliki pemahaman secara konsisten, utuh dan tidak saling bertentangan, atas 'seluruh' ayat kitab suci Al-Qur'an, seperti disebut langsung dalam Al-Qur'an sendiri.

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an?. Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." – (QS.4:82).

 

Maka penulis sangat terpancing untuk bisa menyusun buku ini, yang telah dimulai sejak sekitar tahun 2005 yang lalu, untuk berusaha menjawab berbagai persoalan pemahaman pada kalangan umat Islam, terutama terhadap ayat-ayat kitab suci Al-Qur'an.
Minimal sebagai satu contoh bagi setiap umat Islam, agar bisa membentuk 'bangunan pemahamannya' masing-masing atas ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits-hadits, secara konsisten, utuh dan tidak saling bertentangan. Metode-metode selengkapnya di dalam membangunnya telah diuraikan pada topik "Pengajaran dan tuntunan-Nya", tentang cara pencapaian Al-Hikmah di balik teks ayat-ayat Al-Qur'an, dan juga cara pembentukan bangunan pemahamannya.

Pada dasarnya berbagai bab utama dalam buku ini (bab II s/d bab VII) berupa berbagai pembahasan yang telah diperkuat pula oleh sejumlah besar dalil-alasan dari ayat-ayat Al-Qur'an, demi tujuan yang utama untuk membentuk 'bangunan pemahaman' yang dimaksudkan. Dengan pondasi awalnya surat AR-RUUM ayat 30, yang menyatakan "bahwa proses diturunkan-Nya agama-Nya yang lurus, serta proses diciptakan-Nya alam semesta ini (termasuk pula kehidupan manusia di dalamnya), adalah perwujudan dari Fitrah Allah" – (QS.30:30).

Dengan adanya penyusunan 'bangunan pemahaman' semacam itu juga sangat diharapkan, bahwa berbagai persoalan penafsiran atau pemahaman atas ayat-ayat Al-Qur'an makin bisa teratasi, seperti yang justru telah terjadi pada sebagian besar aliran teologi (pada Lampiran D). Lebih utama lagi, jika telah bisa tersusun dari segala pemahaman pada tataran Al-Hikmah secara makin lengkap dan mendalam, setelah didukung pula oleh penguasaan segala bidang ilmu-pengetahuan yang cukup luas dan memadai (ilmu-ilmu lahiriah dan batiniah).

Walau pemahaman sangat lengkap dan mendalam ini biasanya diketahui dimiliki oleh para nabi-Nya, para sahabat, para tabiin, para wali, dsb, serta tidak cukup jika dituliskan pada ribuan halaman buku. Juga sebagian besarnya umumnya justru hanya bisa tersimpan dalam dada-hati-pikiran para pemilik pengetahuannya saja.

Bahkan ayat-ayat-Nya yang tak-tertulis tidak akan bisa cukup, jika dituliskan dengan tinta sebanyak beberapa samudera. Maka usaha pengungkapan setiap Al-Hikmah atau ayat-Nya (lahiriah dan batiniah), mestinya juga terus-menerus dilakukan oleh setiap umat Islam sampai akhir jaman, dengan pondasi utamanya berdasar kitab suci Al-Qur'an, yang telah diyakini kesempurnaan kandungan isinya oleh umat Islam.

'Bangunan pemahaman' yang pondasinya telah sangat kokoh, mestinya sangat sulit tergoyahkan dalil-alasan atau hujjahnya. Bahkan melalui perkembangan jamannya, setiap pemahaman pada pondasinya justru makin mendalam pula, sesuai dengan bertambahnya petunjuk-Nya atau pengetahuan pada penyusunnya. Hal ini persis seperti kitab suci Al-Qur'an sendiri, yang juga tersusun makin lengkap dan makin sempurna sepanjang hidup nabi Muhammad saw.
Tentunya bangunan pemahaman pada setiap umat, tidak mesti selengkap dan sedalam segala hikmah dan hakekat kebenaran-Nya (Al-Hikmah) di dalam kandungan isi Al-Qur'an (seperti pemahaman milik Nabi). Minimal telah cukup, jika telah bisa sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan umat sendiri. Sedangkan bangunan pemahaman yang jauh lebih lengkap dan mendalam mestinya disusun oleh Majelis alim-ulama (para ahli tafsir atau ahli ijtihad) pada setiap negeri dan jaman, yang mestinya mewarisi seluruh 'tugas' dan 'ajaran' para nabi-Nya.

Tentunya seluruh pembahasan pada buku inipun bukan hanya semata-mata sebagai contoh bagi umat, dalam pembentukan bangunan pemahamannya masing-masing atas ayat-ayat Al-Qur'an. Tetapi telah berupa sesuatu 'bangunan pemahaman yang sesungguhnya', minimal menurut penilaian dan pemahaman relatif penulis sendiri. Diharapkan umat Islam ataupun para pembaca bisa mendapat manfaat dari segala pemahaman yang terungkap pada buku ini.
Di samping itu, berbagai pemahaman pada buku ini juga telah 'dianggap' bisa menjawab sejumlah besar pertentangan pemahaman antar aliran-aliran, yang telah dibahas relatif lengkap di dalam uraian-uraian pada Lampiran D (tentang perbandingan atas pemahaman pada aliran-aliran teologi dalam agama Islam).

Keseluruhan pembahasan pada buku inipun telah bisa meliputi 'hampir setengah' dari keseluruhan jumlah ayat-ayat Al-Qur'an (ada ±2900 ayat pada Lampiran E dan pada bagian-bagian lainnya). Tetapi tentunya keyakinan atas tingkat kebenaran dan kedalaman pemahaman pada buku ini pastilah tetap dikembalikan pada para pembaca sendiri, untuk menilai ataupun untuk mengikutinya.

Struktur ringkas pembahasan pada buku ini

Bab I :

Pendahuluan

Terminologi, dasar-dasar alasan dan proses selengkapnya dari keseluruhan pembahasan pada buku ini. Khususnya yang didasari oleh kemunduran amat pesat perkembangan ilmu-pengetahuan pada kalangan umat Islam, termasuk di dalam memahami agama Islam dan ajaran-ajarannya.

Bab II :

Hakekat penciptaan alam semesta

Hakekat dan tujuan utama diciptakan-Nya alam semesta dan segala isinya ini, sebagai hasil perwujudan dari Fitrah Allah (sifat-sifat terpuji dan termulia Allah).

Bab III :

Ciptaan-ciptaan Allah di alam semesta

Uraian ringkas tentang berbagai ciptaan-Nya (zat ataupun non-zat), yang terkait penciptaan alam semesta ini.

Bab IV :

Awal penciptaan alam semesta, dan elemen dasarnya

Proses-proses awal diciptakan-Nya seluruh alam semesta, dari sejumlah tak-terhitung zat-zat yang paling elementer penyusunnya, yaitu: Atom (materi-benda) dan Ruh.
Juga uraian-uraian yang cukup lengkap tentang Ruh, serta kaitannya dengan Atom (materi-benda).

Bab V :

Jenis-jenis ciptaan-Nya

Pembahasan yang relatif mendasar tentang berragam jenis zat ciptaan-Nya (makhluk hidup dan benda mati, gaib dan nyata), dan berbagai hal yang terkait.

Pada 'Makhluk hidup nyata': tentang proses-proses awal kehidupan makhluk nyata. Proses dan urutan penciptaan manusia dari benih dasarnya (tanah dan air mani). Serta keadaan khusus pada penciptaan Adam, Hawa dan Isa.

Pada 'Makhluk hidup gaib': tentang para makhluk gaib, tugas dan cara berinteraksinya dengan manusia.
Termasuk penyampaian pengajaran dan ujian-Nya secara batiniah kepada tiap manusia oleh para makhluk gaib.

Pada 'Benda mati nyata': tentang penciptaan benda-benda langit (termasuk Bumi) sejak awal lahirnya alam semesta. Termasuk penciptaan benda-benda mati umumnya.

Pada 'Benda mati gaib': tentang berbagai sarana batiniah ruh manusia. Juga tentang alam akhirat di dunia dan di Hari Kiamat (termasuk tentang hakekat dari alam akhirat dan Hari Kiamat itu sendiri, beserta Surga dan Neraka).

Bab VI :

Sifat-sifat ciptaan-Nya

Berbagai jenis sifat zat ciptaan-Nya yang bersifat 'mutlak dan kekal', yang telah diberikan ataupun ditetapkan-Nya, serta kaitannya dengan sifat-sifat Allah.
Hal terpenting adalah pemahaman tentang hakekat dari kehendak dan tindakan-Nya di alam semesta, yang biasa disebut 'sunatullah' (atau Sunnah Allah), serta kaitannya dengan perbuatan, jalan hidup, takdir dan proses berpikir manusia. Termasuk tentang jalan-Nya yang lurus.

Bab VII :

Pengajaran dan tuntunan-Nya

Berragam bentuk pengajaran dan tuntunan-Nya bagi umat manusia (hati nurani, ayat-Nya, wahyu-Nya, agama-Nya, kitab-Nya, nabi-Nya, dsb), dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini. Termasuk berbagai cara Allah dalam menurunkan hal-hal tersebut, melalui proses yang sangat alamiah.
Ada pula suatu metode untuk bisa mencapai pemahaman Al-Hikmah (hikmah dan hakekat kebenaran-Nya), di balik teks ayat-ayat Al-Qur'an. Serta suatu metode penyusunan bangunan pemahaman secara relatif amat konsisten, utuh dan tidak saling bertentangan atas ayat-ayat Al-Qur'an.

Bab VIII :

Penutup

Berbagai intisari dan catatan atas segala pembahasan dan pemahaman pada buku ini.

Bagian Lampiran:
Lamp. A :

Daftar nama terbaik Allah (Asmaul Husna)

Lamp. B :

Daftar istilah yang terkait dengan Allah

Berbagai istilah keagamaan yang dipakai pada buku ini, yang terkait secara langsung dengan Allah, dan telah pula disesuaikan dengan segala pemahaman pada buku ini.

Lamp. C :

Daftar istilah keagamaan lainnya

Berbagai istilah keagamaan yang dipakai pada buku ini, namun tidaklah terkait langsung dengan Allah, dan telah disesuaikan dengan segala pemahaman pada buku ini.

Lamp. D :

Perbandingan aliran-aliran teologi Islam

Sesuatu rangkuman pemahaman pada buku ini, yang juga sekaligus dibandingkan dengan pemahaman pada aliran-aliran yang cukup dikenal, tentang berbagai halnya. Serta beberapa kesimpulan atas hasil perbandingan itu.

Lamp. E :

Kumpulan terjemahan ayat-ayat Al-Qur'an

Sejumlah besar ayat Al-Qur'an yang telah dipakai untuk mendukung atau memperkuat sebagian besar dalil-alasan, bagi berbagai pemahaman pada buku ini.

Kritik dan saran pembaca bagi perbaikan buku ini

Namun kritik dan saran dari para pembaca sekalian justru tetap amat diharapkan, sebagai suatu masukan penting bagi perbaikan buku ini. Dengan harapan utamanya, agar bisa dicapai berbagai pemahaman yang makin mendekati kedalaman hikmah dan hakekat kebenaran-Nya (Al-Hikmah), 'di balik' teks ayat-ayat kitab suci Al-Qur'an.
Lebih khusus lagi, agar bisa dicapai pemahaman yang semakin mendalam, tentang hakekat kehidupan manusia itu sendiri. Agar bisa memberikan arah ataupun warna baru dalam menjalani segala aktifitas kehidupan sehari-hari selanjutnya, yang makin diredhai Allah. Dengan kepercayaan diri yang baru dan makin tinggi pula, bagi para pembaca dan bagi umat Islam keseluruhannya, dalam menatap masa depannya.

Pada akhirnya, amat diharapkan pula agar tiap umat Islam bisa menjalani kehidupan dunianya, dengan makin bermakna, bersih, sehat, teratur, seimbang, harmonis, tenteram dan bahagia, setelah umat bisa makin memahami segala hikmah, hakekat dan tujuan dari penciptaan alam semesta ini, termasuk kehidupan manusia di dalamnya.
Hal itu diharapkan bisa tercapai, sebelum umat juga menjalani kehidupan akhiratnya yang sebenarnya nantinya di Surga, yang penuh dengan segala kemuliaan pada Hari Kiamat, sesuai segala hasil amal-ibadah dan amal-kebaikan tiap umat itu sendiri selama di dunia ini.

Hanyalah Allah pemilik segala kebenaran dan kesempurnaan, sedangkan hanyalah penulis pemilik segala keterbatasan, kekurangan, kekeliruan dan kesalahan pada buku ini. Maka penulis juga memohon segala ampunan dan taubat kepada Allah. Dan hanyalah kepada Allah segala sesuatu hal pasti kembali, dan seluruh hamba-Nya semestinya berserah-diri.
 

Penulis

  

Sebelumnya

Daftar isi

Teratas

Berikutnya

 

2 Balasan ke Kata pengantar

  1. al majidi berkata:

    apakah buku ini sudah beredar dipasaran pak ? Tks

Buat komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s